
...✨✨✨...
Di ruangan yang penuh dengan kertas-kertas penghasil uang jutaan rupiah , seorang lelaki tengah duduk di kursi kebesaran nya , dia xavier .
Sudah berjam-jam dia hanya duduk termenung di sana ,xavier sedang mencari keberadaan alea .
Tak hanya dirinya yang mencari tapi anggota mafianya juga sudah ia kerahkan , namun hingga waktu menunjukan dini hari ! alea belum juga bisa di temukan.
'' Kamu dimana lea!'' ujar xavier lirih.
Di tengah pikirannya yang kalut ,dering ponsel miliknya membuat dirinya terkejut.
Drrrttt . Drrrrtt.
'' Hm '' jawab xavier.
'' Nona sudah di temukan tuan .'' ujar si penelfon.
Mendengar kabar gadisnya sudah di temukan , xavier bangkit dari duduknya dia mengambil jas miliknya. memang sejak dia pulang dari rumah sakit dia langsung menuju kantor karena ada berkas penting yang harus dia tanda tangani.
'' Dimana dia berada !!" tanya xavier di sela perjalanan nya keluar dari ruang kerja.
" Nona ada di markas blue diamond , sepertinya disana habis terjadi pertarungan tuan , nona serta teman nya juga ada di sana !" ujar si penelfon.
" Saya kesana sekarang !" ujar xavier langsung mematikan telfon nya.
...-----------------------...
Draapp !! draaapp!
Suara langkah kaki semakin menggema di ruangan yang sunyi , mereka adalah alea ,varel serta anjas.
Mereka tengah berlari menuju taman belakang untuk membakar jasad reza , bukan tanpa alasan mereka membakar jasad tersebut disana ,karena taman tersebut merupakan hutan belantara yang tidak pernah di jamah orang.
" Cepet woy !! " teriak anjas heboh .
Mereka baru saja membereskan darah serta merapikan ruangan tempat eksekusi reza .
" Lo duluan deh ,gue cape !" ucap alea , dia sampai ngos-ngosan karena menyusul anjas.
Anjas menggeleng ," kita harus cepet lea , gue yakin aiden pasti bikin laporan ! kita harus nyingkirin bukti dulu !"
__ADS_1
Alea menghela nafas berat , tubuhnya benar-benar lelah ,'' Lo duluan yang urus ! nanti gue nyusul , gue nggak kuat !''
Tiba-tiba varel berjongkok di depan alea ,'' naik al !''
'' Gak ! keadaan lo lebih parah dari gue rel ! gue nggak mau jadi beban buat lo!'' kekeh alea.
'' Naik lea , kita nggak punya waktu banyak !'' ujar varel.
Memang benar waktu mereka sangat mepet , aiden sialan itu sempat menelfon polisi dan membuat laporan jika dia di culik .
Dengan sisa tenaga yang tinggal seperempat akhirnya mereka bertiga sampai di tempat tujuan , dengan tergesa-gesa mereka langsung membakar potongan tubuh reza , beberapa jam kemudian api tersebut mati menyisakan abu milik reza yang langsung di kubur oleh anjas.
'' Beres deh !! gue berasa jadi pembunuh njir !'' ujar anjas.
'' Emang iya kali ?!'' jawab lea.
Anjas menggaruk tengkuknya yang tak gatal , '' Tadi gue udah pindahin aiden ke ruangan lain ,gue takut polisi geledah tempat ini !''
Alea mengangguk .'' Gak papa , mereka nggak akan berani geledah kok ,lagian kita juga ada di bawah naungan polisi .''
'' Lah iya yah ? terus kenapa tadi lo bilang takut ketauan polisi ,lo juga bilang kalau aiden bikin laporan ?!'' tanya anjas heran.
'' Bukan polisi itu maksud gue !!tapi polisinya xavier , lo tau kan xavier ketua mafia !! gue males di ceramahin sama dia ! masalah aiden bikin laporan tadi gue udah telfon kantornya langsung , gue bilang aiden cuma main-main'' jawab lea acuh.
'' Ngomong apa lo !! '' tanya lea dengan nada tajamnya.
Anjas cengengesan .'' Hehe gak al ,lo salah denger kali .''
'' Lo kira gue budek ?'' sinis alea.
Anjas menggeleng ribut .'' nggak al ,gue salah ngomong beneran .''
Varel diam-diam tersenyum melihat pertikaian kedua sahabatnya . '' Dah kita balik yuk , kalian juga perlu istirahat , anak-anak yang lain mana ?''
'' Mereka gue suruh pulang lah , luka mereka juga udah di obatin jadi gue rasa nggak masalah mereka pulang duluan .'' ujar anjas.
Varel mengangguk ,mereka bertiga berjalan keluar taman tersebut untuk kembali ke aula.
Sesampainya mereka disana , ternyata sudah ada xavier serta para bodyguardnya.
'' Al kayanya lo udah di jemput deh .'' ujar anjas .
__ADS_1
'Glek' alea meneguk ludah nya kasar ,dia melihat raut wajah xavier sangat keruh.
'' Gimana dong .'' Cemas alea.
Puk ! puk !
Varel menepuk pundak alea pelan , '' Nggak papa , lo kesana aja pasti bang xavier cemas sama lo .''
Alea mengikuti perintah varel ,dia berjalan menuju tempat xavier berdiri.
'' Alea !! kemana saja kamu beberapa jam ini !'' tanya xavier.
'' A-anu gue tadi niatnya mau cari angin hehe tapi malah kebablasan .'' jawab alea.
Xavier menatap wajah alea dengan intens , dia melihat noda darah di sekitar anak rambutnya.
'' Kenapa wajahmu terdapat noda darah lea ?'' ucapan xavier membuat alea kelabakan.
'' Oh ini em tadi e.. nanti gue jelasin deh ,jangan disini !'' ujar alea.
'' Baik lah ,kita pulang sekarang !.'' ajak xavier yang di setujui alea.
Sebelum pergi alea sempat melambaikan tangan nya kepada varel dan juga anjas.
Setelah kepergian alea ,varel dan anjas pun berniat pulang ,mereka lelah belum lagi mereka harus mengurus jenazah hendra besok .
'' Rel pulang yuk ,gue cape banget " ajak anjas.
Varel mengangguk , mereka keluar markas blue diamond dan berjalan menuju motornya masing-masing.
Di sisi lain regan tengah menyiksa cia , dia mengikat cia di tiang belakang rumahnya.
'' kak ampun . aku mohon hiks hiks!" tangisan cia sangat memilukan.
PLAK !
" Ampun lo bilang ?! setelah perbuatan lo yang hampir bikin gue di penjara ! lo masih sempet minta ampun?!" ujar regan marah.
Cia hanya bisa menangis , dia tak kuasa melawan kakaknya yang kejam itu . awalnya cia memang sempat menelfon kantor polisi ,namun baru saja di angkat cia sudah ketahuan oleh regan.
Hal itu membuat regan marah ,karena cia ingin melaporkan dirinya dengan tuduhan penganiayaan dan pemerkosaan , cia memberanikan diri menelfon polisi berharap mendapat perlidungan dari mereka , namun sayang belum apa-apa dia sudah tertangkap oleh kakaknya.
__ADS_1
...see you next time......