
Sementara itu, di dalam sebuah kamar yang mewah, terlihat sosok pemuda yang tengah duduk di kursi yang berada di dalam kamar tersebut , masih mengenakan setelan kemeja yang membalut tubuh atletisnya,
pemuda berwajah tampan itu dengan mata tajamnya, hidung mancung, bibir tipis dan berwarna baby pink, menambah kesan tampan pada dirinya,
terlihat jelas wajah tampannya menampilkan senyum smirk yang terukir di wajah tampannya , karena ada panggilan telepon, lalu dia langsung menggeser tombol hijau pada layar ponselnya,
" halo," jawab nya
" dav,kau dimana," ucap seseorang dari sebrang telpon
" dirumah, ada apa," tanya pemuda tersebut
" apakah kau mengenal kelompok black lion," tanya orang tersebut
" ya, memangnya kenapa," tanyanya
" kenapa kelompok mu mencari masalah dengan mereka," tanya orang tersebut
sedangkan pemuda tersebut langsung mengeraskan rahangnya, wajahnya memerah karena menahan amarah, bahkan tangan kanannya sudah mengepal kuat,
__ADS_1
" kenapa, apa ada masalah," ucap pemuda tersebut
" dav, tolong jawab pertanyaan ku," ucapnya
" dengar nay, mau aku mencari masalah dengan siapapun, itu bukan urusanmu, apa kau paham," ucapnya dingin , lalu tanpa berkata apa-apa pemuda tersebut langsung mematikan panggilan telepon tersebut secara sepihak
sementara itu, orang yang menghubungi pemuda itu, hanya mendengus sebal,
." isss, apa apaan sih dia itu, main matiin aja,awas saja, kalau aku sudah kembali ke sana, lihat saja," ucapnya, dengan kesal gadis itu menghentakkan kakinya di lantai kemudian dia berjalan menuju tempat tidur nya,
dia menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur berukuran king size tersebut, tangannya masih memegang ponselnya dengan memutar benda pipih tersebut, dengan pikiran yang berkecamuk, dalam benaknya,
" Sebenarnya, permasalahan mereka tidak terlalu serius, tapi kenapa mereka harus sampai seperti sekarang ini, aish, pusing kepalaku memikirkan semua ini " ucap gadis itu dengan mengacak-acak rambutnya,
pemuda tersebut berjalan mendekati ranjang dan duduk di pinggir ranjang tersebut, dia membenarkan anak rambut dari wajah cantik Nayla,
" Aku harap,dugaanku salah nay, tapi jika dugaan ku benar,maka aku harus memberitahu masalah ini dengan mereka, karena kami tidak ingin dia menyakitimu,kami sangat menyayangimu," setelah mengatakan itu, dia langsung mengecup kening Nayla dengan lembut,
lalu pemuda tersebut langsung pergi dari kamar tersebut, dia keluar melalui jendela kamar tersebut, sebelum dia lompat dari jendela kamar tersebut, dia melihat kearah belakang,
__ADS_1
dia melihat wajah cantik Nayla dari kejauhan, entah apa yang akan terjadi, bila mereka semua mengetahui tentang hal ini, apakah mereka akan marah atau akan melupakan semua itu demi adik mereka, pikir pemuda tersebut,
lalu pemuda tersebut menarik nafas panjang guna menghilangkan rasa sesak yang dia rasakan saat ini, lalu dia langsung melompat dari jendela kamar lantai dua tersebut,
keesokan harinya, ada lima orang lelaki tampan dan dua orang paruh baya, mereka terlihat tengah membicarakan sesuatu yang serius,
" kalian yakin dengan apa yang kalian katakan," tanya pria paruh baya tersebut
" yakin pa, karena kami sudah menaruh beberapa mata mata kita diperusahaan mereka, dan itu informasi yang mereka berikan," ucap Dion
" Lalu, apa yang akan kalian lakukan untuk langkah selanjutnya," ucapnya
." kami akan terus memantau perkembangan dan informasi yang mereka miliki," lanjut Dion
" . Itu terlalu berbahaya Dion," ucap seseorang yang menuruni tangga, mereka semua melihat kearah suara tersebut
__ADS_1
" Apa maksudmu kak," ucap Dion bingung
pemuda tersebut berjalan mendekati mereka dan ikut duduk di ruang keluarga tersebut,