Bos Mafia Itu Suamiku

Bos Mafia Itu Suamiku
BAB 17


__ADS_3

...happy reading.,.......


****


Tak teras waktu berlalu begitu cepat , xavier yang sadar jika ini sudah malam segera bergegas membereskan pekerjaan nya.


'' udah malam ternyata '' ujar xavier saat melihat ke luar jendela ruang kerjanya.


Setelah selasai dengan pekerjaan nya , xavier mengambil jas nya dan memakainya .


dia keluar dari ruang kerja nya dan dia berpapasan dengan asisten nya yaitu roy.


'' malam pak '' sapa roy.


'' hm , saya pulang dulu ada urusan , jika ada apa-apa kabari saya '' pesan xavier.


'' baik pak '' jawab roy.


Xavier kembali berjalan menuju lift , xavier masuk ke dalam lift dan menuju lantai satu . ruangan xavier berada di lantai paling atas kantornya yaitu lantai delapan .


Setelah sampai lantai bawah , xavier menuju mobilnya yang sudah terparkir di depan kantornya , dia masuk ke mobil dan menjalankan nya , xavier malam ini menyetir sendiri , dia akan selalu menyetir sendiri jika sedang bersama alea.


Di perjalanan menuju rumah alea , xavier melihat toko kue , dia teringat pesan mommy nya untuk membawakan alea makanan , xavier mampir ke toko tersebut dan memesan kue coklat ke sukaan alea , bagaimana xavier tau , karena xavier sudah mencari tau tentang alea sedetail mungkin , xavier ingin membuat alea bahagia bersamanya.


Xavier melanjutkan perjalanan nya menuju rumah alea , bersyukur malam ini tak ada kemacetan jadi xavier bisa lebih cepat sampai di rumah alea.


Xavier memarkirkan mobilnya di halaman rumah alea , dia membenarkan rambut dan jasnya agar sedikit lebih rapi, dia keluar dari mobil dengan menenteng kue untuk dia kasih pada alea.


tokkk .... tokkk .. tokk


Xavier mengetuk pintu rumah alea. tak lama kemudian pintu di buka oleh bunda alea.


'' eh nak xavier , mau jemput alea yah ?.'' tanya bunda.


'' iya bun '' jawab xavier.


bunda mengangguk lalu menyuruh xavier masuk. '' masuk dulu nak , alea masih siap-siap '' ujar sang bunda.


xavier mengangguk sebagai jawaban. dia masuk dan duduk di sofa sambil menunggu alea.


Bunda pergi ke dapur untuk membuat kan minum xavier , '' silakan di minum dulu nak xavier, bunda panggilin alea nya dulu '' ujar sang bunda.


''makasih '' jawab xavier .


Bunda mengangguk lalu pergi memanggil alea yang masih berada di kamarnya.

__ADS_1


🎇🎇🎇


Malam ini alea sudah rapi dan cantik , dia mengenakan dres berwarna biru malam dengan kalung berlian pemberian bundanya .


Alea mematut dirinya di cermin . '' beres deh '' ujar alea , dia lalu mengambil tas kecilnya dan menaruh hp juga dompetnya.


Alea keluar dari kamarnya , saat alea membuka pintu dia melihat bunda nya berada di depan pintu kamarnya.


'' baru aja bunda mau panggil '' ucap bunda.


'' kenapa bun ?.'' tanya alea.


'' itu xavier udah nunggu kamu di ruang tamu '' jawab bunda.


Alea mengerti '' iya bun , yuk turun '' ajak alea dan menggandeng lengan bundanya.


'' kamu kaya anak kecil aja '' ucap bunda karena tak biasanya alea bersikap manja padanya.


'' alea kan anak bunda , emang salah kalo alea manja sama bunda sendiri '' ucap alea sambil mengerucutkan bibirnya.


Bunda menyentil bibir alae pelan. '' bibir kamu mau bunda tabok yah , ngapain di gituin bukan nya imut malah amit- amit '' ejek bunda .


'' issstt bunda jahatt '' rajuk alea.


Bunda hanya tertawa pelan melihat alea merajuk , bunda alea merasa senang karena anak nya jarang-jarang bersikap manja padanya . karena alea terlalu mandiri sebagai perempuan , terkadang bunda juga rindu pada alea yang selalu merepotkan nya , tapi bunda alea jug merasa bangga karena alea tumbuh menjadi gadis baik ,mandiri , tegas juga pintar , bunda bangga memiliki putri seperti alea.


