
Bening sedang berada di walk in closet untuk menyiapkan pakaian yang akan dikenakan oleh Abi. Dia adalah assistent pribadi Abi, semua pekerjaan berkaitan dengan pria itu selalu dilakukan baik oleh Bening. Dari menyiapkan kopi di pagi hari, menyiapkan bajunya, makanannya, dan schedule milik Abi dia yang membuatnya. Hingga malam pun tugasnya belum selesai, dia harus menyiapkan pakaian untuk pria itu tidur dan memastikan semuanya berjalan dengan baik.
Abi keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai celana boxer. Sebuah pemandangan biasa bagi Bening. (Bagi Bening tubuh Wirya terlihat lebih bagus dibanding dengan Abi walau tubuh dan paras pria itu diatas rata rata bagi kebanyakan kaum hawa.)
Abi terkadang melakukan ini untuk menjerat Bening agar terpana padanya seperti kebanyakan wanita yang telah berkencan dengannya. Tapi sayangnya wanita itu terlihat tidak merespon apa lagi terpesona malah terkesan cuek pada penampilannya yang menggoda mata hawa.
Bening mengambil sebuah handuk dan melap tubuh Abi yang masih basah di bagian punggungnya.
"Kau itu seperti Bayu saja tidak bisa memakai handuk dengan benar," omel Bening. Lalu melempar anduk itu agar Abi mengelap bagian bahu dan dada pria itu sendiri. Perlakuan Bening membuat Abi kikuk. Jika itu hal biasa baginya, semenjak dia tertarik pada Bening, satu perlakuan manis dari wanita itu serasa hukuman indah baginya. Tubuhnya meremang, handuk itu menyentuh kulitnya tapi itu terasa seperti sentuhan dari Bening langsung. Pikiran gila Abi ingin melakukan lebih dari itu.
"Kau jangan berfikir macam macam," kata Bening dia seperti cenayang yang dapat membaca fikiran lelaki itu. Tangan Abi menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Ini jasmu dan dasimu, sepatumu seperti biasa kuletakkan di bawah tempat tidur. Dan kopimu ada di balkon kamar, aku akan pergi ke kamar Bayu, dia pasti sudah bangun dan akan mencariku." kata Bening.
"Bening tunggu..." panggil Abi, Bening yang hendak membuka pintu, membalikkan tubuhnya.
"Janganlah selalu membuatku nyaman sekarang, aku takut kepergianmu akan membuat luka dihatiku lebih dalam," kata Abi dengan wajah serius.
Bening menarik paksa bibirnya mencoba tersenyum. Dia menundukkan wajahnya dan pergi dari kamar Abi.
Tubuh Abi melemas setelah mengatakan itu. Dia mendudukkan dirinya dipinggir tempat tidur. Memikirkan semua hal tentang Bening.
Abi sendiri sempat mendengar suara dari kamar Bening. Dia menebak jika Bening sedang berbincang dengan Wirya. Siapa lagi pria yang berani mendatangi kamar Bening, bahkan hingga hari ini Abi tidak diperbolehkan masuk ke kamarnya walau untuk perkara kecil apa pun itu.
Bening langsung menuju kamar Bayu. Anak itu masih tertidur nyaman di kamarnya. Bening membuka tirai kamar Bayu dan menggoda anak itu, menciumi dan menjawil pipinya. Sesuatu yang sangat tidak disukai si kecil.
"Ibu jangan memegang pipiku, aku masih mengantuk bu..." kata Bayu. Menggeser tubuhnya dari jangkauan Bening.
"Ya Tuhan...anak ibu malas sekali ini sudah siang dan kau belum bangun bahkan ayam sudah bangun dari tadi pagi buta."
"Bu...ayamnya suruh libur dulu berkokoknya, aku masih mengantuk..." jawab Bayu.
Ayam libur berkokok...Bening tersenyum geli mendengar jawaban anaknya yang terkadang lucu dan tidak masuk akal.
"Ya sudah...ibu mau berangkat dahulu kau mandi saja dengan mbak pengasuh. Ibu sudah kesiangan."
__ADS_1
Bayu langsung duduk dihadapannya dengan mata yang masih tertutup. Dan bibir yang manyun.
"Aku mau mandi sama ibu saja tapi gendong dulu," kata Bayu sambil mengangkat kedua tangannya.
