Bos Mafia Itu Suamiku

Bos Mafia Itu Suamiku
Bab 95


__ADS_3

...✨✨✨...


Markas tiger spider saat ini tengah mengadakan rapat , nathan yang memimpin rapat tersebut mengutarakan niatnya untuk meluruskan kesalah pahaman antara black eagle dan tiger spider .


Nathan sadar ,dia terlalu gelap mata hingga mengorbankan persahabatan yang sudah terjalin lama .


'' Berdirinya saya disini ingin menyampaikan sebuah keputusan yang tidak bisa di ganggu gugat oleh kalian .'' ucap nathan dengan lantang.


Para anggota tiger spider bertanya-tanya keputusan apa yang akan tuan mereka ambil.


'' Maaf menyela tuan . keputusan apa yang akan tuan ambil kami semua tidak mengerti?!'' ujar salah satu dari mereka.


'' Nanti akan saya jelaskan ! pertama-tama saya ingin meminta maaf pada kalian karena sikap saya selama ini mungkin banyak menyakiti hati kalian !'' ucap nathan dengan tulus.


Para anggotanya mengangguk , nathan kembali berbicara .'' Disini saya ingin mengatakan jika kita TIGER SPIDER tidak akan lagi berseteru dengan BLACK EAGLE. !''


Setelah nathan mengatakan hal itu ,seluruh anggota menjadi gaduh , mereka bingung kenapa tiba-tiba tuan mereka mengatakan hal itu ,padahal mereka semua tau persis bagaimana hubungan black eagle dan tiger spider.


Nathan yang melihat para anggotanya gaduh , berdehem keras hingga membuat mereka mengalihkan padangan pada nathan.


'' EHEM !! saya mengambil keputusan tersebut bukan karena mereka mengancam atau semacamnya ! ''


'' Tapi saya sudah menemukan hal yang selama ini saya cari dan itu tidak ada sangkut pautnya sama black eagle !'' ucap nathan.


'' Lalu apa yang akan kita lakukan tuan ?!'' tanya salah satu anggotanya !


'' Kita akan bekerja sama dengan black eagle , dan membangun kembali pondasi mafia kita !'' jawab nathan.


'' Jika di antara kalian ada yang tidak setuju silahkan keluar dari tiger spider !! karena saya tidak akan membiarkan salah satu dari kalian mengadu domba kami lagi !'' ujar nathan tajam.


Nathan tau di antara mereka memang ada satu mata-mata yang berhasil di selipkan oleh orang yang menjadi dalang hancurnya persahabatan xavier dan nathan.


'' Satu lagi yang perlu kalian tau !! SAYA AKAN MENYELEKSI KALIAN SATU PERSATU MULAI BESOK !! JADI SIAPKAN DIRI KALIAN !'' ucap nathan dengan lantang.


Para anggotanya terkejut , mereka sama sekali tidak tau apa yang sudah terjadi kecuali satu orang yang tengah berkeringat dingin mendengar nathan akan menyeleksi kembali anggota mafianya !


' Gue harus kabur dari sini secepatnya' batin orang itu.


Nathan hanya menggertak ,dia ingin melihat siapa yang menjadi penghianat dan membuat hubungan nya dengan xavier yang awalnya memang sudah buruk menjadi semakin buruk.


...-------------------...


Di sisi lain varel yang tengah berada di dalam kamarnya , tiba-tiba mimisan hebat, darah mengalir semakin deras dari hidungnya.


'' Sial !!'' ucap varel di tengah mengelap darahnya yang terus mengalir.


'' Jangan sekarang tuhan !'' ucap varel lirih.

__ADS_1


Varel merasakan pening yang sangat hebat , pandangan nya semakin buram. Varel berusaha menjaga kesadaran nya namun sayang dia tak kuasa hingga dia pingsan dengan darah yang terus mengalir dari hidungnya.


Sedangkan anjas yang baru sampai di depan rumahnya tiba-tiba teringat sesuatu.


'' Lah gue kan janji sama varel mau ke rumahnya !! ck pake lupa segala sih !'' ucap anjas , dia masuk sebentar untuk berpamitan pada bundanya.


Cklek !


Anjas membuka pintu , dia berjalan menuju kamar sang bunda .


Tok ! tok ! Tok !


'' Bun , bunda udah tidur belum ?!'' tanya anjas di balik pintu.


Cklek !


Bunda membuka pintu kamarnya , dia melihat sang putra yang seperti baru pulang.


'' Belum ,kamu baru pulang hm !'' tanya bunda lembut.


