Billionary Married Scandal

Billionary Married Scandal
Kau hanya kacung baginya


__ADS_3

Satu jari menyentuh lembut bibir Bening tapi membuat seluruh tubuhnya menegang,dia bukan wanita yang tidak pernah disentuh, tapi sentuhan itu memiliki aliran listrik tersendiri bagi Bening. Senyuman itu mengapa kali ini terlihat memikat, dia pasti salah makan hingga bisa merasa terpikat pada sosok yang jauh dari kata keren.


Bayu yang sudah berpengalaman tahu arti ekspresi yang tersirat diwajah Bening. Gadis muda ini mulai melihatnya sebagai seorang pria, walau masih sedikit tapi semoga ini adalah awal yang baik bagi hubungan mereka berdua kedepan.


"Aku sudah kenyang," kata Bening sambil berdiri pergi, sepanjang jalan menuju kamarnya dia memegang jantungnya yang mendadak berbunyi lebih kencang.


"Aku pasti gila kalau memperhatikannya," gumam bening pada dirinya sendiri.


Bayu lalu membersihkan bekas makan mereka, setelah itu dia pergi ke kamarnya yang terletak di belakang dekat dengan dapur. Kalau dipikir Bening memang keterlaluan memperlakukan suaminya seperti itu, tapi dia tahu bahwa wanita ini kecewa dan ingin membuat Bayu menyerah karena penghinaan yang selama ini dilakukan oleh Bening.


Waktu telah menjelang dini hari Bayu bergegas keluar dari rumah itu menggunakan tangga untuk melompati tembok tinggi rumah. Dia tidak ingin jika satpam kurang ajar itu tahu kepergiannya kali ini.


Jaket hitam dan masker iya gunakan untuk menutupi penyamarannya.



Sebuah motor sport telah menunggunya di pertigaan jalan.


Kunci dilemparkan oleh pemilik kendaraan.


"Kau yakin boss mau pergi sendiri, tidak ingin kutemani," kata assistant pribadinya.

__ADS_1


"Kau tunggu saja disini, tunggu nyonyamu, siapa tahu ada sesuatu yang berbahaya sedang mengintainya." kata Bayu atau Wirya. Dia lalu menaiki motor itu melesat pergi membelah keheningan malam.


"Baiklah sesuai perintah tuan." jawab sekretaris itu lalu masuk ke dalam rumah dengan memanjat tembok seperti yang bossnya lakukan.


Jalan Flamboyan.


Wirya menghentikan kendaraannya disebuah rumah minimalis bercat hitam putih, dia lalu masuk ke dalamnya tanpa permisi. Nampak satu orang sedang duduk berjaga di kursi depan rumah. Pria itu lalu menegurnya,


"Mau apa kau kemari," tanya pria itu sambil mendorong dada Wirya. Tanpa banyak kata kata Wirya langsung melancarkan dua pukulan dan pria itu langsung jatuh tersungkur tidak sadarkan diri.


Wirya lalu membuka pintu rumah, berjalan masuk pelan. Dia lalu menemukan sebuah kamar yang terdengar orang sedang memadu kasih.


"Terus kan sayang ..akh..." kata sang wanita.


"Akh...siapa kau ...?" tanya wanita itu yang pertama kali melihat Wirya masuk.


Sang pria yang terkejut oleh teriakan wanitanya langsung melihat ke arah pintu, nampak Wirya yang sedang bersedekap dan bersandar di tembok pintu.


"Untung saja Bening tidak menikahi lelaki seperti mu?" kata Wirya.


Pria itu lalu berdiri dan mengambil piyama yang teegeletak di lantai lalu memakainya, sedang teman wanitanya menutupi tubuhnya dengan selimut.

__ADS_1


"Bayu atau tuan Wirya Malik yang terhormat rupanya?" kata Andi ming santai. Dia lalu mendekati nakas dan mengambil segelas wine yang ada diatasnya.


"Ada apa kiranya kau kesini menghancurkan kesenanganku, "


"Aku hanya ingin tahu alasanmu menyabotase penjualan di perusahaan yang sebagian sahamnya milikmu."


"Rupanya Bening telah menceritakan masalah itu padamu, atau kau mematai matainya selama ini?"


"Dia itu adalah istriku tentu saja menyenggolnya sama saja melukai harga diriku,"


"O..oh...padahal dia hanya menganggapmu sebagai kacungnya saja?" Andi Ming kembali menyesap minumannya.


"Apapun itu aku menikmati kebersamaan kami." Wirya lalu masuk ke dalam kamar itu.


Andi Ming duduk di kursi dekat jendela. "Jadi katakan maumu datang kemari?"


"Aku tahu kau disuruh orang untuk melakukan ini semua jadi katakan padaku siapa orang itu,Desi pacarmu itu sudah mengatakan semuanya padaku."


Andi Ming menatap tajam Desi teman kencannya itu," Jadi kau menghianatiku."


"Maafkan aku jika aku tidak mengatakannya dia akan melaporkanku pada polisi atas tindakan penggelapan uang yang aku lakukan bersamamu. Sebagian uang itu kuberikan pada orang tuaku di kampung, mereka pun akan terkena imbasnya dan ikut dipenjara bersamaku jadi aku mengatakan semua padanya." kata Desi dengan derai air mata.

__ADS_1


"Jadi bagaimana Tuan Andi Ming...kau akan jujur atau aku harus memaksamu terlebih dahulu,"


"Persetan denganmu...." Andi Ming langsung menodongkan senjata yang dia sembunyikan di bawah meja dekat kursi itu.


__ADS_2