Bening menggendong Bayu.
"Kau sudah besar ibu sudah tidak kuat lagi untuk menggendongmu," kata Bening.
"Akh...aku masih suka sigendong Bu, Daddy yang akan menggendongku jika ibu sudah tidak kuat lagi."
"Memang daddy Abi masih mau menggendong tubuh beratmu ini?"
"Daddy sangat menyayangiku pasti mau melakukanya," kata Bayu. Jawaban Bayu membuat hati Bening merasa sedih. Semua terasa tidak mudah.
Jika dia memilih bersama Abi, maka Wirya akan tersakiti disini dan jika dia memilih Abi maka Abi juga akan sangat terluka. Abi sangat menyayangi Bayu seperti anaknya sendiri selama ini.
Setelah memandikan dan merapikan Bayu. Bening membawa anak itu menuju ruang makan. Sepanjang jalan, anak itu berceloteh tentang teman barunya di PAUD tempatnya bermain dan belajar.
"Kata bu guru aku harus bawa makanan yang ada sayurnya, bu."
"Seharusnya ibu membawakannya,aku jadi marahin ibu guru kemarin karena tidak membawa sayur,"
"Khem...khem..." sebuah suara deheman membuat Bening terkejut. Dia menengok ke asal suara.
"Kau...untuk apa pagi pagi kau kemari?" kata Bening setengah berteriak.
"Hallo om ganteng..." sapa Bayu pada Wirya. Bening menatap tidak percaya. Bayu yang mempunyai sifat tidak mau bergaul dengan orang asing kini bersikap baik pada Wirya.
Wirya mendekati Bayu dan mencium pipi gembilnya sembari melirik pada Bening yang masih terkejut karena jarak dekat diantara mereka.
"Kau sudah wangi sekali sayang?" kata Wirya pada Bayu tetapi melihat ke arah Bening.
"Aku baru saja mandi bersama ibu." jawab Bayu.
"Mau apa pagi pagi kau kemari?" tanya Bening lagi.
__ADS_1
"Untuk menemui anakku dan istriku," jawab Wirya enteng.
Abi yang baru saja turun dari kamarnya melihat interaksi ketiga orang didepannya. Dia memandang tidak suka tapi dia tidak bisa berbuat apa apa kecuali Bening tidak ingin menemui pria itu lagi.
"Hai Bi...bolehkah aku ikut sarapan dengan kalian hari ini?" kata Wirya jelas tanpa malu malu.
"Tidak apa apa, Bening pasti sudah menyiapkan makanan untuk kita semua," jawab Abi.
Semua lalu pergi ke ruang makan disana nampak ibu Abi sedang membaca koran sembari menyesap kopinya.
"Eh...nak Wirya pagi pagi sekali sudah datang," sapa wanita paruh baya itu pada Wirya. Dia berdiri dan menyalami Wirya.
"Aku ingin sarapan disini bersama anak dan istriku jika kau mengijinkannya," kata Wirya. Tasya menatap pada Abi. Lalu tersenyum cerah kembali,
"Tentu saja boleh, aku tidak menyangka jika Bayu adalah anakmu."
"Aku juga tidak mengerti selama ini jika memounyai seorang istri dan seorang anak. Tapi kini aku bahagia telah menemukan mereka kembali," jawab Wirya terus terang pada Tasya.
"Dan aku sangat berterimakasih pada Abi karena telah menjaga istri dan anakku dengan baik selama ini," kata Wirya lagi, itu semacam penegasan bahwa Bayu adalah anaknya dan Bening masih istri sahnya.
"Ya Tuhan, aku selama ini hanya MENJAGA ISTRI ORANG saja. Bahkan aku tidak punya kesempatan sama sekali," batin Abi.
Votenya dong...ini hari senin...
like
dan koment biar masuk ke dalam jajaran rangking novel terbaru.
Jika novel ini naik ratenya aku janji akan beri kalian hadiah pulsa pada akhir bulan.
Hadiah akan diberikan pada tiga orang pemberi dukungan terbanyak.
Rangking 1 akan mendapatkan voucher pulsa seratus ribu
rangking dua dan tiga akan mendapat voucher pulsa masing masing lima puluh ribu.Pengumumannya pada tanggal 01 juli 2021.
__ADS_1
Jadi favoritkan dan beri dukungan sebanyak banyaknya.