
" kau belum membersihkan diri,"ucap Nayla
" Belum,"
" kenapa belum," ucap Nayla
" karena aku, merindukan, ***istriku***,"
" kau ini, selalu saja seperti itu," ucap Nayla dengan senyum diwajah cantiknya
" Apa kamu sudah makan malam," tanya Nayla
" Belum ,"
" kenapa belum," tanya Nayla
" karena istriku tidak memasakkan aku makanan,"
" Dav ," ucap Nayla lirih
__ADS_1
" hei , kenapa dengan ekspresi wajahmu itu, aku kan hanya bercanda," ucap pemuda yang dipanggil dav tersebut
" Aku akan kembali besok," ucap Nayla, dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya
sedangkan pemuda yang dipanggil dav tersebut, langsung menghela nafas panjang, memang sang istri selalu seperti itu, jika menyangkut dirinya,
" Sudahlah sayang, jangan pikirkan tentang itu, kau masih harus terus mengawasi mereka, jangan sampai lengah," ucap dav, yang mencoba memberikan pengertian kepada sang istri
" Tapi, kamu jadi tidak ada yang mengurus," ucap Nayla yang masih menangis
" Sudah, jangan menangis lagi, kamu tahu kan,aku tidak bisa melihat kamu menangis," ucap dav
sungguh,dia tidak bisa melihat sang istri yang tengah menangis, ingin rasanya dirinya terbang ketempat sang istri,dan membawa tubuh sang istri kedalam pelukannya
" Sudah sayang, berhenti menangis," ucapnya kembali
" Sampai kapan kita akan terus seperti ini dav," tanya Nayla
" Kamu harus sabar, kamu tahu sendiri seperti apa kakak - kakak mu itu, mereka masih salah paham terhadap ku, dan anggota ku, karena perbuatan mereka," ucap dav
__ADS_1
" kalau begitu, cepat bereskan,aku tidak bisa terlalu lama seperti ini, jauh darimu, aku sudah sangat merindukan mu dav," ucap Nayla dengan lirih
" Akan aku usahakan secepatnya, aku dan anak buah ku sedang mencari informasi tentang orang orang itu,
dan lagi, Nathan dan yang lainnya juga harus lebih berhati-hati lagi dengan mereka, mereka semakin gencar melakukan hal itu, untuk merebut kekuasaan yang dimiliki oleh keluargamu," ucap dav
" Lagian kenapa kamu tidak mengatakan yang sebenarnya kepada mereka sih,dav," ucap Nayla
" Tidak semudah itu sayang, kamu juga tentunya tahu, bagaimana kepribadian mereka semua," ucap dav,
" tapi kan," ucapan Nayla terpotong saat dirinya mendengar suara dari arah depannya, saat dirinya melihat kearah depan, dirinya langsung melebarkan matanya, dan langsung melihat kearah ponselnya, belum sempat Nayla mengatakan sesuatu kepada dav, suara itu sudah berdiri tepat di depan mejanya
" Apa yang kau lakukan disini nay," tanya orang tersebut,
Nayla yang mendengar suara itu langsung mengangkat wajahnya, dan benar saja, orang tersebut sudah berdiri di depan mejanya, sedangkan dav yang mendengar suara itu, langsung mengangkat sudut bibirnya, lalu mematikan panggilan tersebut secara sepihak,
Nayla yang panggilan video tersebut sudah tidak tersambung pun langsung bernafas lega, lalu kembali melihat kearah orang yang berada di depan mejanya,
" Kak mark, sedang apa kakak berada di sini," ucap Nayla memasang wajah bingung dan kaget, berharap semoga mark tidak mengetahui bahwa dirinya tadi tengah melakukan panggilan video ,
" kau ini, ditanya, malah balik bertanya," ucap mark, dengan menggelengkan kepalanya, lalu duduk di kursi meja Nayla,
__ADS_1
" hehehe, maaf kak, tadi Nayla sedang melakukan panggilan video Dengan teman Nayla yang dikampus, jadi tidak dengar kalau kakak memanggil," ucap Nayla dengan cengiran di wajahnya , sedangkan mark hanya menggelengkan kepalanya,