Billionary Married Scandal

Billionary Married Scandal
Balas dendam


__ADS_3

"Sebagian besar warisan ini milik Bening karena dia pemilik sah warisan ini," kata Kakek Bening.


"Enam puluh persen saham di perusahaan itu adalah milik Bening. Selebihnya itu kepemilikanku sendiri." Jawab Kakek Bening santai dia lalu menyalakan cerutu rokok dan menghisapnya pelan.


"Tapi ini tidak adil yah... kita yang sudah bekerja keras disini dan dia yang menuai hasilnya," kata Arnold dengan nada marah.


"Lagian ayah juga berhak atas saham itu karena ayah adalah anak pertama dari eyang Karto Suwiryo." Kata Arnold marah.


"Semua sudah di putuskan dari dahulu, Nak? Kau harus menerimanya dengan lapang dada." kata Kakek mencoba menengahi pertikaian ini.


Wirya bingung dengan perkataan dari paman Bening.


"Aku tidak menerima ini, Bening. Kau sama sekali tidak berhak atas ini semua karena disini kami yang bekerja keras selama ini." kata Arnold sebelum pergi. Lalu Dewinta mengikuti kepergian suaminya itu.


" Maafkan sikap anakku Nak Wirya. Dia memang masih terlalu emosional." kata Kakek Bening sembari mengisap cerutunya melalui pipa hisap.


"Tidak apa apa kakek tapi aku bingung dengan maksud Paman Arnold tadi, kakek anak pertama dari eyang Karto Suwiryo."


"Oh ... itu cerita masa lalu. Jadi kakek Bening adalah adikku. Tadinya perusahaan ini ada dua cabang satu milikku dan satu milik kakek Bening. Milik kakek Bening berkembang dengan pesat. Sangat berbeda dengan milikku yang berkembang biasa saja. Karena itu ayahku menggabungkannya jadi satu. Saham milik kakek Bening adalah enam puluh persen dan saham milikku empat puluh persen." Kakek Bening menghentikan ceritanya.


Kakek Bening menghela nafas panjang. Dia terasa berat untuk menceritakan masa lalunya ini. Sepertinya ada sesuatu yang sangat mengganjal dihatinya. Namun dia harus memberi tahu semuanya tentang asal usul keluarganya.


"Istriku meninggal dunia ketika Arnold masih kecil. Dan kakek Bening sendiri meninggal dalam suatu kecelakaan ketika anaknya berumur dua tahun. Melihat anak dan menantunya yang hidup sendiri, ayahku menjodohkan aku dengan nenek Bening. Tujuannya agar menyatukan keluarga kami agar tidak terpisahkan. Dan Bianca adalah anak kami berdua." Kakek menatap Bianca. Bianca lalu menganggukkan kepalanya.


"Jadi Bening adalah pewaris satu satunya harta dari kakeknya. Maksud saya kakek kandungnya." kata Wirya. Bening hanya bisa diam menatap pada Wirya yang terlalu berterus terang tidak ada basa basinya sama sekali.


"Yah, seperti itu. Arnold dan Bianca akan mendapat bagian dari milikku sendiri." Jawab kakek Bening dingin ada gurat tidak senang ketika dia mengucapkannya.

__ADS_1


"Milikku akan ku berikan pada Kevin, karena walau dia anak gelap Arnold tapi dia sudah kuanggap sebagai anakku sendiri," potong Bianca.


"Kita akan mengurusnya nanti, Ndok?" kata Kakek.


"Jadi memang benar Kevin adalah bagian dari kekuarga ini mengapa aku bisa sampai tidak mengetahuinya, apakah Bibi Bening tahu semua yang terjadi pada Bening?" pikir Wirya


"Baiklah jika begitu aku akan membawa pengacara besok untuk mengurus semua surat suratnya."Kata Wirya. Kakek Bening sedikit terlihat terkejut namun dia menampilkan sisi kharismatiknya lagi. Pria tua ini menganggukkan kepalanya.


"Ini sudah malam dan Bayu juga terlihat mengantuk sebaiknya kami undur diri." kata Wirya lagi. Bening sendiri takut untuk mengatakan apapun.


"Tidak menginap saja disini Bening?" tanya Kakek Wirya.


"Tidak kakek mungkin lain waktu." jawab Bening. Lalu mereka semua berpamitan pulang.


Kini Wirya Bening sudah berada di mobil mereka. Hanya ada satu sopir dan satu ajudan saja mobil mereka. Seperti yang telah di perkirakan sebelumnya. Nampak dua mobil mengikuti mereka. Dan menabrak bamper mobil bagian belakang.


Brakkk....


"Ini yang kutakutkan jika aku kembali padamu?" teriak Bening histeris.


"Kau tenanglah ada aku disini," kata Wirya memegang kedua pipi Bening.


"Bagaimana jika sssuatu terjadi padamu dan Bayu?" tangis Bening.


Wirya memeluk erat dua orang yang sedang menangis ini. Bayu dan Bening.


"Bu, aku takut?" tangis Bayu. Sedangkan mobil dibawa oleh sopir masuk ke tanah yang lebih lapang. Lalu berhenti disana. Ternyata tiga mobil yang mengikuti mereka dan berhenti mengelilingi mobil Wirya.

__ADS_1


"Apapun yang terjadi jangan keluar dari mobol ini," kata Wirya Bening.


"Roy, kau jaga Bening dengan baik," kata Wirya. Ternyata ajudannya adalah keponakannya sendiri.


"Okey, paman akan ku jaga bibi cantik ini dengan baik," jawab Roy yang sudah biasa bersama Wirya menangani masalah kriminal.


Bening tidak menyangka ajudan Wirya adalah keponakannya sendiri tepatanya menantu keponakan yang pernah diceritakan oleh Wirya.


"Tenang lah Bibi ada aku dan Zen yang akan membantu kalian. Kau hanya perlu duduk manis disini saja." kata Roy sembari duduk santai di ruang kemudi. Sopirnya sendiri turu bersama Wirya untuk menghadapi para penjahat.


"Zen disini? Kenapa aku tidak melihatnya?" tanya Bening.


"Dia ada ditempat persembunyian." jawab Roy memperhatikan pergerakan lawannya yang mengelilingi mobil mereka. Wirya sendiri sudah di depan mobil berhadapan dengan beberapa orang pria.


"Kenapa kau tidak menolong pamanmu malah duduk tenang disini saja?"


"Sangat berbahaya jika aku keluar. Kau adalah kelemahan paman dan aku harus menjaga kelemahannya dengan baik agar tidak dijadikan alat untuk menekan paman."


Wirya sendiri sudah melumpuhkan beberapa orang dalam waktu sebentar.


Tiba tiba terdengar bunyi tepukan tangan.


"Rupanya kau setangguh apa yang dibicarakan oleh orang orang." kata seorang pria.


"Akhirnya kita bertemu lagi black hawk mask?" kata Wirya mengelap sikunya.


"Yah...sudah belasan lalu kita bertemu, dan kini saatnya aku akan membunuhmu lagi untuk yang kedua kalinya."

__ADS_1


"Dan sayangnya, kau tidak pernah berhasil." ejek Wirya. "Aku selalu lolos dari cengkramanmu dan kini saatnya aku akan membalaskan dendam temanku itu di tempat ini." kata Wirya


"Lihat saja, kau atau aku yang akan mati ditempat ini, tidak kah kau lihat, kau sendiri sudah terkepung mudah bagiku untuk membunuhmu kali ini dalam sekali tembak,"


__ADS_2