Billionary Married Scandal

Billionary Married Scandal
Istri tangguh


__ADS_3

Bayu kecil sudah tertidur di kamarnya, Bening kemudian menatap tubuh kecil itu. Menyelimuti dan menciumnya hingga dia sadar ada orang lain yang memperhatikannya.


"Kau ada disini? sejak kapan?" kata Bening.


"Sejak kau termenung dan melamun dari tadi." kata Abi lalu mendekati tempat tidur milik Bayu mencium dahi anak itu dan mengelus kepalanya lembut.


"Mommie terlalu memanjakan Bayu, lihat semua mainan yang beliau siapkan untuknya."


"Kau seharusnya senang mendapat mertua sebaik dirinya..." ledek Abi. Bening hanya mendorong tubuh lelaki itu hingga goyah.


"Kau akan pergi malam ini?" tanya Bening melihat penampilan perlente Abi.


"Yah...aku ingin lihat perkembangan hidup di sini setelah kutinggal tiga tahun lebih."


Bening hanya memutar bola matanya malas, dia faham maksud dari Abi itu apa?


"Kau hati hatilah... jangan sampai bermasalah dengan wanita nakal manapun dan jangan membuat masalah disana sehingga kau merepotkan aku untuk menyelesaikan masalahmu,"


"Dewi, kau tidak melarangku...?" kata Abi serius.


Bening hanya diam meninggalkan pria itu sendiri di kamar Bayu. Abi lalu mendekat ke arah Bayu yang terlihat sudah tertidur pulas masuk ke alam mimpinya.


"Tolong katakan pada ibumu jika Daddymu ini sangat mencintainya..." bisik Abi ditelinga Bayu. Dia lalu tersenyum geli sendiri pad tingkahnya berjalan mematikan lampu dan menutup pintu kamar Bayu.


Sesampainya di bawah ibu Abi, Tasya sedang berkeliling seperti biasanya sebelum dia tidur.


Dia terkejut melihat Abi yang sudah terlihat keren dengan stelan kemeja berwarna navy dan celana jeans juga sepatu sniker Adidas yang menjadi alas kakinya.


Wangi pria itu juga menguar ke seluruh ruangan. Seolah dia ingin menjadi pusat perhatian hanya dengan wangi tubuhnya saja.


"Wangi sekali Bi...apakah kau memakai satu botol parfum tadi?" tanya Tasya sarkas pada putranya. Bening yang baru keluar dari dapir dengan segelas susu hangat di tangnnya terkekeh menutup mulutnya mendengar perkataan Tasya.


"Maklum mom...dia itu importir parfum merk terkenal jadi untuk memakai satu botol parfum sekali tidak masalah buatnya," ejek Bening.


"Ini parfum keluaran terbaru dari merk Hugo boss baru saja diluncurkan dua minggu yang lalu, mom dan bau ini perpaduan bau apple bergamouth dan orange blossom. Memberi kesan maskulin seksi dan menggairahkan." terang Abi.


"Ku kira kau sudah berubah setelah hidup dengan Dewi ternyata kau masih sama saja. Dan kau Dewi ... sudah kubilang kau harus menjewernya jika melakukan hal gila lagi." kata Ibu Abi.


"Aku saja sudah bersyukur jika tidak ada yang menelfon padaku untuk meminta bantuan karena masalah yang ditimbulkan olehnya." jawab Dewi.


"Kau..." kata Abi kesal atas pengaduan Dewi tentang kelakuannya.


Tasya melototkan matanya dan menaruh kedua tangannya di pinggang.


"Mom...i love you...," kata Abi lalu beranjak pergi secepatnya dari pada menunggui dua orang wanita yang akan mengomel padanya.


"Abi....?" teriak Tasya, tapi lelaki itu tetap pergi Bening yang melihat hanya mengedikkan bahunya menatap Tasya. Lalu keduanya tertawa terbahak bahak melihat tingkah Abi yang mengesalkan namun lucu bagi mereka.

__ADS_1


Abi meluncurkan mobilnya ke sebuah klub malam. Dia memarkirkan mobilnya disana. Dia keluar dari mobil dan mendapat sambutan hangat dari seorang kawan yang lama tidak dijumpainya.


"Hei...bro kemana aja loe udah lama nggak kelihatan batang hidungnya." Kata Pria itu merangkul tubuh ala pria pada Abi.


"Aku mengurus usahaku di Amerika. Dan kini aku kembali ke sini."


"Si Sena selalu mencarimu terus..." kata Pria itu lagi.


"Hush...jangan bicarakan dia lagi gue keki kalau ngomongin tu cewek."


"Ya sudah aku nanti kenalkan kamu sama cewek cewek cantik penghuni klub malam ini,"


"Kita lihat ada yang cocok nggak?" kata Abi masuk ke dalam klub.


"Aku dengar kau sudah menikah?"


"Hush...jangan itu katakan disini," kata Abi pada pria itu.


"Loe nggak takut sama istri loe..." kata pria ity.


"Dia itu bagai singa di padang gurun pasir kau akan ketakutan jika dia sudah memperlihatkan taringnya."


"Abi ...takluk dengan seorang wanita aku jadi ingin melihat seperti apa wanita itu? Sepertinya dia wanita yang tangguh."


"Kau akan terpana jika melihat dirinya," bisik Abi. Mereka lalu bergabung dengan kawan kawan lama Abi dan bercengkrama dengan mereka. Tidak lama seorang wanita berpakaian minim dan berambut pendek dengan warna keemasan m datang mendekati Abi.


