
...☠️☠️☠️...
Alea dan yang lain nya sudah keluar dari rumah milik kakek xavier, berkat usaha nathan dan juga varel yang berpencar mencari keberadaan mereka berdua , tak butuh waktu lama mereka bisa bertemu alea dan suaminya kembali.
Saat ini mereka sudah keluar dari kediaman tersebut , dengan nathan yang memapah xavier . sedang kan varel berjalan di belakang alea .
'' Lo tadi kemana al ? kenapa lo pergi nggak bilang gue dulu .'' tanya varel.
Alea tersenyum simpul ,dia menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal .'' Hehe sory tadi setelah gue nyerahin si vero ,gue inget xavier lagi sama si ****** sialan mantan nya itu , jadi gue lupa kalo gue lagi sama lo saking paniknya.''
Varel menganggukan kepalanya , kali ini dia yakin jika alea sudah benar-benar mencintai xavier , bahkan dia dapat melihat pancaran bahagia dari wajah alea .
'' Selamat buat pernikahan kalian , dan maaf karena gue sama yang lain nggak datang saat resepsi pernikahan lo.'' ujarnya penuh sesal.
Pluk!
Alea memukul lengan varel pelan. " nggak papa , gue liat kalian baik-baik aja juga udah cukup.''
Varel tersenyum hangat , sikap alea yang selalu hangat pada mereka dan menghargai sekecil apa pun perbuatan mereka membuat varel benar-benar nyaman berada di samping alea.
'' Al . seandainya hari ini hari terakhir gue bisa ketemu sama lo , gue boleh nggak minta satu permintaan sama lo .''
Mendengar ucapan yang terlontar dari mulut varel membuat alea merasa aneh , seakan-akan varel mengucapkan kata perpisahan dengan nya.
'' Lo ngomong apa sih ? jangan ngomong nggak jelas gitu dong . emang lo mau kemana ? lo mau ninggalin gue sendiri.'' cerocos alea tanpa henti.
Sedangkan xavier dan nathan yang sejak tadi mendengarkan pembicaraan mereka juga merasa aneh dengan ucapan varel.
'' Bener kata alea , kamu mau kemana ? apa kamu akan pergi jauh.?'' ucap xavier , dia merasa penasaran dengan maksud ucapan varel.
Varel menggeleng pelan .'' Gue nggak kemana-mana bang , itu kan seandainya lagian alea juga tau umur gue udah nggak lama lagi di dunia , jadi sebelum gue benar-benar pergi gue mau bikin kenangan yang banyak sama kalian .''
Degh !
Alea baru ingat jika varel pernah di rawat di rumah sakit dan saat itu dokter menyatakan jika varel sulit untuk sembuh.
'' Rel lo jangan pesimis gitu dong , impian lo buat jadi dokter aja belum kesampaian ! masa lo udah mau nyerah sih ! '' ucap alea.
Varel tersenyum masam. '' Yah siapa yang tau al , jika memang tuhan ingin gue kembali lebih awal gue bisa apa , begitu pula sebaliknya sekuat apa pun gue ingin pergi jika tuhan belum mengijinkan pasti gue akan tetap ada disini.''
__ADS_1
Nathan dapat melihat tatapan sedih dari mata varel , dia terlihat memendam banyak sekali luka .
'' Seandainya ucapan lo beneran , apa yang lo minta dari alea .?'' tanya nathan.
Xavier menatap tajam pada nathan , namun nathan sama sekali tidak perduli dengan itu .
Varel menatap kosong hamparan pohon yang ada di depan matanya . '' gue cuma minta tolong lo makamin jasad gue ,karena bunda gue nggak mungkin lakuin itu , dia sangat benci sama gue . bahkan liat gue aja dia enggan.''
Permintaan varel sangat simpel , alea yang mendengar permintaan varel merasa terenyuh ,dia simpati dengan keadaan yang varel jalani.
'' Lo nggak perlu ngomong kaya gitu rel , lo keluarga gue ,saudara gue .sudah sepantasnya gue bantu lo jika gue mampu , tapi lo juga jangan ngomong hal seperti itu , gue tau perjuangan lo buat ngambil kasih sayang bunda lo sangat keras .''
