
"Jangan!!!" teriak Wirya dan Bening bersamaan.
"Ibu dan om sedang ngapain disitu bikin kaget aja" sungut Bayu. Abi tertawa melihat tingkah kedua orang itu.
"Ibu kata Bayu mau ikut daddy aja ke Amerika?" tanya Abi pada Bening.
"Tidak boleh?" kata Bening sembari mendekati Bayu dan memeluknya.
"Ayolah kalian bisa berbulan madu dan membuatkan Bayu adik lagi, dari pada kalian asik sendiri dan membiarkannya bermain sendiri." jawab Abi.
"Kenapa kau tidak cari istri sendiri dan buat anak buat anak sendiri," kata Wirya.
Kata pria itu menyentil hati Abi. Yah...wanitanya apakah benar benar hamil dulu. Jika iya berarti umurnya seumuran Bayu. Ingatannya melayang pada kejadian dimana dia menemukan Bening terbaring lemah di jalan.
Keadaan Bening yang sedang hamil waktu itu membuat hati Abi trenyuh. Dia teringat akan kekasihnya yang sedang hamil. Dan berharap jika dia menolong Bening maka kekasihnya itu juga akan mendapat pertolongan dari orang lain sehingga hidupnya tidak menderita.
Tapi kebersamaannya dengan Bening dan Bayu membuat dia melupakan sosok yang pernah menemani hari harinya. Dan kini Bayu juga Bening akan pergi meninggalkannya, dia teringat kembali pada sweetynya. Di mana dia berada saat ini?
"Daddy benar benar tidak akan pergi ke Amerika lagi kan?" tanya Bayu.
"Besok Daddy akan berangkat ke sana jadi Bayu dan Ibu untuk sementara pergi ke rumah om ganteng aja yah...?" kata Abi.
Wirya mengagumi sikap lapang dada yang dimiliki oleh Abi. Akhirnya dengan sedikit bujukan Bayu mau pergi bersama Wirya lagi.
__ADS_1
"Bayu sayang daddy ... daddy jangan lama lama pergi ke Amerikanya..." kata Bayu tidak mau melepaskan Abi. Dia masih menangis dipelukan pria itu.
"Daddy tidak akan lama pergi ke sana, tapi kau janji harus bersikap manis pada om Wirya,"
"Aku janji akan bersikap baik tapi daddy janji cepat pulang,"
"Iya daddy akan cepat pulang untuk menemuimu," jawab Abi.
"Terimakasih Bi atas semua batuan dan juga cinta juga kasih sayang yang kau berikan pada Bayu. Aku tidak akan bisa membalas semua kebaikanmu," kata Wirya sebelum meninggalkan rumah Abi.
"Aku melakukan ini karena menyayangi mereka," jawab Abi.
"Jika kau butuh bantuan apapun itu datanglah menemui kami," kata Wirya lagi.
"Itu mudah kau tinggal menandatangi perjanjian kerja sama kita kemarin," ucap Abi tidak ingin terlihat mellow.
"Bi, maafkan aku..." ucap Bening sebelum masuk ke mobil.
"Tidak apa apa, waktu itu aku menolongmu karena aku juga sedang mencari kekasihku dia pergi meninggalkanku dalam keadaan hamil, doakan aku agar bisa menemukannya," jawab Abi.
"Jika kau punya foto atau apapun yang berkaitan dengannya kita bisa mencari jejaknya aku akan membantumu menemukannya."
"Aku tidak mempunyai kekuasaan yang beaar sepertimu untuk mencari seseorang. Aku harap dengan bantuanmu aku bisa menemukannya,"
__ADS_1
"Jika dia tidak sudah menikah Bi," kata Wirya lagi.
"Setidaknya aku bisa melihat jika keadaannya baik baik saja,"
"Baik kau temui saja aku dikantor dan bawa semua hal yang berkaitan dengannya,"
"Siap boss..." kata Abi." Aku senang ternyata suamimu adalah Wirya yang masuk jajaran orang paling dihormati di dunia bisnis, Dewi. Dan aku tidak menyangka akan menolong istri anda tuan Wirya."
"Sekali lagi aku sangat berterima kasih padamu Abi,"
"Oh ya...ada satu lagi, ada orang yang berniat membunuh Dewi beberapa kali. Karena alasan itu aku membawanya keluar negeri. Aku harap kau bisa menyelesaikan masalah itu secepatnya,"
"Mereka salah lawan, aku janji tidak sampai satu minggu mereka akan kuhabisi bersih," kata Wirya.
"Aku percaya denganmu," kata Abi menepuk bahu Wirya.
"Bi, mainlah ke rumah jika kau ada waktu," kata Bening.
"Biarlah Bayu terbiasa dulu dengan ayahnya sendiri baru setelah itu aku akan mengunjungi kalian."
"Salam untuk mommie, Bi"
"Sepulangnya dia dari Bandung dia pasti merasa kecewa karena calon mantunya sudah dibawa pria lain," kata Abi tersenyum.
__ADS_1
Akhirnya drama perpisahan ini berakhir. Bayu dan Bening kembali ke rumah Wirya. Abi hanya melambaikan tangan mengiringi kepergian mereka.
"My sweety aku pasti akan menemukan keberadaanmu," kata Abi.