
...happy reading........
✨✨✨
Beberapa hari telah berlalu kini vero telah pulih namun masih berada di rumah sakit , dia akan pulang nanti setelah pemeriksaan terakhirnya.
Ruangan vero juga nampak ramai karena para sahabatnya datang menjenguk termasuk varel . dia sudah boleh pulang sehari setelah vero operasi dan sekarang dia ada di sini dengan para sahabatnya.
'' gimana keadaan lo rel ? udah baikan'' tanya alea.
'' hm gue baik '' jawabnya singkat.
'' hubungan lo sama dia gimana al?.'' tanya nya.
Alea diam sejenak sebelum menjawab.
'' biasa aja , emang kenapa?.'' dia merasa heran tidak biasanya varel menggubris urusan orang lain.
'' gak papa ,lo.. bahagia sama dia?.'' tanya varel.
'' ya gimana yah di bilang bahagia gue rasa biasa aja , gue cuma nyaman sama dia dan masalah suka atau enggak gue belum terlalu yakin'' ujarnya.
Varel diam , dia tak lagi menatap alea entah lah dia merasa hatinya semakin sakit setiap dia mendapat kan jawaban dari alea. seolah-olah dia di paksa mundur oleh semesta.
'' lo gak papa rel ,kok diem aja?.'' tanya alea.
'' gue gak papa alea '' ujarnya.
Obrolan mereka terhenti kala suara anjas membuat fokus mereka terganggu, anjas duduk di samping alea .
'' Al menurut lo seandainya lo punya saudara tapi jalan pikiran saudara lo sama diri lo beda lo milih ikut dia apa sendiri?.'' tanya anjas.
'' emang lo punya saudara?.'' tanya varel heran , setaunya dia anak tunggal.
'' gak ,gue kan cuma nanya bro'' jawabnya .
'' kalo gue pribadi gue lebih milih gak mihak siapa-siapa ,kalo emang jalan yang di ambil udah salah kenapa kita harus ngelanjutin, gini yah ibarat lo udah tau di depan lo ada lubang yang bisa bikin kaki lo patah ,tapi lo tetep lewat jalan itu apa lo kira lo bisa lompatin lubang itu ? gak hasil akhirnya tetep sama yaitu sakit ,jadi bagi gue pribadi gue bakalan berusaha buat merubahnya tapi kalau tidak bisa di rubah ya kita harus berusaha buat cegah saudara kita biar gak ngerugiin orang lain '' ucap alea panjang lebar.
'' bener tuh kata alea njas ,lo tumben tanya-tanya kaya gitu '' ucap vero . dia memang sudah sadar paska operasi waktu itu.
'' gak papa sih cuma gue penasaran aja gitu , al lo masih cari siapa yang nyerang markas waktu itu ?.'' tanya nya mengalihkan pembicaraan.
Alea mengangguk ,'' masih cuma buktinya belum ada gue masih nyari kalian gimana udah ada petunjuk atau apa gitu ?.'' tanya alea pada mereka bertiga.
Namun semuanya menggeleng .'' ya udah nanti kita bahas lain kali aja '' ujarnya.
__ADS_1
'' seminggu lagi kan hari kelulusan , kalian ada rencana mau kemana gak ?.'' tanya vero.
''gue mau di rumah aja males jalan '' jawab anjas.
'' kalo gue kayanya di rumah mommy katanya ada acara gitu cuma gue gak tau acara apa'' jawab alea.
'' kalo lo gimana rel?.'' tanya vero.
'' gue ke basecamp '' ujarnya.
Mereka bertiga memicingkan mata .
'' gila lo ngapain ngerayain kelulusan di basecamp ? mending jalan sama gue kita ngopi-ngopi di warung gitu yang murah '' ajak vero.
'' kaya kaga punya duit lo '' ujar anjas.
'' lo gak tau yah ,kata pepatah nabung pangkal kaya jadi gue mau nabung biar jadi kaya'' jawabnya.
'' iya kaya ,kaya monyet hahaha'' ucap anjas.
BUUUKK
Vero melempar bantal ke wajah anjas.
'' karena muka lo emang minta di nistain hahaha'' jawabnya.
'' awas lo gue gak mau bayarin lo di warnet lagi '' ancam vero.
'' bodo amat gue kan punya semua di rumah ngapain harus ke warnet'' jawab anjas.
