
Bening kembali ke rumah Abi disambut dengan tatapan dingin lelaki itu.
"Daddy..." teriak Bayu yang langsung lari mendekati Abi.
"Bagaimana keadaanmu sayang, daddy sangat kesepian ditinggalkan kau sendiri," kata Abi memeluk tubuh mungil milik Bayu.
"Aku tidak boleh pulang sama om. Katanya aku disuruh menginap saja kemarin," kata Bayu sembari mengerucutkan bibirnya menatap Wirya.
"Abi aku..." kata Bening tidak enak,tapi kalimatnya terpotong ketika melihat gerakan tangan Abi.
"Bayu sekarang masuk dulu ke dalam kamarmu, daddy ingin berbicara dengan ibumu." kata Abi.
Bayu masih enggan melepaskan diri dari Abi. Dia menatap Abi.
"Ekhmmm...anak daddy masih rindu dengan Daddy, baiklah nanti Daddy tidak akan pergi ke kantor dan akan menemanimu seharian," kata Abi.
"Tapi....biarkan Daddy bicara terlebih dahulu dengan ibumu ini, okey..." kata Abi, Bayu langsung menurut dia pergi ke dalam kamarnya.
Wirya sendiri duduk santai di sofa dengan tangan direngganggakan. Bening duduk bagai terdakwa. Dia sangat merasa bersalah karena telah menyakiti hati Abi tanpa sengaja.
"Sekarang katakan padaku... kau ingin kembali lagi padanya?"
"Dia itu istriku Bi tentu saja dia akan kembali padaku,"
"Aku tidak bertanya padamu Tuan Wirya yang terhormat, lagi pula empat tahun ini dia hidup bersamaku bukan dirimu. Kau bersama dengannya hanya sebentar saja, jadi aku punya hak berbicara disini," kata Abi dengan nada tinggi.
Wirya mengepalkan tangannya marah. Tapi ditahannya bagaimanapun dia berhutang banyak pada pria itu.
"Katakan Dewi apakah kau akan kembali padanya?"
" Aku..."
"Akh..."Abi menyapu tangannya hingga tanpa sengaja mengenai sebuah vas disampingnya.
Pyaaar...
"Tinggal katakan saja...kau ingin kembali padanya?" tanya Abi.
"Aku hanya ingin semuanya baik baik saja?"
"Baik baik katamu...kau tahu hatiku sakit rasanya, andai kau pergi aku bukan hanya terluka karena kepergianmu tapi aku juga terluka karena berpisah dengan Bayu, kau fahu rasanya berpisah dengan seorang anak yang selama ini bersamamu, sakit Wi ... sakit..."
"Hubungan kami melebihi hubungan seorang ayah dan anak, kini kau ingin memisahkannya dariku. Kau saja yang pergi dengan lelaki itu tapi jangan Bayu. Dia tetap ikut bersamaku," kata Abi lagi mengeluarkan uneg uneg hatinya.
__ADS_1
"Abi aku ingin kita membicarakan ini tanpa emosi?" kata Wirya tenang.
Abi melengos dan kembali duduk dengan tangan bersedekap di dada.
"Kau tahu jika Bening itu istriku dan Bayu adalah anakku. Egoiskah aku jika ingin membawanya pulang?" tanya Wirya.
"Kita sama sama sebagai seorang lelaki tentu ingin memiliki keluarga yang utuh dan bahagia. Aku rela melepaskan Bening jika ternyata dia mencintaimu. Tapi kenyataannya dia masih mencintaiku dan hubungan kalian tidak lebih dari seorang sahabat saja. Sungguh aku tidak bermaksud menyakitimu. Tapi andaikata kau diposisiku apakah kau rela anak dan istrimu hidup bersama pria lain?"
"Abi maafkan aku..." kata Bening. Abi menatap Bening sekilas lalu matanya menerawang jauh ke atas.
Mereka bertiga terdiam untuk sesaat, larut dalam fikiran masing masing.
"Apakah kau ingin kembali pada suamimu Dewi?" tanya Abi tiba tiba dengan nada yang terlihat lebih tenang.
Bening menatap pada Wirya dan pria itu tetap duduk bersandar santai di sebelah Bening.
"Ku kira aku tahu jawabanmu." Terdengar helaan nafas panjang dari Abi.
"Aku tahu ini berat untukmu, apalagi untukku. Kau tahu sendiri aku berjuang bertahan hidup tanpa seorang istri disampingku,"
"Aku tidak tahu jika Dewi adalah istrimu, jika aku tahu sewaktu Dewi melahirkan dulu kuberikan Bayu padamu dan kukatakan bahwa anak ini anakmu,"
"Kau berada disana waktu itu?" tanya Bening pada Wirya. Lelaki itu hanya menganggukkan kepalanya.
