
Ini malam pertama mereka tinggal dirumah itu dan malam pertama juga bagi mereka berbagi tubuh dan hati mereka.
Wirya kini bisa tertidur pulas, jika biasanya dia akan berjaga takut jika sewaktu waktu Bening akan bangun. Dan Wirya harus bersembunyi agar wanita itu tidak melihatnya tidur disampingnya.
Pagi datang dengan cepatnya mentari yang telah mengeluarkan cahaya hangatnya mulai menerangi kamar milik mereka. Bening mengerjapkan matanya. Memandang sosok Yang tertidur lelap dihadapannya.
Tangan Bening tidak tahan untuk mengelus pipi Bayu yang ditumbuhi bulu bulu halus. Terasa kasar namun menggelitik tangannya yang lembut. Lalu turun ke bibir yang sedikit kemerahan, bibir Bayu sangat seksi dan berisi. Bibir yang mengabsen setiap inci tubuhnya tadi malam. Ingin sekali dia menciumnya tapi dia tidak mempunyai keberanian sebesar itu. Akhirnya dia melepaskan sentuhannya pada Bayu. Bukan namanya sekarang Wirya.
Tangan Wirya seketika memegang tangan Bening diletakkannya lagi di pipi. "Jangan lepaskan sentuhanmu aku menyukainya," kata Bayu tanpa membuka matanya.
"Ini sudah siang...dan aku akan pergi ke kantor kakek..." kata Bening. Wirya membuka matanya dan memandang Bening.
"Aku tidak yakin kau bisa kesana hari ini."
"Kenapa...?" tanya Bening.
"Tidakkah kau merasakan sakit dipangkal pahamu itu?" tanya Wirya. Seketika wajah Bening merona. Yah dia merasa pegal dan sakit di area sensitivnya.
"Tapi aku harus ke kantor hari ini," kata Bening lirih...entah kenapa sifat dominan milik Wirya yang tadinya tidak terlihat kini mulai bisa Bening rasakan.
"Baiklah jika kau memaksa tapi setelah aku mengobati luka itu." Wirya lalu berdiri mengangkat tubuh Bening yang polos tanpa kain selembarpun yang menutupinya.
"Bayu..." pekik Bening terkejut dan malu.
"Hanya ada aku disini dan aku sudah melihat semuanya tadi malam." kata Wirya jahil, tangan Bening lalu melingkar di leher kuat dan keras milik Wirya.
Wirya lalu menaruh Bening di atas closet.
"Aku ingin buang air kecil kau keluarlah..."
"Lakukan saja aku akan menyiapkan air untukmu berendam." kata Wirya menyiapkan air hangat untuk Bening berendam.
Setelah Bening menyelesaikan hajatnya yang terasa perih. Dia berjalan ke arah bath up. Dan masuk saja ke dalam air busa itu.
__ADS_1
"Biarkan aku menyabunimu..." kata Wirya nakal.
Akhirnya mandi mereka menjadi area panas lagi. Setelahnya Wirya membawa Bening yang sudah lemas dan kelelahan masuk ke kamarnya, membaringkannya di ranjang dan menghandukinya layaknya bayi.
"Bayu...." teriak Bening kesal. Dia bukan bayi yang harus diperlakukan seperti ini.
"Kau diamlah...aku akan mengambil obat untuk mengobati lukamu itu," kata Wirya yang mengambil salep antibiotik agar lukanya tidak infeksi. Dia mengoleskannya pelan pelan. Bening malu diperlakukan seperti ini tapu nampaknya pria ini tidak suka jika dibantah. Disini dia bukan lagi Bayu namun Tuan Wirya yang terhormat.
Setelahnya lelaki itu mengambilkan baju memakaikannya dan mengambilkan sisir.
"Cukup...cukup aku bisa melakukannya sendiri...kau pakailah pakaianmu itu..." kata Bening kesal. Wirya tersenyum senang, dia lalu beringsut mundur dan pergi ke walk in closet mengenakan pakaiannya. Dia keluar dari ruangan dan tidak menemukan Bening ada dikamarnya. Entah mengapa dia sangat khawatir padanya, seolah dia takut kehilangan wanita yang bersama dengannya malam ini.
