
...happy reading......
Xavier baru saja sampai di depan gerbang sekolah alea , dia keluar dari mobilnya dan berjalan hendak meminta satpam membukakan gerbang , namun belum sempat dia sampai di pos satpam ,dari kejauhan xavier melihat alea tengah memapah seseorang , tanpa permisi dia menerobos masuk dan berlari menuju alea berada.
drapppp drappp drappp
Alea melihat tunangan berlari kearahnya menjadi bingung , ' apa mungkin dia di kejar sesuatu' pikirnya.
Begitu sampai di hadapan alea ,dia melihat seluruh tubuh tunangan nya ,dia hanya melihat sedikit memar di bagian tangan dan juga pelipisnya. namun seragam mereka bertiga sangat berantakan.
'' jangan mikir macem-macem'' ancam alea ,dia melihat raut wajah xavier menjadi keruh seperti menahan amarah.
'' lalu apa yang terjadi pada kalian?.'' tanya nya.
'' kita tadi di jebak sama salah satu siswa yang dendam sama kita '' jawab anjas.
'' dimana dia sekarang ,apa perlu saya yang urus ?.'' tanya xavier yang mendapat gelengan dari alea juga anjas.
'' gue udah urus dia ,lo bawa mobil?.'' tanya alea.
'' bawa itu disana'' tunjuknya pada mobil yang terparkir di depan gerbang.
'' bawa kesini kita perlu ke rumah sakit ,keadaan vero gak baik '' ujar alea.
Xavier melihat tubuh vero yang penuh dengan darah , '' biar aku aja yang mapah dia '' usulnya dan mengambil lengan vero yang ada di bahu alea.
'' akh pelan-pelan om '' ujar vero karena tangan nya di pegang sangat kuat .
'' sorry saya tidak sengaja'' ucap xavier.
'' sirry siyi kigi singiji basi om ,kalo cemburu bilang dong'' sindir vero.
'' diam kamu ,mau kamu saya bikin patah tulang sekalian '' ancam xavier.
'' hehe jangan dong om ,nanti siapa yang jagain alea kalo saya patah tulang '' ujarnya bercanda.
'' saya '' jawab xavier dingin.
Vero meneguk ludahnya susah payah 'GLEK' lalu tersenyum kaku melihat xavier.
'' iya deh om iya '' ujarnya.
'' jangan panggil saya om !! saya bukan om kamu '' ucapnya datar.
__ADS_1
Alea yang sudah lelah berdiri berkata '' buruan gue cape berdiri ,lo juga ver jangan banyak omong luka lo perlu cepet di obati'' ujar alea.
'' kamu perhatian banget sama dia ,beda kalo sama aku '' ucap xavier seperti anak kecil.
Alea dkk menatap xavier cengo ,bahkan anjas sampai mengorek telinganya takut salah dengar.
'' gue gak salah dengar kan ? apa kuping gue congean yah sampai gue denger bang xavier ngomong kaya bocah '' ujar anjas berbisik kepada vero.
'' gue juga sama ,kayanya disini ada demit deh yang rasukin tubuhnya '' jawab vero sembari menatap xavier.
'' lo... kerasukan apa lagi ?.'' tanya alea heran melihat perubahan sikap xavier.
'' gak ada '' jawabnya.
Vero yang merasa kepalanya semakin pening memanggil alea .'' al buruan gue rasa kepala gue mau lepas akhh'' ujarnya .
Mereka bertiga bergegas membawa vero kedalam mobil milik xavier , meski xavier merasa sedikit iri melihat kepedulian alea terhadap teman nya namun dia juga sadar alea belum sepenuhnya membuka hati padanya . jadi dia harus lebih sabar dan berusaha agar alea lebih perhatian padanya.
Setengah jam berlalu ,kini mereka telah sampai di rumah sakit , tempat varel di rawat. alea bersama yang lain memanggil perawat untuk membantu vero.
'' sus woy suster buruan bawa brankar ,temen gue sekarat '' teriak anjas.
Para perawat segera membawa brankar dan menghampiri mereka. vero di tidurkan di brankar itu dan di bawa menuju UGD.
'' baik , tolong temen saya sus ,dia harus sehat kembali '' ucap alea.
'' kami akan usahakan yang terbaik untuk teman anda nona '' jawab sustee dan menutup pintu.
