
...✨✨✨...
Xavier sedang kalang kabut ,sebab alea pergi tanpa mengabari dirinya kemana dia pergi ! bahkan saat dia bertanya pada supirnya dia bilang tidak tau .
Xavier sangat cemas , dia takut terjadi apa-apa pada istrinya . mereka baru saja kembali bahkan alea belum sempat istirahat.
'' Kamu dimana lea ?! Arrgh kenapa saya harus tidur segala sih'' xavier memijit pelipisnya pelan.
Sedangkan orang yang dia khawatirkan memang tidak baik-baik saja , disana seseorang tengah menodongkan pistol tepat di belakang kepalanya.
'' Haha gimana kejutan dari gue ?!'' ujar seseorang yang ada di belakang tubuh alea .
Anjas dan varel bergegas mendekati alea yang berada tak jauh dari mereka namun mereka urungkan saat orang tersebut menempelkan pistolnya di kepala alea.
'' Maju selangkah lagi ! gue pastikan kepala dia bocor.'' ujarnya dengan tersenyum devil.
Alea masih diam , entah apa yang dia rencanakan hingga membuat kedua sahabatnya ketakutan.
'' Al lo nggak papa ?!'' tanya anjas berteriak.
Alea masih diam ,dia mengabaikan pertanyaan anjas. sedangkan varel dia sedang mencari ide agar bisa melepaskan alea dari sana.
Varel menyalahkan dirinya sendiri karena dia terlalu fokus pada tubuh hendra hingga dia tak sadar jika ada seseorang yang menodongkan senjata.
'' Rel ini gimana ?! alea dalam bahaya rel ! gue takut !'' ujar anjas panik.
Namun varel pun sama seperti alea dia mengabaikan ucapan anjas hingga menyulut emosi anjas.
'' Rel lo kenapa diem aja ?! lo nggak khawatir sama alea ?!'' ujar anjas dengan marah.
Prokk ! Prok !
Suara tepuk tangan dari reza membuat mereka berdua menoleh , ya orang yang menodongkan senjata itu reza , tadi setelah dia di bawa oleh aiden tak berselang lama dia sadar hingga dia kembali ada disini.
Reza tertawa remeh melihat raut wajah kedua sahabat alea yang panik .'' Gue nggak nyangka ternyata persahabatan kalian luar biasa. andai gue punya sahabat kaya kalian ! pasti hidup gue lebih berwarna.''
''Lepasin alea brengsek.!!'' teriak anjas marah.
'' Hoho tidak segampang itu ! gue perlu dia buat ngendaliin kalian!'' ujarnya.
Varel perlahan mendekat ke arah reza namun baru tiga langkah dia sudah menghentikan langkahnya , varel takut jika langkahnya menjadi hal yang buruk untuk keselamatan alea. '' apa mau lo sebenarnya ?!''
__ADS_1
'' Gue cuma mau balas dendam ! itu aja nggak lebih.'' jawabnya acuh.
'' Alea arasya mirli , lo tau kenapa gue punya dendam sama lo ?! ''
''Pasti nggak kan ! perlu lo tau jika dulu lo nggak nolak adik gue mungkin sekarang dia masih ada ! bukan cuma itu anggota lo juga nyerang gue pada saat kondisi gue benar-benar berantakan.'' ujarnya.
Degh !
Aneh ! setelah mendengar kata adik kenapa jantungnya jadi berpacu lebih cepat. '' Lo pasti tau pemuda yang gantung diri di belakang sekolah waktu smp ? lo masih ingetkan !''
Degh !!
Alea ingat ! dulu di sekolahnya ada seorang pemuda tampan dan juga menjabat sebagai ketua osis .
Saat itu alea menjadi adik kelasnya ,karena kecantikan nya dan kepintaran yang dia miliki , alea menjadi primadona di sekolah.
Hingga suatu hari ketua osis mereka menyatakan perasaan padanya ,alea yang pada dasarnya tomboy dan tidak mau ribet apa lagi memiliki pacar , dengan tegas dia menolak ketua osis tersebut hingga beberapa hari setelahnya dia gantung diri . alea memang merasa bersalah dia berfikir mungkin kah itu karena dia menolak perasaan nya ?! atau karena hal lain. tapi perkiraan nya salah. !
Pemuda bermana tirta tersebut mengakhiri hidupnya akibat tekanan yang selalu di berikan keluarganya!!
