
"Kevin Xu bagaimana mungkin? Sebelumnya dia adalah orang kepercayaan Beni bukan?" tanya Edo pada Wirya.
"Nah itu yang sedang saya ungkap kak? Saya menemukan banyak sekali kamera pengintai di rumah ini. Untuk sementara waktu kubiarkan beberapa kamera tetap aktif tapi untuk beberapa ruangan, seperti ruang makan ruang kerja dan terpenting kamarku dan Bayu. Jadi setiap gerak gerik kita diperhatikan oleh mereka. Kita biarkan saja terlebih dahulu agar mereka keluar sendiri kita hanya perlu memancingnya,"
"Lalu apa motif Kevin. Bukankah kau merekutnya langsung dari hongkong?"
"Kita akan lihat nanti setelah aku dan keluargaku ke rumah kakek Bening. Aku hanya perlu kakak menyiapkan orang orang untuk mengatasi keamanan rumah dan keamanan keluargaku dari jauh. Yang jelas Kevin punya hubungan khusus dengan keluarga Bening aku hanya ingin memastikannya sendiri,"
"Kau terlalu lunak kita kasih dia ke Paijo ( Buaya putih peliharaan Edo) atau ke Rihanna ( Macan tutul betina)," kata Edo geram.
"Itu bisa mengirit pengeluaranku selama tiga hari," sela Sara santai. "Kau bayangkan saja berapa kilo daging yang dibutuhkan untuk memberi makan kadal besar dan kucing besarnya. Jika tubuh Kevin diberikan bisa membuat kenyang Si Rihanna."
Bening menatap tidak percaya pada kakak iparnya yang mengatakan semua itu dengan mudah.
"Kemarin mayat si Bram yang sudah gosong di berikan pada Parjo namun sayang binatang itu hanya menjadikan tubuh itu sebagai maina saja. Mungkin karena dia orang busuk sehingga binatangpun malas untuk mengunyahnya." Jawab Sara.
Perut Bening langsung mual mendengar perkataan Sara. Dia langsung berlari ke kamar mandi.
"Benarkah keluarga Malik semengerikan itu, memberikan tubuh manusia pada peliharaannya?"
Bening kembali Sara dan Edo sudah akan berpamitan untuk pulang.
"Aku tidak meneliti lebih jauh masalahmu sehingga menuduh yang tidak tidak tentangmu. Maafkan aku, seharusnya aku lebib mempercayai pilihan Wirya. Agar tidak terjadi kesalahfahaman dahulu."
"Tidak apa apa kak? Semua sudah terjadi lagian aku juga penyebab kesalah fahaman ini, menyembunyikan semuanya dari kalian. Seharusnya aku lebih terbuka," kata Bening.
"Itu salah kami sayang, seharusnya sebagai orang yang lebih tua kami bisa membaca situasi dan berfikir dengan kepala dingin. Tapi kami malah menghujatmu langsung."
Wirya memeluk pinggang istrinya dari samping.
"Sudahlah yang terpenting kau sudah kembali ke hidupku sekarang. Semua memang sudah takdir. Yang terpenting kita selesaikan masalah ini dulu."
"Kau tinggal katakan saja apa yang kau perlukan aku akan selalu siap membantumu," jawab Edo.
"Aku tahu kak kau selalu terdepan jika ada masalah dalam keluarga." Jawab Wirya.
"Ya sudah kami pergi dulu, jaga dirimu baik baik. Jika hari Minggu datanglah kerumah kau nanti akan bertemu dengan anak anakku dan para menantuku yang cantik. Dan cucu cucuku yang tampan dan cantik. Kita bisa ngrumpi dan makan siang bersama di sana." kata Sara.
__ADS_1
"Ya kak ... aku akan kesana hari Minggu besok."
Jawab Bening.
"Jaga istrimu baik baik Wirya, dia masih muda pasti banyak yang akan mengincarnya." ucap Sara.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bening masih ragu untuk pergi ke rumah kakeknya. Ada ketakutan tersendiri yang dia tidak bisa katakan pada Wirya. Dia masih di duduk di depan meja rias sembari mengingat peristiwa dulu.
Suara helaan nafas terdengar jelas. Membuat Wirya yang sedang melihat gadgetnya menoleh.
"Ada apa sayang?" tanya Wirya.
"Tidak apa apa hanya aku begitu gugup bertemu keluargaku. Sudah bertahun tahun aku tidak melihat mereka," kata Bening sembari menyapukan blush on ke wajahnya.
"Kenapa? Adakah sesuatu yang membuatmu risau?" tanya Wirya berdiri di belakang Bening. Dia bisa melihat raut wajah Bening dari pantulan kaca itu.
