
Wirya mengetuk meja dengan jari telunjuknya berkali kali. Dia memikirkan hubungannya dengan Bening dan Bayu...anak itu apakah mungkin itu anaknya? Jika seperti itu apa yang harus dilakukannya untuk mendekati keduanya tanpa menimbulkan kecurigaan di hati Bening.
Abi lelaki itu pasti akan menjadi penghalang besar bagi kehidupannya, secara dia yang telah memberi mereka kehidupan yang aman dan layak, dia juga terlihat sangat menyayangi Bayu juga mencintai istrinya.
Kevin Xu datang ke dalam ruangan Wirya. Ruangan itu sunyi dan sepi seperti berada di ruangan angker berpenghuni setan ganas. Semenjak dia membohongi atasannya itu nasib Kevin berada di ujung tanduk, masih untung tuannya tidak membunuhnya, dia hanya mendiamkannya untuk beberapa hari tanpa mau membalas sapaannya, bahkan melihatnya pun tuannya tidak mau. Wirya menjadikan sekretris wanita menjadi tangan kanannya kini, sesuatu yang membuat dada Kevin sesak karena tidak dipercaya lagi melakukan tugasnya.
"Tuan saya ingin mengajukan surat pengunduran diri, saya lihat anda tidak membutuhkan kehadiran saya disisi anda,"
kata Kevin Xu gemetar.
Wirya yang sedang menunduk, beralih menatap Kevin dengan mata elangnya yang seperti ingin menguliti tubuh Kevin.
"Bukannya kau memperbaiki kesalahanmu kau malah ingin pergi, hanya sebatas itukah pengabdianmu padaku. Berapa kakak membayarmu untuk berbohong padaku..." kata Wirya tajam.
Perkataan Wirya membuat hati Kevin sakit, dia bukan bermaksud mengkhianati Wirya, tapi dia hanya setuju untuk membuat pria itu melupakan istrinya. Tapi ternyata yang dipikirkannya baik itu salah. Tuannya terlalu pandai untuk dibohongi.
"Beri saya kesempatan untuk memperbaiki kesalahan saya pada tuan, saya akan melakukan yang terbaik," kata Kevin sembari setengah membungkukkan badannya.
"Bukan hanya kesempatan saya ingin loyalitasmu seumur hidup," kata Wirya.
"Saya rela menyerahkan tubuh dan jiwa saya untuk melayani tuan seumur hidup,"
"Bukan hanya aku tapi keluarga ku juga dan jadikan itu prioritas hidupmu,"
"Keluarga... saya akan loyal terhadap keluarga besar Malik,"
"Bukan tapi anak dan istriku..." kata Wirya
"Anak dan istri tuan?"
"Ku kira bekerja denganku selama ini membuat otakmu bisa berfikir cepat sepertiku tapi cara berfikirmu itu sangat lamban."
__ADS_1
"Maksud tuan nona Bening sudah mempunyai anak dari tuan, bukankah anak itu hasil perselingkuhan nona dengan pria lain? Itu uang saya ketahui tuan,"
"Kau itu sangatlah bodoh seharusnya kau selidiki dulu DNA anak itu denganku baru kau mengambil keputusan. Kau beramsumsi bahwa Bening hamil anak pria lain tanpa menyelidikinya, kau hanya mengikuti kata hatimu tanpa fakta yang jelas,"
"Waktu itu jelas tertulis bahwa ayah anak itu bukan anda tuan,"
"Tertulis dimana?"
" Saya melihat nyonya sehabis memeriksakan kandungannya..Saya mengeceknya di data rumah sakit. Saat itu dia bersama ibu dari pria itu dan saya juga melihat dia dijemput oleh seorang pria, saya tidak melihat jelas siapa pria itu. Setelah itu saya memberitahukan hal ini pada tuan Edo, tuan Edo menyelidikinya dan menemui nyonya. Nyonya menolak untuk pulang dan mengatakan dia sedang hamil anak pria lain,"
"Dan kau tidak menyelidiki ini sendiri tapi menyerahkan masalah ini pada kakak..."
Kevin semakin merasa bersalah karena menuduh istri bosnya telah berselingkuh, apapun alasannya untuk membenarkan dirinya tetaplah salah.
"Kau tahu sendiri dari awal kakak tidak menyetujui hubungan kami..."
Kevin mendongakkan kepalanya menatap tuannya dengan rasa tidak percaya.