'' Tapi Lo jangan nyerah rel ,hidup kita masih panjang ,kita bahkan belum masuk kuliah lo jangan mikir yang aneh-aneh . lo mau liat gue sama yang lain nya sedih.'' ucap alea panjang lebar.
Varel tersenyum , senyum hangat yang sangat jarang dia perlihatkan pada siapa pun. '' Maaf , mungkin gue terlalu lelah.''
Alea mengangguk '' nggak apa-apa , sekarang kita pulang biar lo juga bisa istirahat.''
varel tersenyum dalam batin ia berkata
' iya gue mau istirahat al ,istirahat yang panjang'
Namun nathan memilih diam ,dia tidak mau ikut campur urusan mereka.
Akhirnya mereka kembali berjalan meninggalkan kediaman tersebut.
...☠️☠️☠️...
Di sisi lain aiden yang baru saja sampai di tempat reza berada ,dia beluk tau jika reza juga ada di sana . ia merasa heran karena di sana sangat berantakan bahkan darah sudah berceceran di lantai.
'' Ini markas siapa sih ? kenapa berantakan banget .'' Awalnya dia memang di suruh cleo untuk datang ke rumahnya tapi saat dia berada di tengah jalan tiba-tiba dia mendapat pesan untuk datang ke lokasi yang baru dia terima.
Aiden berjalan menuju pintu markas tersebut , saat dia sampai di depan pintu dia melihat lambang diamond dengan duri yang mengelilinginya . dia merasa tidak asing dengan lambang tersebut.
'' Diamond ? ah iya gue inget ini lambang geng blue diamond . jadi ini markas mereka .'' ujarnya ,dia berjalan memasuki markas tersebut .
Karena pintu markas tersebut sudah terbuka ,membuat dirinya dengan leluasa memasukinya.
'' Kenapa banyak banget darah disini ? tapi orang nya pada kemana ?'' bingung aiden,dia hanya melihat darah berceceran dan juga tempat yang berantakan .
__ADS_1
DOR! DOR! DOR!
'' MATI KALIAN SEMUA HAHA !!''
Suara menggelegar di iringi suara tembakan yang berasal dari lantai atas, membuat aiden berlari menuju asal suara itu . dia merasa tak asing dengan suara barusan.
Draap ! draaap!
Aiden berlari secepat mungkin ,begitu sampai dia melihat puluhan orang tergeletak di lantai dengan posisi tubuh mereka yang mengenaskan.
'' Gila ! apa disini ada sikopet ? kalo iya gue gimana dong.?'' ujar aiden .
Meski takut ,dia tetap memaksakan diri untuk melihat siapa orang yang telah melakukan hal keji seperti itu.
Begitu sampai ,dia melihat sesosok pemuda dengan setelan serba hitam sedang menodongkan pistol pada orang yang berada di depan nya.
Orang tersebut adalah reza dan juga hendra ,anggota blue diamond.
'' Lo akan mati malam ini !! '' ucap reza.
Aiden yang sudah berada tepat di belakang reza tiba-tiba berbicara '' Woi sat lo ngapain cuma duduk di lantai ! bangun dong masa lo mau mati gitu aja.''
Reza yang mendengar suara aiden berbalik dan menatap aiden tajam . '' sejak kapan lo jadi pembelot hah.?''
Aiden terkejut , dia kira itu bukan anggota si cleo . '' hehe tenang bosku ,maksud gue tuh gue nyuruh dia berdiri biar lo nembak nya gampang .''
'' Gue juga ngga bela mereka kok suer .'' ujarnya cengengesan.
Reza tak menjawab dia kembali fokus mengarahkan pistol pada dahi hendra.
'' Siapa leader kalian . jawab atau nyawamu melayang.''
'' G-gue nggak tau , selama ini queen kita selalu memakai topeng.'' jawab hendra .
Dia harus mengulur waktu selama mungkin agar virza bisa menghubungi varel dan menyampaikan nya pada queen mereka.
'' Yah percuma gue datang kesini , orang yang gue cari nggak ada di sini ternyata. tapi nggak masalah ,lo juga bisa jadi bahan percobaan senjata gue.'' ujar reza tersenyum mengerikan.
Hendra merasa nyawanya sudah di ujung tanduk , dia menutup mata dan berdo'a semoga ada keajaiban yang membuat dirinya masih hidup.
__ADS_1