Bos Mafia Itu Suamiku

Bos Mafia Itu Suamiku
BAB 85


__ADS_3

...✨✨✨...


Varel aditama ! nama yang sangat indah nama yang di berikan oleh ayahnya .


Pemuda yang bercita-cita menjadi dokter , pemuda yang ingin menyelamatkan nyawa banyak orang !


Pemuda yang ingin menyembuhkan penyakit bunda tercintanya !


Pemuda yang tak kenal takut ,pemuda dingin yang menjadi wakil leader blue diamond . pemuda yang menyandang penyakit serius tanpa mau berobat agar sembuh , tubuhnya sudah sangat mengkhawatirkan namun dia tetap tidak perduli dengan tubuhnya .


Dia sudah menyerah dan pasrah dengan keadaan yang dia alami saat ini.


Cklek !


Varel membuka pintu rumahnya , badan nya sangat sakit setelah bertarung tadi ,dia berjalan dengan wajah pucat .


Namun belum juga dia sampai di tepi tangga ,sebuah vas bunga melayang hingga mengenai dahinya.


Prangg.!!


'' Akhh sssttt !'' darah menetes dari dahinya yang luka.


'' Dari mana kamu hah ,kelayapan terus ! bukanya di rumah bantuin ngurus rumah ! kamu bisanya cuma main dan main! '' Ucap bunda varel yang baru saja sampai di hadapan nya .


'' Maaf bunda .'' ucap varel lirih.


Dia sangat lelah , dia ingin istirahat seluruh tubuhnya terasa sangat sakit.


Plaakk.!!


'' Maaf kamu bilang !''


'' Kamu tau gara-gara kamu bunda seharian terkurung di kamar ! kamu sebagai anak tidak pernah menghargai orang tua "


" Jika saja adikmu masih hidup , dia pasti lebih menyayangiku dari pada kamu sialan.!'' ujar bunda penuh amarah.


Varel tak bergeming ,dia sadar sebaik apa pun perbuatan nya tidak akan pernah terlihat di mata bundanya.


Plak ! Plak.!


Kedua pipi varel terasa panas ,memang tamparan bundanya tidak terlalu sakit . hanya saja hatinya lebih sakit.


Lucu bukan ?! Dia yang selalu ada untuk bundanya tidak pernah di anggap ,bahkan jika dia mati sekalipun bundanya tidak akan perduli.


Cengeng ?! iya varel akui dia cengeng , meski dia laki-laki ada kalanya dia menangis dalam diam . di saat dia berada di posisi terendah.


Tidak mudah berada di posisi varel saat ini. bahkan untuk bernafas sehari-hari saja dia kesulitan


'' Aku mau istirahat bun , bunda mau aku anter ke kamar? '' ucap varel dengan halus.


Dia menahan mati-matian rasa sesak di dadanya , dia tidak ingin menunjukan keterpurukan nya di depan orang yang dia anggap malaikat karena telah membawanya melihat dunia ini.


'' Sialan.! awas kamu varel ! malam ini kamu tidak akan dapat makanan PAHAM ?!.'' teriak bunda.


Varel mengangguk ,dia tersenyum pada bundanya , '' Bunda aku minta maaf , jika selama ini aku selalu nyusahin bunda dan bikin bunda marah ! bunda seandainya waktu bisa di putar aku lebih iklas jika aku yang pergi !. sekali lagi maafin aku bun .''

__ADS_1


Bunda yang mendengar ucapan varel merasa aneh , ada perasaan takut di hati kecilnya , seolah varel sedang berpamitan untuk meninggalkan nya .


Setelah mengucapkan kata itu ,varel mengantar bundanya menuju kamar.


'' Selamat istirahat bunda .'' ucap varel tulus, dia juga tersenyum hangat.


DEGH !


Tiba-tiba perasaan bunda varel tidak enak , perasaan mengganjal semenjak varel meminta maaf padanya.


'' Aku ke kamar dulu bun .'' pamit varel .Meski tak ada jawaban dari bundanya.


Varel mulai melangkah meninggalkan pintu kamar bundanya namun tiba-tiba suara lirih bundanya membuat langkah varel terhenti.


'' Maafin bunda , selamat tidur !''


BRAK !


Bunda menutup pintu tepat sebelum varel berbalik badan . Varel yang mendengar ucapan bundanya merasa seperti mimpi !


'' Apa gue mimpi ?!''


'' Nggak ini nyata ! bunda tadi bilang kaya gitu ?'' senyum merekah di bibir varel.


Perasaan bahagia menyelimuti hatinya.tak butuh waktu lama varel akhirnya sampai di depan pintu kamarnya.


Baru saja dia membuka pintu ! dering telfon dari hpnya membuat dia mengurungkan niat memasuki kamar.


Drrrrtt ! Drrrttt !


Varel mengambil hp dan melihat nama yang tertera disana 'Virza '


'' Bang gawat bang ! '' ucap virza ketika telfonnya sudah tersambung!


