
.........happy reading.......
*****
Alea baru saja sampai di rumah sakit.
Xavier turun lebih dulu untuk membukakan pintu alea, saat pintu sudah terbuka xavier langsung membopong alea dan membawanya memasuki rumah sakit.
Alea hanya diam , dia sedang merasakan perih dari lukanya. namun alea sama sekali tak merintih bahkan tatapan matanya saja masih sangat datar.
Sesampai nya mereka di UGD dokter langsung memeriksa keadaan alea.
'' gimana kondisi tunangan saya dok '' tanya xavier.
'' kondisi nona alea lumayan parah , dia mendapat luka di bagian punggung juga bahunya . dan itu perlu di jahit agar lukanya tidak melebar '' jawab dokter.
Xavier menatap alea meminta persetujuan. alea mengangguk memberi izin agar dokter menjahit lukanya.
'' lakukan dengan hati-hati . jika alea kesakitan kau tau akibatnya '' ucap xavier memperingati.
Dokter itu mengangguk , dia sudah tau jika omongan xavier tidak ada yang main-main.
'' jangan bikin dokternya takut'' ucap alea.
'' saya tidak menakutinya '' elak xavier.
'' baik lah. sekarang lo keluar biar dokter lebih fokus menangani gue '' usir alea pada xavier.
'' kenapa saya harus di luar ? gimana kalo dokter nya macem-macem '' ujar xavier.
Alea menghembus kan nafas lelah . 'ternyata bucin bikin tolol' batin alea.
'' keluar '' ucap alea penuh intimidasi.
__ADS_1
Xavier yang melihatnya , dengan sangag terpaksa melakukan perintah alea, namun sebelum ia pergi keluar dia menatap dokter dengan pandangan menusuk seolah berbicara ' ku bunuh kau jika berani macam-macam' . lalu dia pergi meninggal kan ruangan alea.
🎇🎇🎆
Leon sedang melamun di dalam balkon kamarnya.
'' gue kira perasaan gue ga bakalan sebesar ini '' ujar nya.
Dia menerawang jauh ketika pertama kali bertemu alea.
'' kenapa tuhan kasih gue perasaan suka sama orang yang jadi kakak ipar gue .''
'' lo cantik lea , sangat cantik bukan cuma paras lo yang cantik. tapi juga hati lo '' ujarnya lagi.
'' bang xavier sangat beruntung bisa ketemu sama lo '' lanjutnya.
Leon menatap langit malam, dia melihat bintang yang bertaburan di sana .
'' sakit banget '' ucap leon, dia baru pertama kali jatuh cinta dan dia salah menaruh rasa pada orang yang sudah memilik calon suami.
malam yang bertabur bintang , menjadi malam yang menyakitkan untuk leon. dia harus berperang dengan perasaan nya sendiri.
...--------------------...
Di sisi lain , tepatnya tempat kedua sahabat alea yaitu vero juga anjas.
'' lo ngerasa aneh gak sama varel ?.'' tanya vero.
anjas mengangguk .'' iya kaya ada sesuatu gitu '' jawab anjas.
mereka berdua sedang berada di rumah anjas . tadi setelah pulang dari pertemuan mereka memang tidak mengantar alea .
'' apa jangan-jangan varel punya rahasia yang kita ga tau ?.'' ucap vero.
__ADS_1
'' bisa jadi , tuh anak kan pendiem banget '' jawab anjas.
'' lo cari tau gih , siapa tau si varel nyembunyiin sesuatu yang bikin bahaya .?'' ucap vero.
anjas menggeplak kepala vero .
plakk
'' heh bego , lo kira si varel ******* apa '' ujar anjas.
Vero mengusap kepalanya yang habis kena geplakan tangan tak berahlak milik anjas.
'' ya kan siapa tau varel jadi mata-mata geng lain gimana .?'' ujar vero.
Anjas menggelang tak habis pikir. '' lo kira kita temenan sama dia baru satu minggu hah , kita udah temenan bertahun-tahun ''
'' dan lo masih ragu sama varel ck ck ck jangan- jangan lo yang jadi mata-mata ?'' ucap anjas curiga.
Sekarang giliran vero yang menimpuk kepala anjas dengan bantal.
'' sembarangan lo, asal lo tau ya gue tu setia kawan bro ,dan gue ga bakalan khianatin persahabatan kita apa lagi alea , itu ga akan terjadi '' jawab vero .
'' terus ngapain lo tadi ngeraguin varel.? lo kan tau si varel cinta mati sama alea . mana mungkin dia punya niat jahat sama alea '' ujar anjas.
'' iya juga sih . terus menurut lo siapa yang pantas di curigai '' tanya vero.
anjas menggeleng .'' ga tau gue juga . otak gue buntu'' jawabnya dan mengambil kripik singkong yang tadi di makan vero.
'' woy jajan gue itu . main makan-makan aja lo '' ucap vero mengambil kembali kripik nya.
'' ya elah ini rumah punya siapa sih . berasa gue yang numpang '' ujar anjas pada dirinya sendiri.
Mereka berdua melanjutkan perdebatan mereka hingga malam hari .
__ADS_1