Bos Mafia Itu Suamiku

Bos Mafia Itu Suamiku
BAB 22


__ADS_3

...happy reading.......


****


Keadaan alea sangat mengenaskan , luka di punggung nya semakin sakit.


Tenaga alea terkuras banyak , dia harus segera mengakhiri pertarungan ini, jika tidak mungkin alea tak bisa bertahan lama.


'' dasar sampah cuih '' alea meludah pada mayat yang kepalanya sudah hancur. dia berbalik menatap satu orang lagi yang sedang menengadahkan katana nya.


'' maju lo '' ucap alea.


Orang tersebut berlari ke arah alea , dia menyerang alea membabi buta.


BUAKKK


BUAKK


DUGHH


SREETT


ARGHH


DUGH


BUGHH


BUGHH


ARGHH


Alea menedang, menyayat, memukul bahkan membanting orang itu, alea merasa tenaga nya sudah habis , jika dia terus berkelahi alea yakin dirinya akan tumbang.


'' Ck menyusah kan . '' ucap alea.


Dia mengambil belati di saku celana nya. alea menatap lawanya dengan tajam , dalam hitungan detik belati alea sudan menancap di jantung lawan nya.


BLESS


'' AKHH '' Jerit orang tersebut ketika belati alea sukses menancap pada jantung nya.


BRUK


Orang tersebut jatuh ke tanah ,. dengan darah mengalir dalam dirinya . alea mendekati orang tersebut , dia mengambil belati yang masih menancap di jantung nya.


SRETT


Setelah alea mengambil belati nya, dia menatap mayat itu lama.


'' gue sebener nya ga mau lagi jadi gila , cuma lo semua yang cari gara-gara sama gue . So jangan salahin gue kalo gue kembali menjadi iblis '' ucap alea dengan nada dingin.


Aura yang alea keluarkan sangat menakutkan . dia berjongkok di samping mayat itu. alea membuka topeng yang orang itu kenakan.


srekk


terpapang lah wajah seorang pemuda , yang alea yakini masih di bawah umur.

__ADS_1


'' goblok , masih muda udah mau aja jadi berandal '' ucap alea.


alea mengambil lengan pria tersebut , lalu dia mengukir sebuah nama AR kemudian dia mencongkel salah satu mata pria itu , dan membuang nya sembarangan.


Alea bersmrik menakut kan. '' gue kembali '' ucap alea , dia kemudian bangkit dengan tertatih-tatih berjalan menuju motornya.


'' sakit banget gila '' monolog alea. dia menaiki motor sport nya dan pergi dari sana , sebelum pergi alea sudah lebih dulu membersihkan aksinya.


🎇🎇🎇


Xavier masih berada di jalanan , dia sedang mencari alea . xavier celingak celinguk sambil mengendarai mobil nya.


'' kau dimana lea '' ucap xavier khawatir.


'' sialan , kenapa orang suruhan ku tidak ada yang tau alea pergi dari rumahnya ?.'' bingung xavier.


Sebenar nya xavier mengirim mata-mata hingga lima orang untuk memantau alea setiap saat. namun kali ini mereka gagal , mereka tak ada yang melihat alea keluar dari rumahnya.


'' apa alea memiliki ilmu dalam dirinya ? hingga dia bisa berteleportasi?.'' ujar xavier.


Tak lama xavier geleng-geleng kepala.


'' ga mungkin hal itu ada . ck kenapa saya jadi bodoh begini sih ?.'' ujar xavier karena merasa dirinya sangat bodoh jika bersangkutan dengan alea.


Saat xavier sedang asik dengan pikiran nya sendiri , di tengah jalan dia melihat seseorang tengah mengendarai motor sport mirip punya alea . namun sang pengendara tersebut membawa motornya dengan sangat buruk .


'' seperti motor alea'' ucap xavier .


Dia memelan kan laju mobilnya , saat sampai di samping pengendara itu dapat xavier lihat bahwa dia memang alea , xavier menyadari dari mata alea , meski alea memakai helm.


Sedang kan alea sekarang merasa kepalanya sangat pening , pandangan nya buram , dia seperti mendengar seseorang memanggil nya , namun alea tak menghiraukan nya karena kepalanya berdenyut nyeri.


Xavier melajukan mobil nya mendahului alea, dia menghadang alea , hingga alea memberhentika motornya mendadak.


'' siapa lo , jangan ganggu gue , gue lagi males ladenin lo '' ucap alea tanpa turun dari motornya.


Xavier turun dari mobil nya , dan menghampiri alea.


'' lea sadar ini saya tunangan kamu '' ucap xavier sambil mengguncang bahu alea.


'' sssssttt '' alea mendesis karena bahu yang terluka tadi di pegang sangat kuat oleh xavier.


Xavier yang melihat alea mendesis , merasa bingung hingga dia mengangkat tangan nya , xavier kaget saat dia melihat tangan nya sendiri sudah di penuhi darah . dia kemudian menatap bahu alea , mata xavier membulat sempurna saat dia menyadari bahu alea mengeluarkan darah sangat banyak.