"Sungguh maafkan aku, aku memang istri yang sangat buruk untukmu," tangis Bening.
"Tidak jangan menangis, bagiku kau sudah kembali padaku itu sudah lebih dari cukup," peluk Wirya.
"Aku benci ini ...sebaiknya aku pergi saja hatiku sakit melihat kebersamaan kalian." kata Abi terang terangan lalu meninggalkan mereka berdua pergi ke kamar Bayu. Hatinya sakit tapi sangat egois jika dia menyekap istri orang dalam rumahnya.
Abi melangkah pelan memasuki kamar Bayu. Anak itu sedang bermain robot Transformer kesukaannya.
"Hei boy...?" sapa Abi.
"Daddy...yuk main bersama Bayu. Daddy bersama Bumble Bee seperti biasa dan aku Optimus Prime," ajak Bayu.
Abi duduk di samping Bayu dan mulai bermain bersamanya.
"Muka daddy kelihatan sedih..." tanya Bayu. Biasanya Abi terlihat ceria dan banyak bergurau dengan Bayu dan kini Abi lebih banyak diam dan hanya memperhatikan Bayu saja.
Abi mengangkat tubuh Bayu dan memangkunya. Dia mencium pucuk kepala Bayu.
"Om Wirya baik tidak dengan Bayu?" tanya Abi lirih.
__ADS_1
"Dia baik om...Bayu boleh meminjam swmua mainan anaknya. Rumah itu sangat besar sekali seperti sebuah benteng karena tembok yang mengelilinginya tinggi. Dan om tahu ada kamar khusus mainan, semua mainan ada disana...aku suka berada disana?"
"Oh ya...yang jadi anak om Wirya pasti senang memiliki itu semua?"
"Iya daddy...semuanya ada disana...hanya saja disana sepi...tidak seperti disini ada daddy dan juga nenek yang menemani jika ibu dan daddy pergi bekerja."
"Kalau Bayu jadi anak om Wirya suka?" tanya Abi hati hati.
Bayu lalu membalikkan badannya menghadap Abi.
"Bayua anak Daddy jadi Bayu suka jadi anak daddy. Daddy selalu mengajak bermain Bayu dan Bayu suka itu...Daddy adalah ayah terbaik di dunia..." jawab Bayu. Abi lalu meneteskan air matanya dan mendekap tubuh kecil dan gempal itu.
"Daddy juga sangat sayang pada Bayu..."
"Daddy mengapa menangis...maaf jika tadi Bayu cerita rumah om Wirya dan membuat Daddy sedih," kata Bayu menyeka air mata di wajah Abi.
"Daddy tidak apa apa, Sayang," kata Abi menyeka air matanya. " Hanya tadi ada kotoran saja yang masuk ke mata dan membuat pedih," kata Daddy pura pura mengosok matanya.
"Bayu sayang sekali pada Daddy..." kata Bayu memeluk Abi dengan erat.
"Dan daddy juga sangat sayang padamu..." kata Abi.
"Besok Daddy antar aku ke sekolah baruku yah! Nanti biar teman teman Bayu pada lihat semua kalau Daddy Bayu itu ganteng dan keren..." ujar Bayu yang membuat Abi tertawa.
"Bayu daddy ingin bicara, ingin ngomong sama Bayu,"
"Omong apa..."
"Daddy mau pergi jauh jadi Ibu dan Bayu tinggal dirumah om Wirya dulu yah..."
"Ke Amerika lagi daddy...Bayu ikut aja kesana...nggak seru kalau nggak ada daddy. Om wirya ngobrol terus sama ibu, nggak asik, Bayu mainan sendiri sama om Kevin," adu Bayu.
Abi membuka mulutnya lebar. Wirya dan Bening yang menguping dari tadi ikut membuka mulut tidak percaya perkataan Bayu. Bening memukul pelan lengan Wirya.
"Kau tidak diperhatikan disana?" tanya Abi lagi.
"Om Wirya baik dan mengajak aku main tapi sukanya ajak ibu main kekamarnya terus..."
"Oh...begitu...om mu memang nakal,"
"Ya sudah biar Bayu ikut om saja..."
"Jangan...!"
__ADS_1
"Jangan...!" kata Wirya dan Bening masuk berbarengan. Bayu dan Abi terkejut melihat keduanya masuk bersamaan.