Bening membasahi bibirnya karena gugup. Wirya bisa melihat kecemasan di mata Bening, dia tahu ada yang disembunyikan pada diri wanita itu.
Wirya menundukkan badannya dan memeluk Bening dari belakang.
Bening menundukkan kepalanya.
"Paman Arnold adalah anak dari kakek tapi bukan anak dari nenek. Kalau bibik Bianca adalah adik bungsu ibu. Aku tidak tahu ada rahasia apa di dalam keluarga itu, tapi nenek pernah berpesan padaku bahwa semua itu milikku. Hanya milikku. Apakah karena itu mereka selalu membuatku menderita? Aku sendiri rela tidak mendapatkan hakku tapi aku ingin hidup tanpa bayang bayang mereka,"
"Kau kenal dengan Kevin?"
"Ya, dia anak dari paman Arnould tapi bukan anak sah. Dia sengaja dikirim ke perusahaanmu agar bisa mematai pergerakanmu, dia satu satunya orang dalam keluargaku yang masih menyayangiku. Maka dari itu dia menyuruhku untuk pergi sejauhnya darimu di malam ketika kau kecelakaan jika tidak seseorang akan membunuhmu dirumah sakit,"
"Dan kau masih mempercayainya?"
"Dia juga yang mendorongku untuk kembali padamu, karena dia sudah lelah melindungiku dan ingin pergi menjauh dari semuanya. Jadi kumohon biarkan dia hidup."
"Lelah...?"
"Yah dia yang menutup semua jejak tentangku sehingga tidak ada yang bisa menemukan aku,"
__ADS_1
"Walau kau sudah bekerja sama dengan Abi bertahun tahun tapi kau tidak pernah menemukanku kan? Itu semua karena Kevin yang selalu menyembunyikanku dengan baik,"
"Dan tiba tiba kau bisa tahu keberadaanku, itu juga skenario dari Kevin. Semua sudah diatur oleh Kevin dengan baik,"
"Lalu kenapa dia memberikan obat yang membuatku lupa?"
"Karena jika kau mengingatku maka kau akan langsung mencariku, dia tahu bagaimana seoak terjangmu maka dari itu dia mengantisipasi semuanya dengan baik, ketika kau sudah pulih baru dia bisa mempercayakan keselamatanku padamu lagi," jawab Bening.
"Lalu dia mata mata siapa?"
"Kau selalu melindungiku dan pamanku tidak suka aka hal itu, namun kau terlalu kuat untuk dia lawan. Jadi dia mencari setiap kelemahanmu untuk menjatuhkanmu. Dengan kata kata lain Kevin adalah mata mata paman. Tapi dia lakukan ini untuk melindungiku juga."
"Arnould bukankah dia juga seorang mafia pengedar narkoba? Apa kau mengetahuinya?" tanya Wirya.
"Aku tahu itu, maka dari itu aku takut jika melihatnya kembali. Aku takut kejadian beberapa tahun lalu kembali lagi. Dan sejujurnya aku takut bila bersamamu lagi. Karena inti dari semua masalah ini hanyalah tentang warisan nenek jika aku menyerahkan semuanya pada mereka, mereka tidak akan melukaiku dan anakku,"
"Apakah kau sudah menyerahkan semua hakmu itu?" tanya Wirya.
"Belum kak Kevin masih melarangku melakukannya padahal andaikata mereka mau melepaskan aku maka akan kuserahkan semuanya pada mereka,"
"Lalu di mana saat ini keberadaan Kevin?" tanya Wirya.
"Dia telah pergi ketika aku datang kemari, kau pasti juga telah mencarinya namun tidak menemukannya kan?"
"Kau tahu tapi kau tidak menceritakannya padaku?" kata Wirya marah karena istrinya telah membodohinya, dari awal dia mengira Bening wanita yang polos tidak tahu dengan semua yang terjadi. Namun ternyata dia menyembunyikannya apik selama ini.
"Masalah ini tidak sesederhana itu. Andai kak Kevin masih disini dia pasti akan dibunuh olehmu atau keluargaku. Kak Kevin berhak atas hidupnya. Dia berhak mencari rumah dan keluarga yang nyaman bagi dirinya,"
"Aku tidak akan membunuhnya jika kau menceritakan dari awal masalah ini, dan kau masih saja tidak mempercayaiku hingga hari ini. Adakah yang kau sembunyikan lagi dariku?"
"Ada ... aku terlambat datang bulan satu minggu ini entah karena kau yang selalu menggilirku jadi aku kelelahan atau karena sebab lain," jawab Bening membuat Wirya berhenti marah.
"Jangan katakan kalau kau ... "
Vote
Like
__ADS_1
Komen...aku menunggu dari kalian semua, ada give away bila kalian memberikan dukungan terhadap karya ini.