
"Bu sedang apa kalian?" tanya Bayu yang memergoki Wirya juga Bening berpelukan.
Bening ingin melepaskan diri dari Wirya tapi pria itu malah menahan pinggangnya.
"Om sedang rindu ibumu ketika dulu menemani om dirumah ini?"
"Kok aku nggak tahu jika ibu pernah tinggal disini?" tanya Bayu mendekati Bening dan memeluk pinggang ibunya membuat Wirya mengalah melepaskan pelukannya.
Dunia memang kejam dia tidak punya bukti jika Bening dulu hidup bersamanya untuk diperlihatkan pada Bayu.
Wirya mencari ide walau ini buruk tapi dia akan mencobanya.
"Kalau kau tidak percaya kita ke ruangan itu," kata Wirya.
Bayu dan Bening akhirnya melangkahkan kaki ke sebuah ruangan didalam kamar itu. Walk in Closet ini besar lebih besar dari kepunyaan mereka di apartemen. Dan satu kaca lemari besar itu adalah baju bajunya dulu ada yang sudah terpakai, ada yang sama sekali tidak digunakannya. Dan beberapa tas juga sepatunya semua masih terawat baik.
"Ini baju baju yang dulu ibumu pakai," terang Wirya pada putranya. Bayu melirik pada ibunya. Ibunya hanya tersenyum tanpa mengiyakan atau juga menolaknya.
"Dan semua lemari itu juga pakaian ibu?" tanya Bayu lagi penasaran.
Ternyata tidak sulit untuk mendekati Bayu, dia hanya butuh bersabar dan memberikan pengertian secara perlahan.
Wirya lalu membuka satu lemari.
"Ini milik om... dan ini juga milik om..." kata Wirya membuka lemari satunya lagi.
Lalu dia membuka satu lemari di sudut berbeda. "Ini pakaian milik ibumu... dan ini masih kosong menunggu pemiliknya mengisi dengan yang baru,"
"Siapa pemilik dari lemari ini..."
"Ibumu...jika dia tinggal disini dia yang akan mengisi lemari itu. Hanya saja Bayu mau tidak ya di ajak tinggal disini." tanya Wirya sembari berjongkok mensejajarkan diri dengan Bayu.
"Kalau daddy boleh ikut aku akan tinggal disini,"
__ADS_1
Wirya memejamkan matanya mencoba bersabar. Dia benci jika anaknya memanggil.orang lain dengan sebutan daddy. Tapi dia tidak mau bertindak gegabah yang akan membuat Bayu membencinya.
"Ya sudah jika begitu, tapi malam ini Bayu mau kan tidur di rumah ini bersama ibu. Om akan buatkan makanan kesukaan Bayu apapun itu,"
"Memang om bisa memasak?" tanya Bayu.
"Ibumu tahu jika om sangat pandai memasak," kata Wirya melirik dan menampilkan senyum penub arti. Bening hanya memutar bola matanya panas mendengar hal itu tanpa mau menanggapi.
"Benar bu, kalau begitu aku mau om masak pasta kesukaanku," jawab Bayu.
"Dengan syarat kau harus membantuku,...setelah itu aku akan membawamu ke ruang rahasiaku... tempat dimana aku menyimpan semua koleksi miniatur pesawat dari seluruh dunia."
"Aku mau aku mau..." teriak Bayu senang sembari berlari memutar mengelilingi lapangan seperti pesawat,"
"Ayo nak, ikut denganku..." kata Wirya menuju arah dapur.
Bening sendiri memilih di kamarnya dan melihat ke sekeliling mengamati semua hal yang ada disana. Dan berbaring di kasur itu lembut dan terasa nyaman. Tanpa dia sadari dia tertidur dengan nyaman dan tenang di kamar itu.
Bening bangun tatkala mendengar gemercik suara air yang berasal dari dalam kamar mandi. Tak lama suara itu berhenti dan Wirya keluar dengan lilitan handuk di bawah pinggangnya. Sebuah pemandangan yang sempurna yang memanjakan mata para kaum hawa.