Anjas mengangguk , '' Bun aku mau nginep di rumah varel !''


Bunda mengernyit , dia merasa heran tak biasanya anjas mau menginap di tempat varel.


'' Tumben kamu nginep di sana ?! ada acara apa ?!'' tanya bunda .


Anjas menggaruk tengkuknya yang tak gatal , '' Hehe nggak ada sih bun , cuma mau main aja !''


'' Oke bun , kalo gitu aku pergi sekarang yah !'' pamit anjas.


Bunda mengangguk , anjas mencium pipi bundanya dan mencium tangan nya sebelum pergi.


Anjas menjalan kan motornya dengan kecepatan di atas rata-rata , entah mengapa tiba-tiba perasaan nya tidak enak , dia ingin segera sampai di tempat varel.


BRUUMMM !! BRUMM !


Beberapa menit kemudian anjas sudah sampai di kediaman varel , dia memarkirkan motornya di halaman .


Dia dengan perasaan gelisah segera berlari menuju pintu utama rumah varel , untung saja ART di sana masih ada yang belum tidur jadi anjas tak perlu memencet bel.


'' Bi varel ada ?!'' tanya anjas.


'' Ada di dalam den !'' jawabnya.


Anjas yang sudah tau dimana letak kamar varel segera berlari menuju kamar tersebut.


Perasaan takut menghampiri anjas , dia merasa hal buruk telah menimpa varel.

__ADS_1


Begitu sampai di depan pintu kamarnya varel , anjas tanpa mengetuk pintu langsung membuka pintu yang ternyata tidak di kunci.


'' Rel !! lo dimana !'' panggil anjas sembari memasuki kamar varel.


Tak ada sautan sama sekali dari varel ,hingga anjas melihat varel tergeletak di lantai balkon kamarnya dengan darah yang keluar dari hidungnya.


'' Astaga rel !!'' Panik anjas.


Dia berlari menuju tempat varel , begitu sampai anjas berusaha menyadarkan varel.


'' Rel !! varell !! bangun woy ..lo kenapa !'' cemas anjas.


Namun tak ada jawaban sama sekali , dengan sekuat tenaga anjas menggendong varel , untung perbedaan berat badan mereka tak terlalu jauh jadi anjas masih kuat .


'' Anj*** bisa-bisa lo nggak ngabarin gue kalo lo sakit !'' ucap anjas di tengah usahanya membawa varel keluar dari kamar.


Begitu keluar dari kamar ,anjas memanggil ART yang tengah mematikan lampu , '' Bi .. Bi bisa tolong panggilin satpam buat bantu saya !''


'' Astaga aden varel kenapa ?!'' tanya art tersebut cemas .


'' Nanti saya jelasin , bibi bisa panggil satpam sekarang saya butuh bantuan buat bawa varel turun.'' ucap anjas.


Art tersebut mengangguk ,dia berlari menuruni tangga dengan tergesa-gesa , di sisi lain bunda varel yang ada di kamar mendengar kegaduhan dari luar kamarnya segera beranjak keluar dari dalam kamarnya.


Cklek !


Pintu terbuka , anjas yang melihat bunda varel keluar dari kamar merasa ketar ketir , dia takut akan di marahi karena berada di rumahnya.


'' M-malam tante .'' sapa anjas gagap.


Tak menjawab sapaan anjas , bunda varel justru memperlihatkan wajah kalutnya , dia terkejut melihat varel pingsan dengan kondisi yang sangat tak baik.


'' Varel !! Varel kenapa !'' Panik bunda varel mengguncang tubuh varel yang lemas di senderan anjas.


'' V-varel pingsan tante , saya mau bawa dia kerumah sakit .'' jawab anjas.


'' Kenapa varel bisa pingsan !'' tanya bunda varel menatap nyalang ke arah anjas.


'' Saya nggak tau tante , tadi begitu saya sampai keadaan varel udah kaya gini !'' jawab anjas sekenanya.


Tak berselang lama satpam yang di panggil sudah ada di depan mereka.


'' Pak bantu saya bawa varel ke rumah sakit !'' ucap anjas.


'' Baik den !'' jawabnya.


Saat anjas akan berjalan membawa varel tiba-tiba bunda varel mencegahnya. '' Tante ikut !''

__ADS_1


Meski heran anjas tetap mengijinkan bunda varel untuk ikut. dan untungnya bunda varel mengijinkan mobil miliknya di bawa untuk mengantar varel ke rumah sakit.


...see you next time......


__ADS_2