'' nak xavier , maaf alea nya lama '' ucap bunda .


Xavier mendongak , dia melihat alea dengan balutan dres biru langitnya tampak begitu cantik malam ini . xavier sampai tak mengedip kan matanya saking terpesona nya pada alea.


Bunda yang melihat xavier menatap alea tanpa kedip tersenyum simpul lalu berdehem . '' ehem '' dehem bunda membuyarkan tatapan xavier.


Xavier tersadar dan segera memalingkan wajahnya , wajah xavier memerah seperti kepiting rebus , alea melihat pipi xavier memerah tertawa dalam hati . dia tak menyangka jika xavier bisa bullshing juga .


'' kalian udah mau berangkat ?.'' tanya bunda mencair kan suasana.


'' iya deh bun. biar gak kemaleman juga pulang nya '' ujar alea.


'' ya udah ati-ati di jalan ,bunda titip alea yah '' pesan bunda pada xavier.


'' emang alea barang bun ,pake titip-titip segala '' protes alea.


Bunda tersenyum '' ya udah sana katanya takut kemaleman '' ujar bunda , alea juga xavier mengangguk.


'' alea pergi dulu ya bun assalamu'alaikum '' pamit alea dan mencium tangan bundanya . begitu juga xavier melakukan hal yang sama seperti alea.

__ADS_1


Bunda mengantar mereka berdua sampai depan pintu , alea juga xavier masuk ke dalam mobil xavier , dan meninggal kan halaman rumah alea.


Di dalam mobil hanya ada keheningan antara mereka berdua , xavier yang memang tak banyak bicara dan alea yang memang tak perduli sekitar.


'' EHEM '' dehem xavier .


Alea menengok ke arah xavier , dia mengangkat sebelah alisnya bertanya ' apa' .


xavier yang tau pertanyaan alea menjawab . '' kamu cantik malam ini alea '' puji xavier tulus.


'' maksud lo ,biasanya gue jelek ?.'' tanya alea.


Xavier gelagapan , tadinya dia berniat memuji alea ,kenapa malah jadi seperti ini batinya.


'' bukan begitu maksud saya alea '' ujar xavier menjelas kan.


'' terus ?.'' tanya alea.


Xavier meneguk ludahnya susah , karena tatapan alea yang seperti tatapan singa kelaparan.


'' m- maksud saya , kamu c- cantik bukan c-cuma malam ini alea t-t-tapi kamu malam i- ini sangat c- cantik '' ucap xavier gagap.


Xavier merasa tertekan dengan tatapan alea , dia baru kali ini merasa tertekan hanya dengan tatapan dari seseorang .


Alea mengangguk , dia kembali fokus pada hpnya sedang kan xavier menghela nafas lega , dia kemudian fokus pada jalanan yang dia lewati , tak berselang lama mereka sampai di kediaman arlando .


xavier memakir kan mobil nya di halaman mansion nya. para bodyguard datang dan membukakan pintu untuk xavier juga alea.


Mereka berdua keluar dari mobil , alea tersenyum menyapa para bodyguard. sedangkan xavier merasa cemburu melihat alea tersenyum pada bodyguarnya padahal jika bersama nya alea tak pernah tersenyum untuknya.


'' makasih '' ucap alea pada para bodyguard.


'' sama-sama nona '' jawab para bodyguard dengan pipi yang memerah .


Xavier menatap tajam para bodyguard nya ,dia tak suka aleanya di tatap penuh damba oleh bawahan nya.


'' jaga pandangan kalian , jika tidak akan saya buat kalian tidak bisa melihat selamanya '' ancam xavier.


'' baik bos '' jawab bodyguard disitu.


xavier dan alea berjalan menuju mansion , xavier dengan gerakan kilat menggenggam tangan alea , sedang kan alea kaget dan berusaha melepaskan tangan nya dari tangan xavier , namun nihil karena xavier menggenggam tanganya begitu erat.


'' lepasin '' bisik alea di samping xavier .


Xavier tak menggubris dan terus berjalan ke dalam mansion dengan tangan alea berada di genggaman nya .

__ADS_1


dalam hati xavier merasa sangat senang , karena dia bisa menggenggam tangan alea , xavier merasa bangga dengan keberanian dirinya .


__ADS_2