Billionary Married Scandal

Billionary Married Scandal
pertama untukku


__ADS_3

Ini hari pertama mereka tinggal bersama di apartemen ini. Terasa aneh, karena biasanya mereka tinggal di rumah besar dan Bening bisa meminimalisir pertemuan mereka. Kini kemana dia melangkah dia akan melihat Bayu. Kakeknya memang cerdik membuat situasi ini.


"Kau mau makan apa siang ini biar aku buatkan?" tanya Bayu. Bening yang sedang asik dengan Hpnya lalu mengalihkan pendangannya ke Bayu. Lelaki itu sebenarnya tampan hanya saja tidak terawat, banyak bulu bulu disekitar wajahnya yang membuatnya terlihat tua dan juga tidak menarik. batin Bening.


"Kenapa kau tidak mencukur berewokmu itu, aku tidak menyukainya. Mukamu jadi terlihat lebih tua seperti lelaki berumur 50 tahunan?" kata Bening. Bayu langsung memegangi rahangnya dan terpaku mendengar ungkapan hati Bening tentang penampilannya kali ini. Baru pertama kalinya Bening mau memperhatikannya.


"Aku akan membersihkannya nanti tapi sekarang katakan padaku kau mau makan apa?"


"Eh...oh...." Bening jadi gugup kenapa dia tadi berbicara seperti itu pada Bayu? Lalu dia teringat akan ucapan kakeknya untuk menganggapnya sebagai seorang suami.


"Aku saja yang masak." kata Bening lalu beranjak dari tempat duduknya.


"Jangan nanti kau bisa terluka," jawab Bayu khawatir.


"Lebay...dulu aku biasa membantu para pelayan memasak...kau bisa menilai hasil masakanku nanti. Dan sebaiknya kau pergi membersihkan dirimu dulu, ganti kemejamu yang lusuh itu dengan pakaian yang kakek berikan untukmu. Aku tidak mau melihat penampilan burukmu lagi." kata Bening ketus lalu beranjak pergi ke dapur.


Bayu tersenyum senang, sudah tiga bulan ini dia ingin Bening memperhatikannya dan rupanya kali ini rencananya berhasil dengan meminta bantuan pada kakeknya Bening.


Dia lalu pergi ke kamar mandi, mengambil alat cukurnya memotong brewok yang telah menutupi sebagian wajahnya. Setelahnnya dia membersihkan diri, memakai parfum favoritnya khas wangi cinnamon memberi kesan lembut unik dan maskulin juga menimbulkan hasrat gairah bercinta.


Setelahnya dia lalu pergi ke walk in closet memilih kaos oblong putih dan sebuah celana pendek selutut. Setelah dirasa okey akan penampilanya dia lalu pergi ke dapur untuk melihat istrinya memasak untuk pertama kalinya.


Dia melangkah tanpa suara. Tidak sabar ingin melihat aksi Bening di dapur.


Bening memakai apron yang menutupi sebagian tubuhnya, rambutnya yang biasa dia urai kini dia gulung asal ke atas memperlihatkan leher jenjangnya yang putih dan mulus. Tangannya bergerak gerak lincah membalikkan masakan di wajan. Bayu harus menahan nafasnya melihat keindahan yang berada di hadapannya. Ingin sekali tangannya memeluk pinggang ramping itu tapi dia tahan sepenuh jiwa.


"Kau masak apa..." tanya Bayu berada persis di belakang tubuh Bening. Bening yang sedang fokus dengan masakannya melonjak kaget dan tanpa sengaja tangannya terkena pinggir wajan itu.

__ADS_1


"Auw..." jerit Bening.


Bayu langsung memegang tangan Bening dan menariknya ke tempat cuci piring mengalirkan airnya. Bening sendiri terpaku kaget oleh penampilan Bayu yang terlihat lebih tampan maskulin dan matang. Rahangnya yang sempurna kini terlihat di depan matanya. Malu terhadap pikirannya sendiri dia memalingkan wajahnya.


"Kenapa wajahmu memerah..." tanya Bayu. Bening lalu meraba wajahnya dengan satu tangannya yang lain.


