Bos Mafia Itu Suamiku

Bos Mafia Itu Suamiku
BAB 32


__ADS_3

...happy reading..........


 


Alea memarkirkan motornya ,begitu pula dengan anjas dan vero. mereka bertiga turun dari motor masing-masing .


Saat anjas berjalan dia tak sengaja tersandung batu , sehingga tubuh nya oleng ke samping , anjas sudah memejam kan matanya . dia berfikir pasti akan jatuh , namun beberapa detik dia tak merasakan sakit atau pun merasa jatuh , dia membuka mata , anjas terpaku saat dia melihat wajah alea begitu dekat dengan nya.


Tadi saat alea berjalan di belakang anjas , dia tak sengaja melihat anjas akan jatuh ,karena refleknya bagus alea dapat menangkap tubuh anjas sehingga dia tak terjatuh.


'' alea'' ucap anjas lirih , dia masih belum sadar dengan posisi mereka.


Vero yang sedari tadi sudah jengkel melihat anjas selalu dekat dengan alea, menghampiri mereka dan menyeret anjas.


'' bangun bego , lo mau alea pingsan nahan badan lo yang segede gajah '' uja vero sambil menarik tangan anjas.


Mendengar ucapan vero , anjas baru sadar ternyata tubuhnya di tangkap alea. dia malu harusnya adegan seperti itu, alea yang dia tangkap ini malah c-cuma sebaliknya . anjas memalingkan wajahnya dia belum sanggup menatap alea.


'' lo ga papa ?.'' tanya alea karena anjas tak kunjung menatapnya.


anjas menggeleng .'' makasih '' ucapnya malu-malu babi.


'' heleh bilang aja lo seneng kan ! ngaku lo '' ujar vero sengit, dia merasa sangat iri dengan anjas , dia juga ingin di perhatikan alea.


'' sembarangan lo '' jawab anjas.


Alea mengedikan bahunya tak perduli, bagi alea mereka semua adalah keluarganya , abang nya , sahabatnya . juga teman nya, jadi alea merasa tak masalah jika salah satu dari mereka membutuhkan bantuan nya. berbeda dengan mereka yang menganggap alea lebih dari sahabat.


Varel berdehem setelah melihat adegan drama picisan yang berhasil membuat hatinya terbakar.


'' EHEM'' dehemnya.


'' Lo kenapa ? '' tanya vero.


'' keselek lalat kali '' jawab anjas.

__ADS_1


'' haha jorok kali kau ini '' tunjuk vero ke arah varel.


Anjas tertawa melihat wajah varel yang berubah keruh . '' liat tuh muka varel udah kaya pantat panci mak gue hahaha item banget'' ujar anjas .


Vero ikut menatap ke arah varel , dan benar saja apa yang di katakan anjas.


'' pppffffttt bener kata lo , gue setuju '' ujar vero .


Mereka berdua tertawa terbahak-bahak , karena sukses menistakan seorang varel yang sangat jarang menunjukan ekspresi lain kecuali datar.


Alea yang masih berdiri di samping varel ,ikut tersenyum tipis, dia juga baru kali ini melihat wajah varel yang seperti itu .


'' Dah yo masuk gue pegel berdiri mulu '' ujar anjas begitu tawanya reda.


vero mengangguk , mereka berdua berjalan dengan vero yang memapah anjas .


Begitu mereka semua masuk ke dalam markas , alea mengambil kotak p3k di lemari , dan membawanya ke ruang tengah tempat dimana semua teman nya berkumpul.


'' mau gue yang obatin apa lo sendiri?.'' tanya alea pada mereka berdua.


Saat anjas dan vero akan mengangguk ,mereka melihat tatapan mematikan dari varel seketika mengurungkan niat mereka untuk mengangguk , akhirnya mereka berdua menggeleng bersama.


'' lo sih ?'' tanya alea pada vero.


'' gue sebenernya mau Al tapi takut singa nya ngamuk .'' ujar vero sambil melirik varel.


Alea kebingungan , dia tak mengerti dengan ucapan vero.


'' singa dimana? emang di sini ada singa ?.'' tanya alea melihat sekeliling .