"Tidurmu sangat lelap tadi sehingga aku tidak tega untuk membangunkanmu," kata Wirya sembari memberikan handuk ke kecil di tangannya kepada Bening dan duduk pinggir tempat tidur.
"Dimana Bayu?" tanya Bening pada Wirya.
"Dia ada di kolam renang sedang berenang ditemani oleh Kevin Xu,"
"Kenapa kau tidak menemaninya?" tanya Bening.
"Tidak aku ingin bersamamu, aku sangat merindukanmu, bolehkah aku..." tanya Wirya.
Bening lalu mengalungkan tangannya ke leher Wirya. Mulai mencium dulu pria itu. Wirya yang mendapat serangan lantas tidak membuang kesempatan itu. Mereka saling membalas sentuhan demi sentuhan, seraya melepaskan kerinduan untuk setiap rasa yang telah terpendam lama.
Mereka serasa tidak puas hingga melakukan lagi dan lagi hingga malam tiba.
__ADS_1
Bibir Bening masih bergetar karena kepuasannya telah diperolehnya berkali kali. Dan Wirya telah puas karena telah melepaskan hasratnya dan membawa wanita itu ke nirwana untuk beberapa saat yang lalu.
Wirya mengecup bibir wanita itu dan jatuh di sebelah Bening. Mereka saling senyum dan berpelukan.
"Terima kasih sayang..." kata Wirya.
"Untuk..." tanya Bening,
"Untuk semua kebahagiaan yang kau berikan untukku. Aku sangat bahagia kali ini, bersamamu, memelukmu, dan kita bisa menyatukan tubuh dan jiwa kita kita bersama. Belum lagi kau membawa Bayu anakku kemari, ku rasa semua itu telah lengkap sekarang." jawab Wirya.
Bening bersandar di atas dada Wirya,
"Terima kasih untuk rasa cintamu yang besar untukku selama ini, aku sangat menghargainya dan sangat bahagia akan hal itu,"
"Ini sudah malam aku harus menyiapkan maka malam untuk Bayu," kata Bening bangkit dari ranjang.
"Kau yakin bisa berjalan?" tanya Wirya. " Karena milikmu masih seperti saat pertama kali aku menyambanginya, aku takut kau merasa sakit seperti dulu," tanya Wirya khawatir.
"Bukankah kau akan menggendongku agar aku baik baik saja. Kini aku juga mau kau melakukan itu untukku lagi..." kata Bening manja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Abi sendiri sangat gusar dan marah setelah tahu bahwa Bening dibawa oleh Wirya dan tidak akan memulangkannya malam ini. Dia merasa miliknya telah diambil oleh pria itu. Abi emrasa tidak terima dengan kelakuan Wirya yang membawa Bening dan Bayu, tapi dia sendiri sadar dia punya hak apa.
Akhirnya hanya satu botol Whiskey menemani malamnya yang merana. Dia minum melepaskan segala penat yang menyerang dirinya. Hingga dia melihat sosok perempuan yang lama sekali tidak dilihatnya.
Abi mendekati wanita itu, namun wanita itu hilang ditengah tengah lantai dansa. Abi menelusuri setiap orang yang ada di klub malam itu namun semuanya sia sia, hingga akhirnya dia melihat wanita itu menggandeng seorang pria di dekatnya.
"Shits bahkan masalalunya juga berusaha pergi darinya. Apakah aku tidak layak menerima cinta karena dosanya di masa lampau?" batin Abi, sembari berjongkok memanggil nama wanita itu tapi dia sama samaa sekali tidak melihatnga........
"Akh..." teriak Abi marah pada diri sendiri tapi hal itu nampaknya dapat dilihat olah wanita yang tadi dicari oleh Abi. Sepasang mata lentik itu memperhatikan Abi dari jauh.
Satu masalaha antara Bening dan Wirya sudah terselesaikan
__ADS_1
Kini Abi merana hidup sendiri, akankah dia bisa memeluk cinta di hatinya?"