Bos Mafia Itu Suamiku

Bos Mafia Itu Suamiku
BAB 23


__ADS_3

... .........happy reading...........


****


Varel baru saja sampai di kediaman nya , saat hendak turun dari motornya . varel mendengar suara pecahan barang-barang . varel menghela nafas lelah , dia tadi pamit pulang cepat agar bisa istirahat ,namun hal yang paling varel benci membuatnya terpaksa mengurung kan niatnya untuk istirahat.


Varel berjalan menuju pintu rumahnya ,saat varel membuka pintu dia melihat bunda nya sedang mengamuk pada salah satu art nya.


Varel mendekati bundanya . '' bunda '' panggil varel .


Bunda varel menengok ke arah anaknya , namun bukan tatapan hangat atau sebuah sapaan halus yang varel dapat kan . bunda nya menatap varel penuh amarah , terlihat dari kobaran kebencian yang ada di mata bundanya.


Varel tersenyum hangat , dia sudah biasa mendapat perlakuan istimewa seperti ini dari bunda nya.


'' bunda kenapa ?.'' tanya varel sangat halus.


Namun sang bunda hanya diam , varel tetap tersenyum melihat respon bunda nya yang sangat berbeda dari tiga tahun lalu.


'' bunda udah makan.?'' tanya varel lag.


Namun alih-alih menjawab pertanyaan anak nya , bunda varel malah menampar anak nya sendiri.


PLAAKK


Suara tamparan dari bunda varel , menggaung di dalam rumah itu, pipi varel memerah bahkan sudut bibir nya pecah.

__ADS_1


Varel tak merintih sedikit pun , dia tetap mempertahan kan senyum nya , meski sudah terbiasa mendapat perlakuan seperti itu namun tetap saja hati kecil nya sangat amat sakit , mendapat perlakuan seperti itu dari orang yang paling varel cintai.


'' KAU PEMBUNUH '' Teriak bunda varel tepat di depan wajah anaknya.


'' KEMBALIKAN SUAMI DAN ANAKU '' Ucap bunda varel dengan mengguncang bahu varel .


Varel tak menjawab , dia hanya diam . dia tau bunda nya masih belum mengiklaskan kepergian dua orang yang menjadi pelengkap keluarganya.


'' HARUS NYA KAU YANG MATI BUKAN MEREKA SIALAN hiks.. hikss.''


'' kamu penyebab kematian mereka , harusnya kamu tidak lahir , kamu membawa mala petaka bagi keluargaku , kamu tidak berguna , kamu pembunuh . kamu membunuh mereka hiks... hiks... hikss.. '' isak bunda varel , varel tak menjawab sedikit pun .


Melihat bunda nya terduduk di lantai dan menangis pilu . hati varel ikut sakit , jika saja waktu bisa diputar , dia lebih memilih pergi dari pada ayah dan kakak nya yang pergi.


'' bunda ke kamar yah , aku anter '' ajak varel.


SREETTTT


satu goresan yang lumayan dalam varel dapat kan dari bunda nya di bagian lengan nya. , darah mengalir deras dari luka tersebut.


Varel membiarkan luka itu begitu saja , dia lalu meminta salah satu art yang ada di sana untuk mengambil kan suntikan yang biasa di pakai bundanya.


'' bi tolong ambilin obatnya bunda '' ucap varel.


Art tersebut mengangguk , dia pergi meninggalkan varel dan bunda nya di ruang tamu .

__ADS_1


Tak lama art itu datang . '' ini den '' ucapnya.


varel menerima suntikan yang berisi obat penenang yang sudah di siap kan dokter pribadi bundanya.


'' makasih bi '' ucap varel.


Saat bunda nya masih menangis di lantai . varel dengan perlahan mengarah kan suntikan tersebut ke arah lengan sang bunda.


'' bunda istirahat dulu yah , biar cepet sembuh '' ucap varel dan begitu suntikan itu masuk ke dalam kulit bundanya , perlahan mata bundanya tertutup dan tertidur.


Varel memberikan suntikan tersebut kembali pada art nya . dia lalu menggendong bunda nya menuju kamarnya.


begitu sampai di kamar bundanya , varel membaringkan bunda nya di kasur . dia manatap bunda nya yang sedang tidur tampak sangat damai.


'' Bunda varel sayang bunda '' ucap varel.


'' bunda andai bunda tau ,varel juga ga mau mereka pergi , jika varel hanya membawa luka untuk bunda , varel rela pergi asal bunda bisa bahagia''


'' varel kangen bunda yang dulu, yang selalu senyum sama varel, selalu masakin varel, bunda yang dulu penuh kasih sayang sama varel.''


'' bunda , maaf karena varel tidak bisa membuat orang yang bunda ingin kan kembali , bunda ... huffzz jika tuhan mengizinkan sekali aja , varel pengen di peluk bunda , bukan di tampar atau di pukul hiks..'hikss..'' tangis varel pecah.


Varel menangis dalam diam sambil menatap bundanya. semua kenangan kebersama keluarganya saat masih utuh berdatangan tumpang tindih di kepalanya , varel menangis untuk yang ketiga kali nya dalam hidupnya .


'' Bunda.. varel sangat menyayangi bunda , varel harap suatu saat bunda akan menyayangi varel kembali seperti dulu '' ucapnya dan mengecup kening bundanya.

__ADS_1


varel berdiri dari kasur bundanya. dia pergi kembali ke kamarnya. dengan membawa seribu luka yang tak akan pernah sembuh selama hidupnya.


__ADS_2