'' lea kamu kenapa '' panik xavier , dia lalu melepas helm alea betapa terkejutnya xavier melihat lebam juga darah di pipi dan sudut bibir alea.


'' alea hey kamu kenapa '' tanya xavier beruntun.


Alea menatap xavier sayu . '' gue baik '' jawab alea sekena nya . dia merasa kepalanya semakin sakit. alea memegangin kepalany .


xavier yang sudah kepalang panik ,langsung membopong alea dari motornya.


'' apa yang lo lakuin ?.'' tanya alea . dia hendak memberontak namun tenaga nya sudah habis , dia hanya pasrah saat xavier mempong nya dan membawa alea memasuki mobilnya.


Alea merasa seluruh badan nya sakit . dia juga mengantuk , alea menatap xavier lama dapat alea lihat di wajah tampan xavier tersirat kekhawatiran yang sangat besar. hati alea menghangat .


'' terima kasih '' ucap alea , dia terus menatap xavier.

__ADS_1


Xavier menengok ke arah alea , '' untuk '' tanya xavier tak mengerti maksud alea.


'' ga papa '' jawab alea , dia memalingkan wajah nya dari hadapan xavier , pipi alea bersemu merah , dia malu jika memperlihat kan wajahnya yang sedang memerah pada xavier.


Hal itu membuat xavier berfikir negativ, dia mengira alea ngambek padanya karena tadi dia bertanya dan tak mengerti maksud alea.


'' maaf '' ucap xavier sendu.


Alea menengok kembali ke arah xavier , alis alea terangkat sebelah , dia tak mengerti xavier meminta maaf untuk apa .


'' maaf karena tadi saya tidak mengerti ucapan kamu '' ujar xavier .


Alea terbengong , dia sama sekali tak menyangka jika xavier akan meminta maaf hanya karena hal itu.


'' kau tak bersalah ,jadi tak perlu minta maaf '' jawab alea.


'' t-tapi tadi kamu memalingkan wajah mu saat aku bertanya '' ucap xavier lirih.


Alea tersenyum , dia seperti melihat xavier kecil saat ini , tikah nya membuat alea tak sadar mencubit pipi xavier gemas.


'' gemesin banget sihhh '' ucap alea sambil tersenyum.


Xavier yang mendapat serang mendadak dari alea , merasa kaget dia tak menyangka alea akan melakukan hal tersebut.


Alea sadar apa yang baru saja dia lakukan pada xavier , alea hendak melepaskan tangan nya dari pipi xavier , namun xavier lebih dulu menahan nya.


Xavier meminggir kan mobilnya , dia menatap mata alae dalam . tatapan mata xavier memancarkan cinta yang sangat besar pada alea.


Alea terpaku melihat wajah tampan xavier dari dekat, jantung alea berdegub sangat kencang . xavier terus menatap alea mereka saling diam , tanpa sadar xavier perlahan-lahan memajukan wajah nya ke arah alea , dia menatap mata alea penuh damba .


sedang kan alea . dia merasa seperti patung dia ingin menolak namun hal lain dalam dirinya menahan alea agar dia tak bergerak dari sana.


Wajah xavier semakin dekat , dia melihat ke arah bibir ranum alea , meski ada noda darah bahkan lebam juga sobek di bibir alea , hal tersebut malah semakin membuat xavier mengingin kan bibir alea.


Xavier kembali menatap mata alea , mereka saling berpandangan , xavier mendekat kan wajahnya lagi , hingga alea memejam kan matanya.


xavier menatap bibir alea sangat lama, dia kemudian mendekat kan bibirnya pada bibir alea .


Cup


saat bibir mereka menempel xavier bisa merasakan hal yang baru pertama kali xavier rasakan seumur hidup nya.


kenyal ,manis dan candu hal itu yang xavier rasakan.


Alea tertegun saat bibir mereka saling menempel. tak lama alea merasakan ******* kecil di bibirnya , hati alea derdegub lebih kencang dari pada tadi.


Xavier ******* pelan bibir alea ,setelah beberapa saat mencicipi bibir alea , xavier menarik bibirnya dari bibir alea dan mengecup kening alea .


'' terima kasih lea , saya sangat mencintaimu '' ucap xavier dia memeluk tubuh alea pelan , dia tak perduli jika darah alea mengotori bajunya.


setelah berpelukan ,xavier melepaskan alea , dia menatap alea penuh cinta.


'' kita kerumah sakit sekarang '' ajak xavier.


Alea hanya mengangguk , kepalanya seperti kosong ,otak alea sama sekali ta bekerja akibat kejadian barusan.


Xavier tersenyum simpul melihat respon alea , dia tau jika alea masih terkejut dengan kejadian barusan , xavier menjalan kan mobil nya menuju rumah sakit keluarganya untuk mengobati luka alea.

__ADS_1


__ADS_2