''bukan singa yang itu Alea , ck udah lah ga usah di bahas bete gue '' ujar vero. dia juga langsung mengobati luka-lukanya.


Varel tersenyum melihat raut wajah alea yang nampak lucu saat sedang bingung.


'' gemes '' ujar nya lirih.

__ADS_1


✨✨✨


Berbeda dengan alea yang sedang menghabiskan waktu di markasnya. Xavier saat ini masih berada di dalam hutan tempat teman lamanya melarikan diri.


'' nath gue rasa lo emang harus ketemu xavier deh '' saran arbi.


'' ya gue emang mau ketemu dia , dan balas dendam '' jawab nathan.


Arbi menghela nafas berat . '' bukan itu maksud gue nath , maksud gue lo ketemu xavier buat nyari tau apa benar xavier terlibat dalam pembunuhan gina ?'' ujar arbi.


'' gue yakin , dan gue ga perlu cari tau apa pun , bagi gue xavier pembunuh , dia penghianat dan juga-'' nathan tak melanjutkan ucapan nya.


Arbi tau apa yang akan nathan ucap kan ,namun dia memilih diam . '' gue tau lo ga sejahat itu nath , gue yakin sebagai teman lo bahwa dalam lubuk hati lo masih tersisa rasa persahabatan yang lo dan xavier jalani saat itu '' ujar arbi.


Arbi menepuk pundak nathan dan berlalu dari sana, nathan termenung dia mengingat kembali kejadian sebelum gina meninggal.


'' haaah gue ga tau harus ngapain , gue juga bingung sama keadaan gue , gue harus giman gina , kasih tau gue jalan mana yang perlu gue ambil '' ujarnya menatap kosong ke arah pepohonan yang ada di depan nya.


'' perasaan gue selalu bilang xavier ga salah , tapi saat itu gue liat pake mata kepala gue sendiri kalo xavier megang pisau yang menancap di jantung gina . gue harus gimana '' ucap nathan frustasi , selama ini nathan tak pernah muncul dimana pun ,karena dia bingung apa kah dia harus membalas perbuatan xavier atau mencari tau yang sebenarnya terjadi .


Selama ini dia berusaha untuk membeci xavier , namun selalu gagal dalam hidupnya xavier adalah sahabat pertamanya , teman yang selalu membantunya di saat dia dalam kesulitan, teman yang maju pertama membelanya meski itu merugikan dirinya sendiri, teman yang acuh tak acuh padanya namun sangat perduli dengan nya.


Nathan merasa bersalah karena selalu menyalahkan xavier , namun ego nya selalu menentang akal sehatnya untuk meminta maaf pada xavier.


Di balik pohon tempat nathan berdiri , xavier mendengar semuanya , dia juga merasa bersalah karena gagal melindungi gina saat itu.


'' maafin gue nath , gue gagal buat jadi sahabat terbaik buat lo '' ujar xavier .


Dia lalu pergi meninggal kan nathan sendiri , dia juga sama seperti nathan merasa bingung bedanya xavier bingung cara menjelaskan kejadian yang sebenarnya pada nathan, xavier mengurung kan niatnya membalas nathan , dia perlu berbicara berdua dengan nathan agar masalah di masa lalu tak akan merebet ke masa depan , agar dia dan nathan pun bisa berteman kembali.


Namun xavier tak menyadari ,jika di sana bukan hanya ada mereka berdua . terdapat satu orang lagi yang juga bersembunyi di balik pohon.


Orang itu bukan dalam pihak nathan atau pun xavier , orang itu yang membuat persahabatan xavier juga nathan renggang .


'' Lo berdua harus merasakan apa yang kalian lakukan padaku dulu '' ujarnya.

__ADS_1


'' kalian harus membayar semua perlakuan kalian '' lanjutnya.


'' gue akan bikin lo berdua saling membunuh , dan jalan gue untuk menguasai mafia kalian akan semakin mudah HAHA'' ujarnya. dia tersenyum smrik ,dia pergi dari tempat persembunyianya , meninggal kan nathan dengan kebimbangan nya.


__ADS_2