'' Akkhhh anjas sialannn '' teriak vero frustasi.
Alea dan varel hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan dua sahabatnya yang seperti bocah.
✨✨✨
Berbeda dengan alea yang tengah berkumpul di rumah sakit , kali ini xavier tengah bersitegang dengan daddy nya.
entah apa yang membuat xavier begitu murka pada daddy nya sendiri.
'' daddy tau ini dari mana?.'' tanya xavier.
Malam ini memang xavier kebetulan pulang ke mansion tidak ke apartemen nya ,namun saat dia baru saja sampai di depan pintu dia melihat sebuah kotak dengan ukuran sedang berada di depan pintu.
Dan saat di buka ternyata berisi surat ancaman yang berlumur darah serta potongan kepala hewan yang sepertinya baru di bunuh karena darahnya pun masih segar.
__ADS_1
Daddy damian tak menjawab pertanyaan anaknya, dia bingung harus menjelaskan dari mana!!
"dad jawab!" ucap xavier menahan amarah.
''daddy tidak tau itu dari mana dan siapa yang mengirim '' jawabnya.
'' lalu ,apa daddy pernah membuat masalah dengan seseorang ?.'' tanya xavier.
Daddy menarik nafas .'' haaahh daddy tidak tau vier ,daddy merasa tidak memiliki musuh kecuali para mantan karyawan daddy yang telah daddy pecat!" jawab daddy.
Xavier mengambil kertas yang masih berada di kotaknya. dia membaca tulisan di dalam kertas tersebut. disana tertulis ancaman yang membawa nama alea dan hal itu berhasil membuat xavier uring-uringan.
'' SIAPKAN DIRI KALIAN ,KARENA NYAWA KALIAN DAN SELURUH ANGGOTA KELUARGA ARLANDO AKAN GUE BUNUH TERMASUK GADIS YANG AKAN MENJADI MENANTU PUTRA SULUNGMU DAMIAN''
Itu lah isi surat ancaman nya, xavier meremas kerta itu dan membuangnya ke tempat sampah.
'' Dad jujur sama aku ada apa sebenarnya ? kenapa daddy seolah-olah menutupi sesuatu dari keluarga ini '' tanya xavier.
Daddy merenung dia teringat hal yang kemungkinan ada sangkut pautnya dengan masalah kali ini.
'' Daddy belum bisa jawab sekarang nak ,nanti saat daddy sudah siap daddy akan bercerita tapi kali ini daddy mohon sama kamu jangan beri tau siapa pun masalah ini termasuk adikmu leon'' pinta sang daddy yang semakin membuat xavier heran, ' ada apa sebenarnya' isi pikiran xavier.
'' Baik dad ,dan maaf karena tadi xavier sudah membentak daddy '' ucapnya .
Daddy damian bangun dari sofa dan berjalan ke arah xavier yang tengah berdiri di samping meja kerjanya.
Pukk pukk
Daddy menepuk pundak xavier dua kali , dia tersenyum pada putranya.
'' gak papa ,daddy tau kamu cemas makanya seperti itu , maafin daddy juga karena belum bisa bilang sama kamu . '' ucap daddy damian.
xavier mengangguk dia lalu menatap foto keluarganya , disana terdapat dirinya ,leon yang masih kecil juga daddy dan mommy.
'' Dad apa pun yang terjadi daddy harus bilang sama aku , aku gak mau keluarga kita menjadi hancur dan orang itu berhasil membuat daddy menjadi orang terpuruk'' ujar xavier.
'' kamu jangan ngomong yang enggak-enggak ,keluarga kita pasti baik-baik aja ,daddy janji daddy akan jagain kalian semua sampai nyawa daddy benar-benar pergi dari sini '' ucap daddy .
Namun bukan haru yang xavier dapat dari ucapan daddy nya namun sesak ya xavier seperti merasa daddynya akan pergi jauh meninggalkan nya.
'' Dad jangan tinggalin kami '' ucap xavier tiba-tiba.
'' Husss kamu ngomong apa sih ,udah deh jangan melow-melow kita ini laki-laki jangan cengeng haha'' ujar daddy bergurau.
'' Kamu harus jaga alea lebih ketat lagi vier , daddy gak mau calon mantu daddy kenapa-napa '' ujarnya yang di angguki xavier.
__ADS_1