"Mungkin karena panas dari asap kompor," jawab Bening asal


"Asap aku kira kau terpana akan penampilanku, aku tahu wajahku memang tampan banyak orang yang mengatakannya," sikap narsis Seorang Wirya kembali lagi.


"Kau terlalu tua untukku, kau lebih tepat menjadi omku," jawab Bening tidak mau kalah.


"Oh ya..." jawab Bayu memeluk pinggang Bening dengan satu tangannya. Dan mencium bibir Bening tiba tiba.


Bening yang terkejut hanya diam saja, dia terlalu terbuai oleh aroma tubuh bayu yang selalu disukainya. Dia lalu pasrah ketika Bayu mempermainkan bibirnya tidak menolak tidak pula membalasnya.


Merasa tidak ada penolakan dari Bening Bayu menambah buaiannya pada ciuman itu hingga membuat Bening ikut terlarut didalamnya. Setelah itu dia melepaskannya. Bening terengah engah, dia bukan pemain baik untuk sebuah ciuman.


"Akh...ayamku gosong..." teriak Bening ketika mencium aroma makanan yang terbakar. Dia lalu melihat penggorengannya yang sudah menghitam di pinggirannya.


"Kau membuat masakanku gosong," teriak Bening kesal. Sambil mematikan kompor itu


"Tidak apa apa aku akan memakannya, ini adalah masakan pertamamu untukku." kata Bayu.


"Buang saja..." kata Bening kesal lalu duduk di meja makan yang terletak di depan dapur itu.


"Aku akan memasak yang simple untukmu, kau duduklah dan tunggu aku disana. Dan makanan yang kau masak biar untukku saja."

__ADS_1


"Terserah..." kata Bening ingin menangis selain karena masakannya yang gagal total juga karena dia diam saja bahkan ikut terbuai oleh ciuman Bayu.


Bayu yang melihat itu hanya bisa menyembunyikan senyumanya. Dia lalu membuat cah sayur brokoli dicampur wortel dan ayam yang dipotong kecil kecil.


Sesekali Bening mencuri pandang, melihat penampilan Bayu yang sangat seksi ketika memasak. Dia memukul kepalanya berkali kali.


"Ingat Bening...dia itu Bayu yang sangat kau benci, tapi kini dia terlihat berbeda..akh...aku bisa bisa gila jika selalu berada didekatnya. Dimana Bening yang dahulu...yang jijik terhadap Bayu." kata Bening berulang ulang di dalam hatinya. Pikiran dan hatinya sangat berbeda.


Harum masakan Bayu menguar hingga kehidung Bening. Lelaki itu memang sangat pandai sekali memasak. Bening mengakuinya, dia jauh lebih berbakat darinya yang seorang wanita .Yah, mungkin dia pernah belajar memasak di rumah majikannya dahulu. pikir Bening.


"Ini makananmu" kata Bayu menaruh satu piring masakannya di depan Bening. Dia sendiri benar benar mengambil masakan gosong itu dan meletakkannya dihadapannya. Bening mengambil piring milik Bayu.


"Jangan dimakan...ini tidak layak untukmu," Bayu menahan piringnya.


"Apapun yang kau berikan padaku aku akan selalu menerimanya dengan senang hati setulus hatiku." jawab Bayu tulus.


Hati Bening mencelos dia bahkan selalu bersikap buruk padanya tapi Bayu tidak pernah marah bahkan selalu tersenyum padanya. Akhirnya Bening mengalah dia melepaskan piring itu.


Mereka makan dalam hening, Bayu benar benar menghabiskan makanan itu tidak terlihat raut keterpaksaan sewaktu memakannya. Wajahnya bahkan terlihat berseri seri. " Akh ... kenapa aku selalu memandangnya..." batin Bening.


"Nanti malam aku akan menghadiri pesta milik keluarga Malik,"


"Kau harus tampil sempurna malam nanti,'' kata Bayu.


"Hah....aku tidak akan mengajakmu..."


"Bukankah kau selalu melakukannya, tapi ini adalah pesta milik orang besar kau harus tampil sesempurna mungkin."

__ADS_1


"Aku kira kau akan meminta ikut..."


"Tidak...ini pestamu..." jawab Bayu santai. Dia lalu pergi meninggalkan Bening yang larut dalam jawaban ambigu Bayu.


__ADS_2