Billionary Married Scandal

Billionary Married Scandal
Akhir Semuanya


__ADS_3

Wirya menghabisi siapa saja yang mendekat ke arahnya. Dia kini menjadi Wirya yang dulu yang berdarah dingin tidak melihat siapa yang ada di dekatnya.


Dalam waktu beberapa menit saja Wirya berhasil membabat habis musuhnya. Dia langsung berlari keluar ketika suara mobil mulai dinyalakan.


Dia melihat satu buah pistol berada tidak jauh darinya. Dia langsung mengambilnya dan menembak ban mobil.


Dor, dor,


Dua tembakan tepat mengenai mobil yang hampir melaju itu.


"Ayah ... ," teriak Bayu.


Wirya langsung mendekati mobil dan memecahkan kacanya.


Bayu didekap oleh kakek Bening dan pistol berada di kepalanya.


Juwita yang berada di kursi bagian depan tertawa bahagia.


''Kau maju anak ini mati Wirya," ucap Juwita.


Kakek Bening hanya diam.


"Apa yang tersisa dari kakek tua ini, jika anaknya saja telah kau habisi kau pun akan merasakan bagaimana sakitnya kehilangan anak," kata Kakek Bening.

__ADS_1


Wirya masih siaga, tetap menodongkan pistolnya.


Mata Bayu berkedip pada ayahnya. Lalu anak itu menyodok keras perut kakek Wirya dengan sikunya. Kakek Bening kehilangan konsentrasi karena rasa sakit di uluhatinya.


Dan itu menjadi kesempatan untuk Wirya menembak kepala kakek Bening.


Dor, darah muncrat ke tubuh Bayu.


Juwita yang terkejut berteriak hendak menembak Wirya namun tangannya di tembak dengan satu tembakan saja.


Wirya segera membuka pintu mobil itu dan menggendong Bayu yang ketakutan melihat banyaknya darah. Sopir yang sedang duduk di kursi kemudi hanya bisa mengangkat kedua tangannya menyerah.


"Kau tidak apa-apa Nak?" tanya Wirya memeriksa keadaan Bayu. Anak itu hanya mengangguk masih sok dengan kejadian yang tadi dialaminya.


"Ayah,'' teriak Juwita, menangis melihat ayah mertuanya yang sangat menyayangi dia dan anak-anaknya, mati terkapar di hadapannya.


Wirya hanya melihat Kakek Bening dengan sengit lalu berjalan meninggalkan kedua orang itu. Polisi segera datang setelah mendengar keributan.


Zen dan Roy datang kemudian. Mereka tersenyum ternyata paman mereka lebih berpengalaman dan cerdik dibanding mereka.


"Aku kira paman telah mati terkena bom itu, aku tidak mengira paman malah masih hidup dan dapat menyelamatkan Bayu sendirian," kata Zen.


Wirya hanya bisa menarik sudut bibirnya. Dia sudah sangat lega bisa menyelamatkan anaknya. Hingga tidak bisa berkata-kata lagi.

__ADS_1


"Kau yang menghabisi mereka sendiri Paman?" tanya Roy.


"Sudah pasti paman siapa lagi?" jawab Zen menonyor kepala Roy.


"Memang keluarga Malik hebat. Aku bangga menjadi bagian keluarga itu," ujar Roy.


"Di dalam terdapat gudang narkoba. Saya sebagai KAPOLDA mengucapkan banyak terima kasih karena anda telah menangkap dan membongkar keberadaan gudang sudah kami cari bertahun-tahun," kata Pak POLISI sembari memberi hormat pada Wirya.


"Itu sudah menjadi tugas saya sebagai warga negara di sini," jawab Wirya.


"Ini adalah sebuah penemuan yang luar biasa dan terbesar sepanjang tahun ini."


Wirya hanya tersenyum saja.


Sebuah mobil masuk ke dalam area yang sudah ditutupi garis polisi. Bening keluar dengan muka yang sembab. Wirya yang sedang duduk lalu berdiri menghampiri wanita itu sembari menggendong Bayu.


''Ibu ... .'' teriak Bayu senang.


Bening menghapus air matanya.


''Kau tahu jika aku sangat mengkhawatirkan keadaanmu?" tangis Bening. Memukul pelan lengan Wirya.


"Bukankah sudah kukatakan jika aku akan membawa Bayu lagi dalam keadaan selamat," jawab Wirya. Wirya merengkuh tubuh Bening dan memeluknya erat dengan satu lengannya.

__ADS_1


"Kakekmu telah meninggal Bening," kata Wirya.


__ADS_2