Billionary Married Scandal

Billionary Married Scandal
Mencari kebenaran


__ADS_3

Semua kata kata Edo, kakaknya terngiang di sanubari Wirya. Dia tidak tahu harus berbuat apa untuk meyakinkan dirinya bahwa Bening tidak seburuk yang orang orang katakan.


Dia mulai menyelidiki nama Bening di semua situs jaringan internet, berharap ada yang bisa dia temukan jejak keberadaannya kini.


Berbekal satu lembar foto kopi cetakan surat nikah dan sebuah foto yang tidak sengaja dia temukan tadi di kamar apartemennya, dia mulai mencari Bening.


Perburuan dimulai, mulai dari situs kependudukan, situs kesehatan, hingga situs travel. Dan akhirnya dia menemukan sebuah petunjuk bahwa Bening baru saja datang ke Indonesia beberapa hari lalu, tepat ketika dia juga datang ke Indonesia. Salinan tiket itu merujuk pada tagihan pembayaran yang dilakukan oleh PT. Angkasa Jaya Stell. Perusahaan milik Abi.


Dia lalu mencari keterkaitan Bening dengan perusahaan itu, memasuki sistem pengamanan sebuah perusahaan bukanlah hal yang susah baginya. Dalam waktu singkat dia sudah mendapatkan apa yang diinginkannya.


Sebuah alamat rumah...


Senyumnya mengembang sempurna, dia menulis alamat rumah itu yang tidak jauh dari lokasi dimana rumahnya tinggal. Sebuah perumahan elit.


Ini sudah pukul satu dini hari tapi tidak membuat semangat Wirya pudar. Dia mengambil satu motor hitam sportnya dan pergi menggunakannya. Wirya membelah jalanan malam ibukota yang masih sepi. Dia mengendarainya dengan kecepatan penuh. Tidak sabar dengan apa yang akan dilihatnya nanti, apakah kebenaran yang Edo katakan benar adanya.


Wirya memasuki kompleks perumahan yang dijaga oleh Satpam dipintu masuk. Memberikan kartu identitasnya lalu memasuki kompleks perumahan itu. Mencoba memelankan motornya mencari nomor rumah yang dituju.


Motornya berhenti pada satu rumah besar dan mewah. Mencocokkan nomor rumah itu, lalu memarkirkan kendaraannya jauh dari rumah itu agar tidak kelihatan mencolok.


Dengan didukung oleh proporsi tubuhnya yang tinggi dan besar, Wirya menaiki tembok tinggi rumah itu dengan sekali lompat, lalu turun ke halaman rumah itu. Mengendap endap melihat situasi sekitar rumah.


Dia menangkap sebuah bayangan dari samping rumah. Wirya mengendap menuju arah bayangan itu. Terlihat satu wanita yang berpelukan dengan seorang pria, yah dia kenal pria itu adalah Abi dan wanita itu masih belum tampak wajahnya.


Wirya mencoba mendekati kedua insan itu, jantungnya berdegub kencang semoga wanita itu bukanlah istri yang dicarinya.


Setiap detik terasa sangat lama baginya. Bagai menunggu kematian yang akan hadir merengut jiwanya dia merasakan sesak dan lemas tatkala wanita itu berdiri sambil menundukkan wajahnya, dia nampak seperti wanita dalam foto itu, tapi itu baru terlihat dari samping.

__ADS_1


Tiba tiba Abi menarik tangan wanita itu dan menciumnya, seketika Wirya memalingkan wajahnya dan membalikkan badannya dia tidak mampu melihat kenyataan ini, kenyataan dimana istrinya bersama pria lain. Sakit bagai dihujami oleh pisau es yang dingin, hatinya membeku, tapi sakit itu terasa hingga ke relung hatinya yang terdalam. Wirya mundur tanpa sengaja menyentuh sebuah pot bunga besar.


Brukk...


Pot bunga itu jatuh menimbulkan suara yang keras ditengah heningnya malam membuat orang yang mendengarnya langsung berlari ke arah asal suara.


"Apa yang jatuh Bi,..." tanya seorang wanita.


"Hanya sebuah pot yang terjatuh," jawab Abi.