'' Gimana udah inget ?! mungkin lo nggak pernah merasa bersalah selama ini , tapi lo nggak pernah tau kondisi keluarga gue setelah kepergian adik gue !!''
Tanpa berbalik alea menjawab semua pertanyaan reza yang menyalahkan dirinya .'' Reza itu nama lo kan ! gue memang nolak perasaan adik lo gue akui mungkin gue keterlaluan . tapi menurut gue lebih keterlaluan lagi jika gue tetap nerima perasaan nya sedangkan gue nggak bisa membalas perasaan yang dia punya ?''
'' Menurut lo lebih kejam mana ?! gue yang bohongin dia atau gue yang jujur ?! sedangkan kematian nya itu takdir bisa juga pilihan !! dan gue nggak tau hancurnya kelurga lo atau gimana perasaan keluarga lo karena gue belum bisa mikir sampai sana saat itu. gue juga bukan orang baik makanya gue nolak adik lo ! gue minta maaf jika memang semua penderitaan yang lo alami semua karena gue !''
Alea meminta maaf dengan tulus , dia tidak pernah menyangka jika pemuda yang meninggal tersebut adalah adik reza.
'' Cuih '' reza meludah ke samping tubuh alea.
'' Gue nggak sudi terima maaf dari lo !! mau lo sujud bahkan sungkem di depan gue ! gue tetap nggak akan maafin lo !''
Alea mengangguk '' Gue tau kok , dendam lo udah terlalu dalam sama gue .''
Alea masih tenang namun tatapan nya sudah berubah . '' Kasus kematian adek lo bukan cuma karena gue ! bukan kah lo udah cari tau kenapa dia memilih bunuh diri ?! ''
Reza terdiam , dia memang tidak mencari tau sebab adiknya memilih mengakhiri hidupnya , dia sangat yakin itu karena alea.
'' Gak perlu !! gue yakin itu karena lo .'' kekeh reza.
Alea berbalik sehingga pistol yang di todongkan padanya kini tepat berada di dahi mulus miliknya.
__ADS_1
'' Apa perlu gue kasih liat buktinya ?! '' ujar alea.
Tanpa menunggu jawaban dari reza , dia mengambil hp dan memperlihatkan vidio singkat seorang pemuda yang sedang termenung di sisi lapangan sekolah.
Vidio berdurasi 5 menit tersebut membuat tubuh reza lemas seketika ! dia tidak menyangka jika selama ini adiknya memendam penderitaan nya sendiri.
'' Gimana ?! apa semua masih salah gue ?! dari awal semua tuduhan lo salah ! harusnya lo sadar gimana perubahan perilaku adik lo ! tekanan yang selama ini lo buat membuat mentalnya terganggu ?! jadi siapa yang perlu di salahkan.?'' tanya alea.
Reza menggeleng ribut '' Nggak itu semua palsu !! lo pasti yang ngedit kan !!''
Alea menghela nafas lelah , dia tau mau ada bukti atau pun tidak semua tetap sama karena reza sudah menanam benci untuknya.
'' Haah percuma juga gue jawab kan ! lagian lo udah berasumsi sendiri .'' ujarnya.
Reza menatap benci pada alea .'' Lo harus gue habisin malam ini juga !''
Sebelum reza menarik pelatuknya alea sudah bergerak lebih dulu , dia menendang perut reza.
BUUUAAKK!!
BRAAK!!
'' Awalnya gue nggak ada niat berantem sama lo , tapi lo yang ngusik gue duluan ! gue cuma membela diri .'' ujar alea menatap tajam reza.
Anjas bernafas lega setelah melihat alea terbebas dari todongan pistol.
'' Huuh sukur deh alea bisa lepas , gue bener-bener takut.'' lirih anjas.
Tapi siapa yang menyangka jika reza benar-benar menarik pelatuknya .
'' MAMPUS KALIAN HAHA.'' teriak reza.
DOR ! DOR ! DOR !
Belum sempat alea menghindar tiga tembakan telah di arahkan padanya untung saja insting alea kuat hingga dia bisa menghindari dua tembakan dan mendapat satu tembakan di lengan nya.
" BAJINGAN SIALAN !" teriakan murka dari varel.
Saat itu juga dia berlari menerjang tubuh reza , dia meninju wajah reza tanpa ampun.
...see you next time.......
__ADS_1