"Tidak semuanya, sebagian ingatanku telah kembali seiring kembalinya Bening dalam kehidupanku walau aku belum bisa membawanya pulang ke rumah."
"Syukurlah...jika sudah ingat apakah tuan ingat kejadian kecelakaan itu yang membuat tuan cedera hebat dan hampir merenggangkan nyawa,"
"Belum...aku hanya ingin fokus pada Bening dan anakku terlebih dahulu, tapi tunggu kemarin ada beberapa orang yang ingin membunuh wanita itu atau ingin membunuh Abi, pria yang bersama Bening, adakah hubungan kecelakaan dahulu dengan kejadian kemarin?"
"Saya tidak tahu tuan akan saya selidiki masalah ini secepatnya, tapi saya ingat awal tuan ingin menikahi wanita itu karena balas budi tuan pada ayah nyonya. Tuan tahu jika nyawa nyonya sedang dalam bahaya dan tuan ingin bisa melindunginya siang malam dengan cara menikahinya. Padahal usia nyonya saat itu masih muda baru menginjak dua puluh dua tahun." kata Kevin mengenang kejadian empat tahun silam.
"Kau mengejek jika aku sudah tua ?"
"Dibanding umur tuan, jarak umur kalian itu lima belas tahun tuan."
"Kau mau mengatakan jika aku menikahi daun muda,"
__ADS_1
"Bukan begitu maksud saya tuan, niat tuan waktu itu menyelamatkan nyawa nyonya tapi pesona nyonya membuat tuan takluk dan membuat tuan jatuh cinta padanya. Sesuatu yang belum pernah saya lihat sebelumnya," kata Kevin tersenyum.
Wirya mengakui jika Bening memang wanita yang mempesona setiap mata pria yang memandangnya.
"Dan kini dia makin terlihat cantik..." ingatan Wirya kembali pada kejadian semalam. Dimana dia bisa menatapnya wajahnya dan memeluk tubuhnya.
"Anda terlihat bahagia kembali tuan!" ujar Kevin melihat sinar bahagia di mata tuannya itu. Wirya hanya tersenyum kepadanya.
Kevin sendiri rindu kebersamaan dengan tuannya yang seperti sahabat dulu. Kini dia hadus bersikap layaknya bawahan pada atasannya, monoton. Kevin ingin mengundurkan diri keluar dari ruangan tapi Wirya kembali memberi perintah.
"Kau hubungi Rudy untuk memberikan undangan pesta anniversary pernikahannya kepada Abi dari perusahaan Angkasa Jaya Stell, pria itu juga salah satu relasi Rudy. Dan katakan pada Rudy agar Abi membawa pasangannya."
"Tuan Rudy...?" kata Kevin tidak tahu apa yang direncanakan oleh tuannya itu.
"Ya...dia bukan dari keluarga Malik tapi ada hubungannya. Jika ini undangan dari keluarga Malik, Bening tidak mungkin mau datang."
"Dan juga minta berkas penyelidikan masalah kecelakaan itu pada Zen, dan minta anak itu untuk menemuiku,"
"Tapi tuan Zen sedang pergi berlibur bersama keluarganya keluar negeri. Kalau begitu hubungi dia tanyakan dimana berkas berkas itu disimpan. Dan minta padanya untuk menemuiku setelah kembali dari liburannya,"
"Saya rasa tuan Edo tahu tentang masalah kecelakaan itu,"
"Aku tidak ingin membawa kakakku kedalam masalahku saat ini."
Wirya lalu berdiri mengambil jas yang tersampir di kursinya.
"Aku akan pergi kau urus semua masalah dikantor hari ini dan jangan semua lupa perintahku semua harus selesai dalam waktu dua hari saja." kata Wirya melenggang pergi untuk menguntit Bening lagi.
"Hubungi boss Rudy tentang undangan itu, ambil berkas penyelidikan dan menghubungi tuan Zen. Menyelidiki tentang percobaan pembunuhan terhadap nyonya kemarin, belum lagi schedule pekerjaan tuan hari ini harus aku yang menyelesaikan." gumam Kevin sambil menepuk jidatnya.
"Apalah itu tuan, hanya saja saya ikut bahagia jika anda menemukan kebahagiaan tuan." batin Kevin.
__ADS_1
Jangan lupa kasih Vote untuk mendukung karya ini juga tinggalkan jejak like juga koment kalian membuat semangatku untuk menulis lebih banyak part.