Alea ,xavier serta anjas duduk di bangku tunggu , alea terlihat sangat gelisah entah apa yang membuatnya begitu.
'' kamu kenapa?.'' tanya xavier.
Alea menatapnya '' gue takut'' jawabnya.
Xavier mengangkat alisnya bingung '' kamu takut apa ?.'' tanyanya.
'' gue takut vero..'' alea tak melanjutkan ucapan nya , dia menjadi diam dan menatap kosong ke arah depan.
'' kamu gak papa? '' tanya xavier menggenggam tangan alea lembut.
Alea menoleh ,dia melihat xavier ,sedangkan anjas dia juga sama seperti alea dia mencemaskan keadaan vero ,meski tadi mereka sempat bercanda dengan nya namun di hati mereka masing-masing menyimpan rasa takut yang teramat besar.
'' g-gue '' tak tega melihat gadisnya seoerti itu xavier memeluk alea , dia tak mau alea melanjutkan ucapan nya ,dia terlihat sangat tertekan .
__ADS_1
''hikss...hikss'' alea menangis dia menyalahkan dirinya sendiri karena dirinya vero terluka.
'' semua salah gue ,kalau aja gue lebih waspada vero gak bakalan terluka vier ,gue bodoh gue gak bisa lindungin sahabat gue hiks...hikss hikss'' tangis alea di pelukan xavier.
Xavier mengelus punggung gadisnya , dia tau alea adalah gadis kuat ,dia gadis yang tangguh dan dia selalu mengandalkan dirinya sendiri, namun kali ini xavier baru melihat sisi rapuh gadisnya yang selama ini tidak di ketahui olehnya.
'' dia akan baik-baik saja . kamu harus yakin jika vero pasti akan sembuh '' ujarnya mencoba menenangkan alea.
'' t-tapi dia terluka gara-gara gue'' ucap alea menyalahkan dirinya lagi.
Anjas yang mendengar ucapan alea berucap . '' itu bukan salah lo al ,itu musibah dan vero hanya mencoba melindungi lo ,dia gak mau liat lo terluka lagi , dia pernah bilang sama gue ,di dunia ini dia hanya ingin liat lo bahagia ,kalo lo tanya apa alasan nya lo harus tanya sendiri sama dia bukan gue ,jadi jangan lo salahin diri lo lagi ,lo gak salah al yang salah curut itu'' ucap anjas panjang lebar.
Alea diam begitu pula xavier ,menurut xavier apa yang di katakan anjas ada benarnya juga .
mereka saling diam ,hingga suara pintu membuat mereka bertiga berdiri dari duduknya.
'' gimana keadaan nya dok ?.'' tanya alea.
dokter itu menatap alea '' pendarahan di kepalanya cukup parah dan dia memerlukan operasi secepatnya agar jaringan di otaknya tidak terganggu.'' ucap dokter tersebut membuat alea serta yang lain terkejut.
'' apa ? yang bener dok temen ?'' tanya anjas tak yakin .
Dokter itu mengangguk .'' apa disini ada anggota keluarganya ?.'' tanya nya.
Mereka semua diam , mereka tau kedua orang tua vero tengah melakukan perjalanan bisnis ke luar negri.
'' apa tidak bisa jika kami yang mewakilinya dok ?.'' tanya xavier .
'' bisa saja ,lebih cepat lebih baik saya akan menyiapkan surat keterangan nya anda hanya perlu tanda tangan '' ujarnya ,xavier mengangguk dokter tersebut pun pergi dari hadapan mereka.
'' lo yakin?.'' tanya alea.
''iya kalian gak mau kan kalo vero sampai kenapa-napa'' ujarnya.
Alea diam begitu pula anjas ,mereka bimbang mereka takut mengambil keputusan besar seperti sekarang.
'' kalian tau nomor orang tua keluarganya?'' tanya xavier.
'' gue tau ,gue aja yang telfon orang tua vero '' usul anjas.
Dia lalu pergi meninggal kan xavier dan alea. '' dia pasti baik-baik aja ,kamu jangan sedih kita berdo'a aja semoga dia bisa lewatin semua ini'' ucap xavier membuat alea mengangguk.
Dalama benak mereka masing-masing menyimpan rasa cemas yang sama yakni mereka takut jika operasinya gagal dan membuat vero kehilangan nyawanya.
__ADS_1