Billionary Married Scandal

Billionary Married Scandal
Disagrement Family


__ADS_3

Tasya merasa terkejut mendengar pernyataan Wirya yang menyebut nama Bening Dewi ini suatu kebetulan atau pria dihadapannya ini adalah istri dari Dewi. Dia lalu menetralkan hatinya, menampilkan wajah datar. Bagi Wirya yang pernah menjadi seorang perwira polisi dia dapat menangkap kejangggalan dari ekspresi sepersekian detik yang ditampilkan oleh wanita paruh baya di hadapannya.


 


"Apakah anda mengenal wanita dengan nama itu."


"Ibuku namanya Dewi," kata Bayu polos sembari memainkan pesawat.


 


Semua orang yang berada ditempat itu memandang Bayu.


"Maksudnya nama istriku itu Dewi," kata Abi menjelaskan perkataan Bayu yang membuat orang ditemat itu panas dingin.


"Lagian tidak mungkin juga Dewi itu istri kita berdua," tegas Wirya yang tidak tahu kenyataan sebenarnya. "Oh, ya sebentar lagi aku punya temu janji dengan klien lainnya. Aku mau undur diri dulu. dan soal kerja sama kita, kita bisa membuat jadwal ulang untuk pertemuan selanjutnya.


 


'Baiklah kalau begitu, lagi pula ini sudah melebihi dari jam makan siang." lanjut Abi.


 


Sepeninggal Wirya, tubuh Tasya melemas , pengamatannya dapat melihat bahwa Wirya itu memang suami dari Dewi. Lalu kini apa yang harus dia lakukan, dia tidak rela jika Dewi pergi meninggalkan keluarganya. Dia memangku Bayu yang masih asik bermain pesawat. Memandangi anak yang telah mengisi hari hari Abi selama ini. Apakah ini adil jika Abi yang telah membesarkannya harus berpisah dengan anak yang sudah disayanginya dan dicintainya itu.


 


Abi masuk ke dalam ruangan setelah mengantarkan Wirya keluar. Lelaki manly itu nampak santai dengan kenyataan yang ada. Atau jangan jangan anaknya sudah tahu hal ini sebelumnya tapi kenapa dia masih terlihat biasa saja.


 


"Abi apakah mungkin jika Wirya itu ayah dari Bayu."


Abi mengangukkan kepalanya sambil membuka paper bag berisi makanan. Ada makanan jepang di dalamnya. Dia lalu memakan makanan itu tanpa beban apapun.


"Kita harus bagaimana Bi. Ibu tidak mau jika lelaki itu mengambil Bayu dan Dewi bersamaan."


 


"Kita tidak bisa egois bu, semua keputusan itu ditangan Dewi. TErserah dia ingin kembali bersama suaminya atau ingin hidup bersama kita. Wirya juga berhak tahu bahwa dia punya seorang anak dari istrinya. Ibu tadi bisa melihat kesungguhan lelaki itu mencari istrinya yang hilang," terang Abi bijaksana.


 


"Kau itu sama seperti ayahmu selalu bersikap bijaksana dalam mengambil keputusan dan ibu membencinya."


 


"Tidak juga, Bu. Aku hanya tidak ingin melihat Dewi sedih. Tapi jika wanita itu tetap ingin berpisah dari suaminya aku akan tetap selalu disisinya. Dan aku berniat ingin melamarnya setelah semua masalah ini selesai."


 


"Kau mencintainya, nak?'' tanya Tasya pada Abi.


''Lelaki mana yang tidak akan jatuh cinta pada wanita sesempurna Dewi."

__ADS_1


"Ibu akan mendukung setiap langkahmu mendapatkan Dewi."


 


Wirya sendiri langsung menjalankan mobilnya menuju kediaman Malik.  Dia ingin mendengar penjelasan kakaknya soal Bening. Kakaknya bukan orang picik yang menentukan suatu masalah dari sudut pandangnya sendiri. Dia pasti punya alasan kuat mengapa dia membohongi Wirya, bukan membohongi tepatnya menyembunyikan  kenyataan jika dia sudah mempunyai seorang istri.


Dia masuk ke dalam rumah tanpa permisi, dia melihat kakak iparnya Sara sedang bersama salah satu cucunya, anak perempuan dari Sheril dan Roy.


"Hai adik ipar...bagaimana kabarmmu lama aku tidak melihatmu." kata Sara menyapa Wirya.


 


"Kak...dimana kak Edo, aku ingin berbicara penting dengannya.'' kata Wirya dengan raut wajah seriusnya.


 


"Kakakmu sedang di belakang dengan hewan peliharaannya,''


 


Wirya langsung bergegas ke belakang. Sara hanya bisa menghela nafasnya panjang. Sebelumnya Wirya adalah pribadi yang menyenagkan humoris dan humble. Tapi kecelakaan itu membuat Wirya menjadi pribadi yang dingin dan tertutup.


''Kak..." sapa Wirya kepada Edo yang sedang memberi makan burung burung peliharaannya.


"Akhirnya kau datang kemari juga." kata Edo menyerahkan mangkuk berisi makanan burung kepada salah satu pegawainya.


"Aku ingin membicarakan soal Bening."


"Aku akan menerangkan semua yang ingin kau ketahui." Kata Edo yang berjalan menuju tempat duduk rotan kesukaannya. Mereka lalu duduk sembari melihat pemandangan kebun bunga dan kebun yang lebih mirip kebun binatang mini itu.


 


"Karena kau melupakannya dan saat itu kau masih lemah, bisakah kau menerima kenyataan jika istrimu meninggalkanmu disaat kau ssangat membutuhkannya."


 


"Dia pasti punya alasan mengapa meninggalkanku, apakah kau pernah mencarinya?''


 


"Bukan pernah lagi, aku bahkan sempat menemuinya dan memohon agar dia kembali lagi padamu. Tapi dari awal hubungan kalian memang tidak ada cinta sehingga wanita itu menolak dan bahkan dia berkata bahwa dia sudah mempunyai seorang pria lain yang dicintai dan mencintainya. Dan aku melihat sendiri  dia berpelukan mesra dengan pria lain. Lalu untuk apa kau masih ingin mencarinya sedangkan dia tidak ingin hidup bersamamu."


"Apakah kami tidak mempunyai seorang anak dari hubungan ini?"


 


"Aku tidak bisa memastikannya hanya saja menurut cerita Kevin selama ini kau tidur terpisah dengannya dia tidak pernah menganggap kehadiranmu disisinya." jawab Edo


Wirya menghembuskan nafas berat, semua jawaban yang diberikan kakaknya sangat berbeda dengan yang ada dibayangan dan secuil ingatannya. Dia akan menyelidiki semuanya lagi.


"Saranku menikah lagi dengan wanita yang mencintai dan menghargaimu. Wanita itu tidak cocok untuk kau miliki, belum lagi kecelakaan yang hampir merengut nyawamu ada kaitannya dengan ulah keluarga Bening. Seribu kalipun aku tidak akan merestui jika kau kembali padanya.Aku tidak rela adik bunngsuku dipermainkan oleh seorang wanita."


 

__ADS_1


 


 


Waduh...paman Wirya dilarang keras berhubungan lagi dengan Bening.


Bagaimana kelanjutan kisahnya....


JAngan lupa tinggalkan jejak baik


VOTE


LIKE


COMENT


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2