Billionary Married Scandal

Billionary Married Scandal
Jebakan


__ADS_3

"Tuan Muda Bayu baru saja menghilang?" kata salah seorang pegawai Wirya.


"Bagaimana bisa!" seru Wirya. " Bukankah dia baru saja bersama kita." Wirya berdiri mendekati pegawai itu


Bening langsung menangis mendengar kabar hilangnya Bayu. Lovely mendekap bibinya itu dengan erat.


"Tenang, tenang kita cari dulu di seluruh penjuru rumah," ucap Edo.


"Kami sudah mencari lewat semua CCTV yang terpasang tapi ... ." Pegawai itu tidak meneruskan kalimatnya.


"Tapi apa?" tanya Wirya tidak sabar.


"Tuan muda di bawa seseorang berpakaian hitam lengkap. Seperti ninja. Setelah itu gambar tidak terlihat lagi," terang pegawai itu.


Wirya langsung ke ruang kerjanya diikuti oleh Zen.


"Sayang kau jagalah bibikmu ini dengan baik. Aku mau bermain sedikit dengan Pamanku," ucap Zen pada Lovely.


Lovely mengangguk pelan. Sara sendiri menampilkan muka cemas, dia memeluk Bening yang masih menangis.


"Tenanglah semuanya akan baik-baik saja." Sara mencoba menenangkan Bening yang nampak ketakutan.

__ADS_1


"Bagaimana jika terjadi hal buruk pada Bayu?" tanya Bening.


"Kami tidak akan membiarkan hal buruk terjadi pada keluarga kita," kata Edo tegas. Dia lalu menelfon seseorang.


Wirya segera keluar dari ruang kerjanya bersama Zen. Di luar mobil Roy telah datang menunggu kedatangan mereka.


Wirya mendekati Bening yang masih menangis. Memeluknya dan mengecup pucuk kepalanya.


"Jangan menangis terus. Aku akan membawa Bayu kembali dengan selamat," kata Wirya.


"Jika bisa jangan sakiti siapapun," kata Bening."Aku lelah dengan masalah ini. Aku hanya ingin hidup tenang.''


"Aku janji akan menyelesaikan semua permasalahan yang ada hingga ke akar-akarnya sehingga kau tidak perlu lagi takut."


"Kembalilah dengan selamat, bawa kepala mereka untuk Rihanna," kata Edo membuat Bening melihat ke arah Edo dengan tatapan aneh. Edo menyembunyikan senyumnya.


Wirya lalu pergi meninggalkan Bening. Bening hanya bisa melihat iringan mobil itu pergi hingga tidak terlihat sembari berdoa.


Rencana mulai dibuat di sepanjang perjalanan.


"Siapa orang yang kau curigai berada di balik semua kejahatan ini?" tanya Roy pada Wirya.

__ADS_1


"Aku belum bisa memastikannya jika belum melihat langsung, tapi aku sudah bisa menerkanya sendiri," jawab Wirya. Mobil membelah jalanan ibukota. Mereka mengikuti keberadaan mobil yang membawa Bayu pergi.


Dari mana mereka tahu? Ada orang dari divisi POLRI yang memberitahu ke mana arah mobil itu berjalan melalui CCTV yang ada di sepanjang jalan. Jika ada uang semua akan mudah bukan?


Hingga mereka sampai ke sebuah kompleks perumahan yang setengah jadi. Mereka bertanya pada orang sekitar jika ada yang melihat mobil dengan ciri-cirinya.


Orang Wirya mulai bergerak pelan. Mereka memutari setiap jalan untuk melihat keberadaan mobil itu, hingga mereka melihatnya berada di sebuah bangunan dengan pagar seng yang menjulang tinggi.


Semua mulai bergerak pelan dan teratur, berpencar di setiap sudut rumah. Mulai melumpuhkan siapa yang datang menghadang. Wirya bergerak paling depan. Mengatur orang-orangnya untuk bergerak. Zen berada di belakangnya. Sedangkan Roy bersembunyi dan menunggu di luar berjaga jika ada tambahan bantuan dari pihak musuh sehingga Roy bisa memblocknya dengan mudah.


Wirya bersiap masuk ke dalam rumah setengah jadi. Dia membuka pintu dengan mudah. Sesaat dia sudah merasa aneh dengan semua kemudahan ini.


Dia memandang pada Zen. Zen menyuruh seseorang untuk masuk memeriksa ruangan.


Tiba-tiba terdengar suara aneh berbunyi,


tit ... tit ... tit ...,


"Ada bom Bos," teriak salah seorang. "Kita harus pergi secepatnya dari sini."


***

__ADS_1


Datang lagi novel baru. Up setiap hari 2 sampai 4 kali. Datang dan ikuti terus yah ...



__ADS_2