Wirya berlari ke ruang makan. Dia mencium aroma kopi yang Bening buat. Kini dia benar benar merasakan rasa menjadi seorang suami seutuhnya.
"Kopi...aku tidak tahu ukuran gula yang kau suka, aku membuat sesuai dengan seleraku," kata Bening menyajikan kopi untuk suaminya.
"Dan maaf hari ini aku hanya akan membuatkanmu roti dengan selai saja, aku bahkan tidak tahu apa yang kau sukai." lanjt Bening.
"Aku akan menyukai apapun yang akan kau berikan padaku," kata Wirya lagi.
"Tidak apa apa...jangan membahasnya lagi. Aku ingin membahas anak saja denganmu..."
"Anak...?" tanya Bening terkejut.
"Yah...umurku sudah tidak muda lagi aku ingin segera mempunyai anak," pinta Wirya.
Bening mengerti dengan keadaan Wirya. Dia hanya menganggukkan kepalanya. "Tapi lakukan dengan normal saja, tidak perlu ke rumah sakit dan melakukan banyak pemeriksaan."
"Baiklah..." kata Wirya senang.
Setelah sarapan Wirya mengantarkan Bening ke perusahaan milik kakeknya. Namun ditengah perjalanan dia mulai curiga melihat dua mobil berwarna hitam mengikutinya dari tadi. Dia lkau dengan cepat menancapkan gas. Tapi kefua mobil itu mengejarnya dan memepetnya dadi dua sisi.
"Bayu...." kata Bening khawatir.
__ADS_1
"Tenang kau akan baik baik saja bersamaku." jawab Wirya menenangkan istrinya itu. Dia mulai konsentrasi pada jalan dihadapannya.
Tapi sebuah motor sport datang dari arah belakang dan menembak ban belakang milik Wirya seketika mobil Wirya oleng.
"Bayu...." teriak Bening membuat konsentrasi pria itu pecah. Dia menarik tubuh mendekap tubuh Bening dan seketika mobil menabrak sebuah truk yang melintas.
Bruk...
Sebagian mobil hancur seketika. Bening masih kaget dengan kejadian yang begitu cepat. Keadaannya baik baik saja hanya Wirya masih menatapnya menahan rasa sakit.
"Kau tidak apa apa..." kata Wirya. Bening menganggukkan kepala sambil menangis.
Wirya tersenyum dan pingsan. Seketika dia melihat sebagian tubuh Wirya terjepit badan mobil yang penyok.
"Bayu....Bayu...." panggil Bening cemas tangisnya pecah, rasa takut kehilangan mulai memasuki pikirannya.
Beberapa orang mulai datang dan menolong mereka berdua. Sebagian tubuh Wirya berlumuran darah. Tubuh kekar itu mulai diangkat dan di bawa keluar.
Bening masih menangis histeris. Dia dipapah keluar karena tidak menderita sedikitpun. "Kenapa harus....kenapa harus seperti ini lagi..." batin Bening.
Tubuh Wirya diangkat membawa tandu ke dalam mobil ambulance. Bening sendiri berada disampingnya. Selang oksigen mulai dipasangkan.
"Tidak...jangan tinggalkan aku sendiri...." tangis Bening.
"Nona tenanglah..." kata salah seorang perawat.
"Selamatkan dia aku mohon..." kata Bening pada perawat itu. Dia kembali memeluk tubuh Wirya yang terbaring. Sementara mobil ambulance berjalan cepat. Sirine itu memekak telinga Bening.
"Kau harus selamat..." ucap Bening setiap saat sambil memandang wajah itu. Rasa takut kehilangan begitu besar menyelimuti fikirannya.
Wah...authornya mulai bikin konflik kejam bagi mereka berdua.
Siapa yang masih setia disini...kirim like, Vote dan coment.
__ADS_1
Mulai hari ini aku akan up terus karena satu novelku sudah selesai. Kemarin novel ini aku anak tirikan.