"Sena...kau tidak takut jika Gerry mencarimu?" kata salah seorang sahabat Abi.


"Aku sudah putus dengannya jika Abi kembali datang...bagiku kau adalah segalanya bagiku. " kata Sena sembari mencium bibir Abi. Namun pria itu memalingkan wajahnya.


"Abi...kau tidak merindukanku..." kata Sena menggoda Abi tanpa malunya dihadapan orang orang.


Abi mulai risih dengan tingkah laku Sena yang mulai nakal.


"Aku sudah menikah Sena..." kata Abi pada wanita kesal.


"Aku tidak percaya...pasti kau hanya ingin menghindariku saja..." kata Sena lagi.


"Aku memang sudah menikah kau lihat cincin ditanganku ini?" kata Abi.


Seketika semua orang yang ada diruangan ini menatap tidak percaya pada lelaki yang selama ini adalah seorang maniak ****.


"Kau jangan bercanda aku tidak percaya..."


celetuk sahabat Abi.


"Eloe tobat Bi...aku kok kayaknya nggak percaya ya...pecinta lobang kayak loe bisa betah pada satu lubang saja? pasti istri loe itu lemah sehingga kau bisa mempermainkannya dan bermain dengan wanita lainnya dengan mudah," kata teman lainnya lagi tidak percaya.

__ADS_1


Abi hanya duduk tenang mendengar tanggapan para sahabatnya itu. Sebenarnya dia tidak ingin membicarakan tentang Dewi tapi Sena yang dia benci terus saja merangsek mendekatinya dia tidak mungkin berbuat kasar pada wanita itu sehingga cara ini dirasa cara yang paling aman untuknya.


"Tidak apa apa kau sudah menikah itu tidak masalah buatku asal aku masih bisa bersamamu sayang," kata Sena bergelayut manja di dada Abi.


Abi lalu mengetik di layar ponselnya menuliskan sebuah alamat dan mengirimkannya pada Dewi.


Dewi sendiri yang sudah bersiap untuk tidur lalu bangun ketika melihat sebuah pesan dari Abi.


"Sudah kukatakan kau hanya bisa mengganggu waktu malamku saja." rutuk Bening sembari bergegas mengambil baju terbaiknya dan berdandan secantiknya. Dia tidak ingin kelihatan jelek jika harus melaksanakan tugasnya. Setelah puas melihat penampilannya Bening lalu keluar dari kamarnya pergi ketempat dimana Abi membutuhkannya.


Butuh waktu kurang satu jam Bening sampai di klub malam itu. Dia lalu bertanya pada manager dimana keberadaan ruangan Vvip tempat biasanya Abi menghabiskan malamnya.


Pintu ruangan dibuka nampak Abi sedang bersandar pada sofa dengan kemeja yang sudah terbuka kancing bajunya memperlihatkan dadanya yang kekar dan perutnya yang seksi.


Semua orang yang berada di tempat itu menatap kagum pada sosok wanita di pintu itu. Wanita itu terlihat cantik sekaligus sangar dan terlihat sensual tanpa harus berpakaian minim. Auranya membuat wanita disekitarnya terasa pudar karena kecantikan yang dipancarkannya.


"Jadi kita pulang kemari karena kau ingin berada di tempat ini bersama wanita jalangmu," kata Bening Pelan namun dengan nada mengintimidasi.


"Maaf sayang... dia yang merayuku..." jawab Abi yang menurunkan Sena dari pangkuannya. Dia lalu berdiri dan membenarkan kancing baju miliknya.


"Dan kau mengapa kau merayu suamiku...apa kau tidak melihat cincin yang tersemat dijarinya." kata Bening nyalak.


Abi langsung berdiri di belakang Bening dan menganggukkan kepalanya melihat kearah Sena.


"Aku kira dia berbohong soal pernikahannya,"


"Berbohong...kau itu tidak tahu tentang sucainya pernikahan sebelum kau sendiri menikah, tapi aku tidak yakin wanita sepertimu akan menghargai sebuah hubungan," kata Benibg sembari tersenyum sinis dan mendekap kedua tangannya di dada.


"Aku bertemu dan mengenal Abi sebelum kau datang dan mengambilnya dariku." jawab Sena tidak mau kalah.


"Yang menentukan adalah sah atau tidaknya hubungan kalian. Aku rasa kau hanya mainan untuk Abi tidak lebih dan kau tidak cukup berharga untuk diperjuangkannya. Lihatlah penampilanmu...kau nampak seperti wanita murahan yang mau tidur dengan pria. Wanita seperti itu tidak pantas berada di rumah seorang pria untuk dijadikan istrinya."


"Kau..." kata Sena ingin menampar Bening tapi tangan wanita itu ditangkap oleh Bening dan dipelintirnya setelah itu di dorongnya wanita itu ke sofa.


Hal ini sontak membuat kagum beberapa pria yang melihat kejadian ini, wanita cantik dan tangguh pantas Abi memilihnya.


"Jangan sentuh aku dengan tangan kotormu itu," kata Bening lalu menyeret Abi keluar dari tempat itu.


"Demi kemulusan paha wanita aku bahkan rela bersujud di bawah roknya...luar biasa...." teriak salah satu sahabat Abi.


Aku udah up dua bab...dua ribu limaratus kata lebih buat hari ini.


beri votenya dong untuk mendukung karya ini.


Like itu penting untuk popularitasnya...


dan komen kalian aku tunggu

__ADS_1


__ADS_2