Billionary Married Scandal

Billionary Married Scandal
Gudang Terlarang


__ADS_3

Waktu terus berpacu, nyawanya kini sedang dipertaruhkan. Ketika Wirya hendak keluar dari jendela dia melihat karpet yang menutupi lantai dengan tidak rapi. Dia membalikkan tubuhnya dan menyingkap karpet itu. Ada kayu berbentuk persegi yang menutupinya. Dia membukanya, rupanya itu sebuah lubang pembuangan. Nampak sebuah aliran air di bawahnya. Wirya turun ke dalam sana menengok kemana dia akan melangkah.


Dhuar!


Suara dentuman bom terdengar. Api masuk melalui celah lobang itu. Wirya menghindari dengan menundukkan tubuhnya.


Dari kejauhan dia melihat semburat cahaya di dalam kegelapan. Wirya berjalan menyusuri got yang bau dan penuh dengan sampah. Sesekali dia menyentuh dinding yang licin dan berlumut. Hingga dia sampai di sebuah lubang yang tertutup oleh besi. Wirya membukanya. Rupanya tidak terkunci. Dia mengintip ke arah luar, memeriksa keadaan.


Setelah di rasa aman dia masuk ke dalam ruangan itu. Rupanya itu adalah sebuah gudang berukuran sedang. Dia melihat ada banyak karton di susun dengan rapi. Dari gambar yang terlihat itu adalah karton berisi bubuk kopi.


Insting detektifnya kembali berbicara. Dia membuka satu dus karton dan melihat isinya. Di dalamnya ada beberapa bungkus kopi yang tersusun rapi. Masing-masing berukuran 350 gram.


Wirya menyobek salah satu bungkus itu dan menemukan bubuk berwarna putih. Dia mencium bubuk dan mencicipi sedikit untuk meyakinkan diri.


"Sabu-sabu," gumam Wirya. Pintu di buka dan dua orang nampak terkejut dengan kehadiran Wirya di dalam gudang mereka.

__ADS_1


"Ada penyusup," teriak salah seorang. Satu yang lain mendekati Wirya dan hendak memukul wajah pria itu. Namun satu gerakan cepat Wirya membuatnya jatuh tersungkur tidak berdaya dengan satu pukulan yang dilayangkan di wajahnya.


Beberapa orang datang untuk membantu. Wirya mundur untuk cari posisi yang baik. Satu lawan maju langsung ditendang dengan kaki panjangnya. Dua lawannya mendekat dengan golok di tangan mereka. Dalam waktu singkat golok di tangan mereka terjatuh ketika tangan Wirya meraih tangan pria itu dan menekuknya keras.


"Krek!" Suara tulang patah terdengar. Wirya tersenyum senang. Sudah lama dia tidak bertarung seperti ini. Jiwa lelakinya kini bangkit lagi.


Pekik suara sakit terdengar dari pria bertubuh besar itu, tanpa membuang waktu Wirya langsung menendang tulang kering pria di hadapannya dan menyiku keras dagu pria itu sehingga jatuh tersungkur ke belakang lalu mengambil golok di tangannya.


Dia berjalan keluar ruangan. Nampak beberapa orang berlari kearahnya dengan menodongkan senjata. Wirya kembali ke pintu lalu mengambil sebuah pistol dan menengok lalu menembak mereka semua.


Terdengar bunyi pistol di tembakkan berkali-kali. Akhirnya beberapa orang telah tumbang olehnya dan beberapa lainnya membalikkan tubuh dan pergi dari ruangan itu.


Wirya meraih tubuh salah satu pria di dekatnya,


"Di mana kalian menyembunyikan anakku?" tanya Wirya geram.

__ADS_1


"Dia membawanya ke mobil hendak di bawa pergi?" jawab pria. Wirya kembali melepaskan tubuh pria itu dan berlari menuju keluar rumah.


"Ayo ... kau dan ibumu memang menyusahkanku dari kecil," ucap seseeorang menarik tangan Bayu untuk masuk ke dalam mobil.


"Bayu ... ," teriak Wirya dari dalam rumah.


Bayu yang mendengar suara anaknya langsung melihat ke arah dalam rumah itu. Ayahnya terlihat sedang berlari ke arahnya namun langkahnya terhenti oleh beberapa orang berpakaian ninja.


"Ayah hati-hati!" teriak Bayu.


***


Like


Vote

__ADS_1


Komentarnya..


__ADS_2