"Bagaimana bisa jatuh padahal pot bunga itu besar dan kokoh, andaikata tersentuh kucing atau terkena anginpun tidak akan jatuh." kata Bening yang datang mendekati Abi.


"Nanti biar mang Tarjo yang membersihkannya. Mang bereskan ini semua sebelum nyonya besar melihatnya." kata Abi pada seseorang yang sedang berdiri di hadapan mereka.


"Iya tuan segera saya akan membersihkannya."


"Dan kau Bawor kau harus menjaga rumah ini dengan baik, lihat rekaman cctv apakah ada yang menyusup rumah ini tanpa kau ketahui." kata Abi pada Satpam rumahnya setelahnya Abi merengkuh pundak Dewi dan berjalan masuk rumah.


Wirya hanya bisa diam di tempat persembunyiannya melihat semua kenyataan dihadapannya. Abi adalah suami Bening, istrinya sendiri. Ataukah dia sudah dianggap mantannya atau dianggap mati oleh wanita itu.


Kenyataan itu membuat hancur hatinya, tidak mudah baginya mengeluarkan air mata hanya bisa merasakan pedihnya ditinggalkan dan diduakan.


Wirya kembali melangkah ke jalan yang dilaluinya ketika masuk ke rumah ini. Sesampainya di kendaraannya dia membalikkan tubuhnya melihat rumah besar itu, dimana sumber kehidupannya tinggal kini telah mengkhianatinya.


Dia mulai menaiki motornya dan pergi dari rumah itu secepatnya.


Flashback.

__ADS_1


Bening tidak bisa memejamkan matanya memikirkan pertemuannya yang tidak sengaja dengan Wirya. Dia lalu berjalan keluar dari rumah mencari udara segar di malam yang pekat ini.


Sebetulnya mengapa lelaki itu tidak menyapanya ketika dia melihat Bening? Apakah dia begitu marah karena ditinggalkannya atau dia malas untuk menemuinya setelah mengetahui kabarnya dari kakak iparnya. Mereka tahunya Bening sudah menduakan Wirya tapi mereka semua tidak tahu jika dia melakukan ini untuk kebaikan pria itu dan untuk keselamatannya.


Akh... semua terasa menyesakkan dan menyedihkan bagi wanita. Bening menatap langit malam, dimana dia dan Wirya berada di satu langit yang sama. Andai saja pria itu kini berada didekatnya tentu dia akan merasa sangat bahagia karena bisa melihatnya walau sekejap. Tapi dia cukup bersyukur keadaan Wirya sudah pulih seperti sediakala. Tidak terlihat bekas luka kecelakaan yang timbul dan terlihat oleh mata.


Abi yang sedang berjalan dari luar melihat Bening sedang sendiri di teras samping rumah dia mendekati pintu kaca, membukanya dan mendekati Bening yang tidak sadar akan kehadirannya.


"Apa yang sedang kau lamunkan?" pertanyaan Abi yang tiba tiba membuat Bening terkejut.


Wanita itu menepuk lengan Abi keras.


"Kau mengagetkan aku saja?" kata Bening.


"Kau sedang memikirkan suamimu?" kata Abi memulai pembicaraan mereka.


Bening terkejut dengan pertanyaan dari Abi. Lelaki itu malah tersenyum penuh arti pada Bening.


"Aku sudah tahu semuanya jika kau adalah istri dari Wirya Bayu Pradana Malik."


Bening tak bisa menjawab hanya buliran air matanya saja yang keluar. Dan itu menggambarkan kesedihan yang disembunyikannya selama ini.


Melihat Bening menangis Abi menarik Bening dalam pelukannya.


"Jangan jangan menangis aku tidak sanggup melihat kesedihanmu itu...kau selama ini memberikan kebahagiaan padaku, kini giliranku agar bisa memberikan kebahagiaan padamu."


Bening mengendorkan pelukannya mendemgar kata kata Abi. Dia mendongak melihat maksud dari perkataannya, tapi Bening tidak sanggup menatapnya dia lalu menundukkan wajahnya tapi kedua pipinya ditangkup oleh Abi dan tiba tiba saja Abi menciumnya tanpa aba aba. Bening mendorong tubuh Abi seketika itu juga sebuah suara keras terdengar.

__ADS_1


Brukk... sebuah pot bunga besar jatuh.


Flash back off


__ADS_2