
Saat mereka tengah menikmati waktu bersama keluarga kecilnya mereka, tiba-tiba terdengar suara ponsel berdering, terlihat Nathan langsung berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju balkon yang berada di dekat ruang keluarga tersebut,
sedangkan, Bram, Rayhan, dan yang lainnya saling pandang,tak lama, Nathan kembali dengan wajah yang berbeda jauh , lalu dia memberi kode kepada mereka, untuk ikut dengannya,
mereka langsung paham dan mengikuti Nathan dari belakang, sedangkan pria paruh baya itu langsung berdiri dan berjalan menyusul mereka,
" Nathan tunggu," ucap nya
" ada apa pa, " tanya Nathan
" kalian semua mau kemana," ucapnya
" Kami akan kemarkas," jawab Nathan
" apakah ada masalah," ucapnya
" hanya masalah kecil," jawab Nathan
" kau yakin,"
." Tentu," jawab Nathan
" baiklah, kalian harus berhati-hati, musuh selalu mengintai kita,"
" iya pa, kalau begitu,kami pergi dulu," ucap Nathan, yang dibalas anggukan kepala dari sang papa
setelah melihat mobil anak anaknya menghilang , raut wajahnya langsung berubah dingin, dan dia langsung , mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang
" hallo," ucap seseorang dari sebrang telpon
" Ada seseorang yang ingin mencari masalah dengan putra putraku," ucapnya
__ADS_1
" baiklah," setelah mengatakan itu, orang yang berada di sebrang telpon langsung memutuskan panggilan telepon secara sepihak
* b******, "umpatnya , dia langsung berjalan menuju ruang keluarga, sedangkan disisi lain,,
mereka sudah sampai di markas, dan langsung disambut oleh anak buah mereka,
" Bagaimana," ucap Nathan dingin
" silahkan dilihat tuan," ucapnya
Nathan langsung melihat kearah layar laptop tersebut, dan langsung mengepalkan tangannya, begitu juga dengan mereka,
" kau sudah menyelidiki masalah ini," tanya Nathan
" sudah tuan,dan masih sama seperti sebelumnya," ucapnya
" terus pantau,dan kabari kami selalu," ucap Nathan
" baik tuan," ucapnya
saat tengah malam mereka baru sampai di mansion, mereka memasuki mantion, namun langkah mereka terhenti saat mendengar suara seseorang,
" kalian baru pulang," ucap orang tersebut, mendengar suara seseorang mereka kenal mereka Langsung melihat ke orang-orang tersebut mereka Langsung mengharukan kening mereka dan mendekati orang tersebut
" kenapa kamu belum tidur nay, ini sudah larut," tanya Nathan heran
" ich, aku kan menunggu kalian pulang ,dan kenapa kalian baru pulang jam segini, dan kalian dari mana saja, Apa kalian tahu, aku bahkan lelah dan mengantuk karena menunggu kalian," ucap Nayla
" Siapa yang memintamu untuk menunggu kami," ucap Rayhan
" itu karena aku masih merindukan kalian, dan masih ingin cerita banyak dengan kalian, tapi sepertinya kalian tidak merindukanku," ucap Nayla sebal
__ADS_1
" kenapa kau berkata seperti itu," ucap Nathan bingung
" buktinya, aku baru saja sampai tapi kalian langsung pergi, bahkan kalian, membawa kakakku yang lainnya," ucap Nayla dengan pipi menggembung,
sontak saja hal itu membuat Mark menjadi gemas sendiri, biar langsung mencubit pipi cabin Nayla hingga membuat gadis itu menjerit kesakitan,
" achhhh, sakit," jeritnya
dia langsung menarik tangan Mark, dan mengelus pipinya yang telah dicubit oleh Mark, hal itu membuat pipi putih mulus Nayla menjadi merah,
" sakit tau, dasar kakak gak ada akhlak," ucap Nayla sebal lalu dia berbalik dan langsung menuju kamarnya dengan kaki yang dihentak hentakan ke lantai dia berjalan cepat menuju kamarnya dengan tangan masih mengelus pipinya yang masih terasa sakit,
tentu saja hal itu membuat mereka Langsung tertawa sedangkan Natal dia hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua adiknya itu,
namun tawa mereka seketika berhenti setelah mendengar suara tegas dari sang papa
" Bagaimana, apakah sudah selesai," ucap sang papa
mereka Langsung melihat ke arah sang papa yang menuruni tangga dan duduk di sekolah ruang keluarga tersebut, mereka Langsung berjalan mendekati sentosa dan duduk di sana,
" sudah pa, " jawab Nathan
" lalu," ucap sang papa
." masih sama dengan kasus lama, hanya saja , sepertinya saat ini mereka tengah merencanakan hal yang lebih besar ," lanjutnya
" papa yakin kalian pasti sudah memiliki rencana untuk hal ini," ucap sang papa
" Tentu saja, kami sudah memilikinya," ucap Mark
" apa kalian tahu, siapa pelakunya," ucap sang papa , yang dibalas anggukan kepala dari mereka, sedangkan sang papa langsung menaikkan sebelah alisnya, seolah bertanya, siapa
__ADS_1
" Dragon dark," ucap Nathan dengan penuh penekan, namun, jawaban yang Nathan berikan, berhasil membuat orang yang berada di balik dinding pembatas langsung menghentikan langkahnya, dan menutup mulutnya dengan menggerakkan kepalanya
" i ini, ti tidak mungkin, bagaimana bisa mereka berurusan dengan dia,dan ada masalah apa antara , Dragon dark, dan Black lion, kenapa mereka harus mencari gara gara dengan black lion,aku harus mencari tahu," ucap orang tersebut, dan langsung memutar tubuhnya dan pergi dari tempat itu