Bos Mafia Itu Suamiku

Bos Mafia Itu Suamiku
BAB:03


__ADS_3

" Heiii, kalian bertiga, menyingkir dari istriku, " ucap pria paruh baya tersebut dengan menarik lembut tangan sang istri, dan menjauh dari anak-anak mereka,


sedangkan mereka yang melihat hal itu pun langsung memutar mata mereka dengan malas, selalu saja seperti itu, pikir mereka


" papa, selalu saja seperti itu, kenapa posesif sekali kepada mama," ucapnya


" hey, Rayhan,dengar ya, dia ini, istri papa, jadi sudah sewajarnya jika dia papa jaga dari mata para lelaki yang ingin melihat kearah nya, paham kalian," ucap sang papa


" Tapi kami ini anak anak kalian, jangan berlebihan deh," ucap yang lain


" kamu memang benar rich, tapi tetap saja kalian tidak papa izinkan untuk menyentuh istri papa," ucap sang papa


" tapi kenapa pa," ucap Rayhan dan Richard bersamaan


" karena kalian bertiga adalah lelaki, jadi papa rasa itu adalah alasan yang cukup jelas," ucap sang papa dengan ekspresi wajah yang mengejek,


mereka bertiga langsung mendengus kesal , sedangkan yang tengah jadi rebutan hanya dapat menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku mereka,


" bagaimana dengan perusahaan," tanya sang papa


" semuanya berjalan lancar pa," ucap Rayhan


.." papa dengar, kemarin kalian memenangkan proyek besar, apakah benar," tanya sang papa

__ADS_1


" benar pa", jawab Rayhan


" proyek apa," tanya sang papa


" proyek pembangunan royalti, dan jika semua sukses keuntungan yang akan didapat oleh perusahaan sebesar 85%," ucap Rayhan


" Apa kalian yakin, apa kalian sudah mengecek semua," tanya sang papa


" yakin pa," sang papa langsung mengangguk kan kepalanya,, saat mereka tengah membicarakan tentang perusahaan, tiba-tiba terdengar suara dari luar,


" Mamaaaaaa,papaaaa,....... ," terdengar suara seorang wanita, mereka pun langsung berjalan kearah pintu, untuk melihat siapa yang datang, saat baru berjalan beberapa langkah mereka langsung berhenti karena orang yang teriak tadi langsung berlari masuk ke dalam rumah dan memeluk sang mama,


" Nayla kangen sama mama," ucap Nayla


" mama juga kangen dengan Nayla," ucap sang Mama dengan mengelus rambut panjang sang putri


" hihihi, papa, gitu aja ngambek, tentu dengan papa juga kangen dong," ucap Nayla seraya memeluk sang papa


" wah , sepertinya kita hanya jadi obat nyamuk di sini Ray ," ucap Mark kepada Rayhan, yang dibalas anggukan kepala dari Rayhan dan Richard


" yasudah ayo kita pergi, kita kan harus bertemu dengan Bram, Nathan, dan Michael," ucap Mark,


" hei, mau kemana kalian," tanya sang papa

__ADS_1


" mau ke kantor pa," ucap Rayhan


" ngapain kalian kekantor,ini kan weekend," tanya Nayla dengan memicingkan mata


" kau itu tau apa,kami ini sedang ada proyek, jadi harus menyiapkan segala sesuatunya dengan sangat baik, dan juga kami tidak mungkin membiarkan saudara saudara kami yang lain bekerja sendiri kan, " ucap Mark


" oh iya, dimana kak Bram, dan yang lainnya," ucap Nayla


" bukankah sudah kami katakan, bahwa kami akan kekantor, itu berarti mereka berada di sana," ucap Mark mulai geram dengan sang adiknya itu, dia pun berjalan mendekati Nayla dan dengan tidak berperasaan dia langsung mencubit pipi Nayla dengan gemas, hingga membuat gadis itu meringis kesakitan, hingga berteriak


" akhhh, kakak, sakit, jangan dicubit," teriak Nayla


" habis pipimu ini sudah seperti bakpao tau tidak," ucap Mark semakin menjadi saja, sedangkan yang lainnya hanya menggelengkan kepala mereka memang sudah tidak asing bagi mereka melihat interaksi antara kedua orang itu jika sudah menjadi satu maka yang ada hanya akan terjadi pertengkaran kecil di antara mereka dan itulah yang selama ini mereka rindukan selama gadis itu berada di luar negeri,


saat mereka hanya memandang heran kepada kedua orang yang sedang bertengkar tersebut terdengar sebuah suara yang berada di ambang pintu


" Ada apa ini," Tanya orang tersebut


sontak saja semua orang yang berada di dalam rumah tersebut melihat ke arah pintu terlihat tiga orang pemuda berdiri tepat di tengah pintu sedangkan Nayla langsung melepaskan tangan kakaknya itu dan langsung berlari menuju ketiga pemuda tersebut dan langsung memeluknya


" kakak, lihatlah,kak mark mencubit pipiku, lihat, pipiku jadi merah," adunya kepada sang kakak,


" halah, bisa bisanya kamu mengadu kepada Nathan, " ucap Mark

__ADS_1


" Biarin,wleee๐Ÿ˜œ๐Ÿ˜œ, " ucap Nayla dengan menjulurkan lidahnya


sedangkan Nathan, Bram dan Michael, hanya mengulas senyum,dan menggelengkan kepala mereka


__ADS_2