Billionary Married Scandal

Billionary Married Scandal
Saling merindukan


__ADS_3

Bening dan Abi berjalan masuk ke dalam mobil mereka. Setelah duduk mereka berdua tertawa bersamaan.


"Kau lihat ekspresi dari wanitamu , dia sedang bergairah tadi dan tiba tiba harus kecewa. Wajahnya memerah karena marah? Oh, tuhan hingga kapan pekerjaan ini harus kulakukan."


"Dan kau terlihat sebagai istri yang terlihat garang dan sedang marah karena mendapati suaminya berselingkuh." kata Abi sembari menyalakan mobilnya dan keluar dari parkiran club malam.


"Kau harus mencari istri yang baik agar aku bisa pensiun dari pekerjaan yang memuakkan ini."


"Aku sudah mempunyai istri yang baik sepertimu," kata Abi jujur tapi Bening menganggap itu hanya sebagai gurauan semata.


"Ha...ha...lucu ..." jawab Bening hambar.


"Kau itu paket lengkap seorang istri yang baik, cantik, seksi, pintar, juga garang...sesuatu yang dibutuhkan pria tampan dan maskulin sepertiku untuk mengusir wanita wanita nakal."


"Seorang wanita akan punya penyakit jantung jika menikah denganmu...karena setiap harinya merasa cemas.Dan aku tidak sebodoh itu mau menerima lelaki sepertimu,"


Abi membuang nafasnya pelan. Sulit baginya menakhlukkan hati Bening walau sudah tiga tahun kebersamaan mereka. Dia mapan tampan juga idaman bagi para wanita lalu apa lagi yang kurang darinya.


"Bening...sebaiknya kau di rumah saja bersama ibu, biar aku mencari seorang sekretaris baru."


"Apakah kau sudah tidak membutuhkan aku lagi diperusahaanmu sehingga kau ingin memecatku?"


"Bukan seperti itu, hanya saja aku lebih tenabg jika kau dirumah mengurus ibu dan Bayu dengan baik. Dia sedang membutuhkan sosok ibu yang menemaninya setiap hari. Pekerjaan kantor hanya akan menyita waktumu sehingga kau mengabaikan Bayu."


"Itu tidak akan kulakukan. Lagi pula aku tidak mau menerima gaji buta darimu."


" Kau tidak menerima gajih buta. Mengurus diriku, rumah, dan ibu bukanlah pekerjaan mudah dan aku akan tenang bekerja jika rumah dalam keadaan nyaman."


"Bi...kau tidak bisa melakukan ini padaku..."

__ADS_1


"Orang mengenalmu sebagai istriku, jika mereka tahu kalau kau masih bekerja sebagai sekretarisku itu terlihat kejam."


"Apanya yang kejam..."


"Mereka mengira aku mengirit biaya kantor dengan memperkerjakan istrinya sendiri. Sedangkan anakku dirumah diasuh oleh neneknya...dikira aku tidak bisa memenuhi kebutuhan istri dan tidak bisa membahagiakannya."


"Kau katakan saja terus terang kalau aku bukan istrimu."


"Aku suka dengan statusku itu Bening...dan aku tidak akan melepaskannya."


"Kau aneh mau terjebak dengan permainan ini, awalnya kita hanya bercanda dan itu dipercayai oleh sebagian orang dan kini kau menjadikannya seperti nyata..."


"Aku memang menginginkannya menjadi sebuah kenyataan." jawab Abi memandang serius pada Bening. Sejenak wanita itu terpana tapi dia lalu memukul lengan Abi.


"Ini tidak lucu..., kau itu ayah yang baik bagi Bayu tapi kau bukan kriteriaku..."


"Katakan kriteriamu nanti aku akan menjadi seperti yang kau inginkan."


"Wi, tidakkah kau ingin move on dari cerita lamamu dan membentuk hubungan serius denganku,"


"Aku hidup mengikuti arus saja, tidak ingin melakukan hal yang membuat diriku merasa tidak nyaman. Jika kau mengatakan hal seperti ini lagi aku akan pergi jauh darimu."


Abi terkejut dengan ancaman dari Bening.


"Aku hanya bercanda saja tidak mungkin aku membuat persahabatan kita hancur karena permintaan konyolku...tapi jika kau menginginkanku tinggal katakan saja tidak perlu sungkan ataupun malu...aku akan menerimamu dengan tangan terbuka lebar, aku tidak akan menolak hidup bersamamu. Sungguh..." kata Abi sembari memegang dadanya tapi mendapat cibiran dari Bening.