'' Kenapa !'' tanya varel ikut panik.


'' Markas di serang bang , hampir semua anggota luka-luka .'' ujarnya .


'' Dimana kalian sekarang .''


'' Kami di markas utama bang , dan Hendra masih di dalam markas bang ,dia lagi menghalangi orang - orang itu biar gue bisa telfon lo .'' ujar virza.


'' Gue kesana sekarang .'' jawab varel.


Tut Tut Tut


Telfon di matikan sepihak oleh varel.


'' Ck sialan , mereka pasti sudah mengincar hal ini sejak awal.''


Varel tak jadi masuk ke dalam kamar , dia berlari menuju motor kesayangan nya ,dia akan menghampiri anjas terlebih dulu .


Brummm ! Bruumm !


Tak butuh waktu lama ,varel akhirnya sampai di markas inti blue diamond.

__ADS_1


BRAKK !


'' ANJAS LO DIMANA ?!.'' teriak varel menggelegar.


Anjas datang terbirit-birit dari ruang eksekusi. '' Buset .! lo kesurupan apa gimana rel , teriakan lo membahana sampe bikin telinga gue budeg.''


Varel tak menggubris ucapan anjas , '' lo tau markas utama di serang ?!''


Anjas terkejut .'' Di serang ? kapan ? gue nggak tau , gue dari tadi disini.''


'' Gue baru di kabarin sama virza ! katanya anggota kita banyak yang luka-luka .''


'' Gue rasa rencana mereka memang ingin memusnahkan blue diamond , gue nggak tau siapa yang nyerang tapi dari cara virza bicara ,dia pasti orang yang cukup kuat.!'' ucap varel.


'' Kita kesana sekarang ?! lo udah kabarin alea.?'' tanya anjas.


Varel menggeleng .'' Gue takut ganggu , lagian dia baru pulang pasti keadaan nya masih cape.''


Anjas membenarkan ucapan varel , dia sendiri juga masih lelah .'' Kita kesana sekarang.''


Varel mengangguk , mereka mengambil senjata masing-masing tidak lupa mereka juga membawa beberapa isi ulang peluru . mungkin malam ini akan menjadi malam terpajang yang akan mereka lewati.


...☠️☠️☠️...


Di sisi lain xavier saat ini sedang di obati di rumah sakit , setelah mendengar cerita dari daddy nya dia tau jika dendam yang cleobara lakukan bukan untuk mendapatkan harta keluarga arlando namun untuk membalas kematian ayahnya .


Dia paham posisi cleobara ,jika itu dirinya sudah pasti dia juga akan melakukan hal yang sama.namun dia juga menyayangkan sikap cleobara yang menyalahkan daddy nya.


Padahal saat itu yang memulai adalah ayahnya bukan daddy damian. seandainya dia melihat sisi lain dari kejadian itu mungkin kesalah pahaman yang terjadi bisa terselesaikan.


'' Alea dimana dok ?'' tanya xavier.


'' Nona alea tadi bilang mau ke toilet sebentar tuan.'' jawab sang dokter.


Xavier mengangguk , tubuhnya terasa sangat lelah dia ingin menunggu istrinya kembali tapi rasa kantuk akibat obat membuatnya tertidur tanpa sadar.


Sedangkan alea , dia tidak ke toilet melainkan ke parkiran ! saat dia selesai mendengar cerita mertuanya . alea mendapat notifikasi di hp nya . notifikasi tersebut datang dari markas utama . ya markas alea memang memiliki sistem keamanan yang cukup bagus , jika ada penyusup otomatis sistem disana akan mendeteksi dan mengirim file tersebut pada hp alea.


Dia menerapkan keamanan seperti itu tanpa ada yang tau , dia melakukan nya setelah insiden penyerangan beberapa bulan yang lalu.


'' Brengsek ! Kalian benar-benar ingin mati malam ini !'' ucap alea dengan amarah yang meluap.


Dia sangat marah ketika melihat cctv markasnya , di sana banyak anggotanya yang sudah terkapar tak berdaya ,kondisi markas juga sangat berantakan.


Alea berjalan menuju motor , dia sudah menyuruh anak buah xavier untuk membawa motornya kerumah sakit tanpa sepengetahuan xavier.


'' Terima kasih .'' ujar alea begitu sampai depan orang yang membawa motornya.


'' Sama-sama nona.'' jawabnya


'' Jika xavier tanya dimana gue ! bilang aja lo nggak tau atau lo bisa bilang gue lagi cari makan . dia perlu istirahat yang cukup .'' perintah alea.


Orang tersebut mengangguk. Alea memakai helmnya dan menjalankan motornya keluar dari rumah sakit.


'' Tuan memang tidak salah memilih istri , di lihat-lihat nona sangat kuat seperti tuan .'' ujar orang itu.

__ADS_1


'' Semoga nona baik-baik saja .''ujarnya lagi.


Dia melihat aura nona nya sangat menakutkan , bahkan lebih menakutkan dari tuan nya .


__ADS_2