"Aku tidak akan mungkin melakukan itu..." jawab Bening."Aku pasti sudah gila jika sampai berbuat seperti itu..."


"Kita tidak akan tahu masa depan kita...dan kau tidak bisa mengelak pesonaku..."

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kaki Wirya terasa berat ketika akan masuk ke sebuah apartement yang lama tidak ditinggali olehnya. Lampu mulai dinyalakan, semua masih sama seperti waktu dia meninggalkannya. Langkah kakinya menelusuri setiap sudut rumah mencoba mengingat sesuatu. Hingga sampailah dia di pintu kamar utama. Membukanya, dia merasakan aroma Bening ada disana. Aroma sama yang dirindukannya, dia masuk ke dalam kamar mendekati sebuah meja rias. Mencium parfum aroma parfum Bening. Tidak terasa air matanya menetes, dia merindukan sosok yang tidak dikenalnya, dia mengharapkan sosok itu kini hadir dihadapannya saat ini.


"Bening Dewi...jika itu namamu dengarlah panggilanku...aku merindukanmu...sangat merindukanmu..."


Wirya masuk ke walk in closet menelusuri barang barang yang sebagian besarnya belum digunakan oleh wanitanya. Masih tersegel rapi.


Dia sendiri bertanya kenapa barang barang ini kelihatan masih baru... apakah istrinya belum.pernah menggunakan ini semua. Membuka lemari baju...semuapun masih dibungkus plastik dan tersegel.


Wirya menghembuskan nafas kasar, dan matanya tertuju pada dua buah baju yang di gantung, seperti sudah pernah dipakai. Baju rumahan dan baju pesta berwarna hitam. Diambilnya dua baju itu dipeluk seperti menyalurkan kerinduannya pada pemilik baju itu. Hatinya perih dan sakit karena kehilangan cintanya.


Baju itu dibawanya, dia lalu berjalan menuju meja rias dan menyemprotkan minyak wangi milik Bening ke baju itu. Memeluk dan menciumnya. Kakinya melemas seperti tidak mempunyai tenaga lagi untuk menopang tubuh besarnya. Akhirnya luruh ke lantai dan bersandar pada meja rias.


"Kembalilah sayang...kembalilah padaku...tidak kah kau merindukan aku..." tangis Wirya . Rasa sakit di kepalanya kambuh lagi, sekelebat bayangan kebersamaan dirinya dengan sosok wanita kini kembali lagi menghantui dirinya. Bayangan wanita yang sedang menciumnya,


"Ajari aku mencintaimu Bayu..." kata kata itu terus terdengar di telinganya. "Bayu...Bayu..." Hingga tanpa kesadaran Wirya mulai hilang dan tertidur di lantai.


..


...


Berbeda dengan Wirya, Bening sendiri sedang berbaring di kamarnya sendiri, dia membuka galeri handphone lamanya.Memandangi satu foto lelaki yang dicintainya, dan memeluk baju lelaki itu, menghirup aroma dari pakaian yang selama tiga tahun ini dipeluknya dan menemani tidurnya.


"Bayu...bagaimana kabarmu disana...aku harap kau baik baik saja dan melanjutkan hidupmu dengan baik tanpa diriku. Aku sangat merindukanmu, apakah kau juga sama merindukan aku...atau kau malah sudah melupakan aku selama ini?"


"Anakmu sudah besar sekarang...Bayu kecil itu sangat berbeda denganmu, tingkahnya layaknya seorang bos besar suka memerintah seenak hatinya.Dia membuatku kerepotan setiap harinya sangat bertolak belakang dengan dirimu yang ingin selalu menyenangkan hatiku."


" Aku menyesal tidak pernah mau mengenalmu dulu, selalu membatasi diri dengan cintamu. Baru saja kita merajut perasaan bersama dan takdir memisahkan kita dengan kejamnya. Tapi aku tidak bisa menyalahkan takdir sepenuhnya, ini juga keputusanku untuk menjauhimu..."

__ADS_1


"Bayu, hidup baiklah disana, semoga kau selalu bahagia. Aku mencintaimu...Jangan pernah kau merindukan aku, karena jika kau merindukan aku, sulit bagiku untuk lepas darimu. I love you."


Jika sudah berbicara dengan foto Wirya dan memeluk bajunya Bening baru bisa tertidur pulas. Baju itu bahkan tidak pernah dicucinya. Dia merasakan kenyamanan ketika mencium aroma yang menenangkan hati dan jiwanya.


__ADS_2