Bos Mafia Itu Suamiku

Bos Mafia Itu Suamiku
Bab 87


__ADS_3

...☠️☠️☠️...


Suasana hening menyelimuti keadaan markas blue diamond , disana terdapat seorang pemuda yang telah kehilangan nyawanya .


'' Rel gue mimpi kan ?! hendra nggak mungkin pergi ?!'' racau anjas .


Dia masih belum terima jika hendra benar-benar pergi meninggalkan mereka selamanya.


'' Kita harus bisa terima karena ini takdir . tuhan lebih sayang dia makanya hendra kembali lebih cepat.'' ujar varel dengan wajah sedih .


Di saat mereka berdua tengah berkabung aiden diam-diam mendekati reza yang masih pingsan .


Dia menyeret tubuh reza untuk menyembunyikan nya , aiden yakin mereka pasti akan membunuh reza nantinya.


Hingga suara derap langkah memenuhi ruangan tersebut , ternyata reza telah menyiapkan semuanya dengan rapi .


Orang suruhan reza datang lebih banyak dari yang ada di mansion kakek xavier.


Mereka semua bersenjata . anjas menatap varel bingung ?! '' Lo yang manggil bantuan rel ?!'' ucap anjas . dia mengira jika varel yang meminta bala bantuan.


Varel menggeleng .'' Bukan ! lagian gue nggak kenal mereka ? ''


Anjas memiliki firasat tidak enak ,'' Rel perasaan gue nggak enak nih .''


Namun varel tidak menjawab , anjas menoleh dia melihat raut wajah varel berubah .


'' Waspada .'' peringat varel.


Benar saja setelah varel mengatakan hal tersebut ,mereka langsung menyerang varel dan anjas tanpa ampun.


Bughhh ! Buuaagh ! bruuk.!


'' Sinting lo pada !! gue belum siap bego.!!'' teriak anjas setelah terlempar beberapa meter dari mereka.


Bughh ! Bughh ! Braak !


Varel memukul , meninju bahkan membanting mereka ! perkelahian tidak seimbang tersebut membuat mereka berdua kewelahan !!


'' Brengsek !! '' teriak anjas dengan amarah yang meluap


Buaakk !! Dughh ! Dugh ! Brakk!!


''Hosh Hosh ''


'' Njir nggak abis-abis sih !! padahal tenaga gue udah terkuras banyak hosh hosh !'' ucap anjas ngos-ngosan.


'' Lo gimana rel ?!''


'' Fokus !'' singkat padat dan jelas .


Jawaban varel membuat anjas melongo ,di saat seperti ini dia masih aja dingin.


'' Ck ck gue rasa lo sendirian yang di kutub deh rel , suasana panas begini masih bisa lo cool kaya gitu ?!''ujar anjas.


Mereka kembali bertarung , meski mereka memiliki beladiri yang tidak bisa di anggap remeh. namun karena kondisi mereka yang belum istirahat sama sekali setelah menyelamatkan orang tua alea membuat mereka merasa cukup kelelahan.


Buughh !


'' Anj*** !! Muka gue ?!'' heboh anjas setelah mendapat bogeman mentah dari mereka.


Buuaakk ! Brakkk!

__ADS_1


'' Uhuk !! uhuk !'' varel terlempar hingga menabrak tembok , dia bahkan sampai muntah darah.


'' VAREL Lo nggak papa ?!'' teriak anjas .


Dia berlari menuju ke arah varel berada .'' rel lo berdarah !'' panik anjas .


Varel berdiri di papah anjas .'' Gue nggak papa .''


'' Tapi lo muntah darah rel ! lo nggak inget pesan dokter waktu itu Hah !!'' ucap anjas dengan marah .


Dia sangat takut jika keadaan varel memburuk . dia tidak ingin kehilangan sahabatnya lagi.


Varel tersenyum mentapa anjas .'' Lo nggak perlu khawatir , gue masih sanggup kok !!''


Setelah mengucapkan kata tersebut , varel berlari menerjang orang-orang yang tadi memukulnya.


Pertarungan sengit kembali terjadi kali ini kubu varel sangat di rugikan , mereka berkelahi dengan tangan kosong sedangkan musuhnya menggunakan senjata tajam.


...☠️☠️☠️...


Di sisi lain alea baru sampai di markas , dia melihat keadaan markasnya sangat berantakan.


Tanpa pikir panjang dia berlari memasuki markasnya , dari jauh dia bisa mendengar suara perkelahian.


Alea berlari menuju asal suara tersebut. belum juga dia sampai tiba-tiba ada seseorang yang menyerangnya.


Buuughh !!


'' Sialan !.'' ucap alea setelah menahan serangan yang dia terima.


Alea terkejut melihat siapa orang yang menyerangnya . '' Aiden ?''


Mendengar namanya di sebut , aiden tersenyum smrik . '' Hay lea lama kita nggak ketemu yah .''


Alea tersenyum remeh .'' Hm aiden kalo nggak salah lo mantan sahabatnya leon kan .''


'' Gimana keadaan lo setelah lo membela cleobara?''


Raut wajah aiden berubah setelah mendengar nama cleobara . '' Jadi lo yang nahan bang cleo ?''


'' Lebih tepatnya suami gue . '' jawab lea santai.


'' Btw lo kenapa jadi penghianat ? padahal leon percaya sama lo !'' tanya alea.


'' SEMUA GARA-GARA LO ALEA !! LO YANG BIKIN GUE BERKHIANAT SAMA LEON!'' teriakan aiden sangat menggema hingga anjas mendengarnya.


''Alea ada disini '' ucap lirih anjas di tengah pertarungan.


Varel yang juga mendengar suara alea ingin menghampirinya namun di halangi oleh orang suruhan reza.


'' Mau kemana lo ?! Lo harus mampus hari ini !'' ujarnya dan langsung membogem varel tanpa henti.


Sedangkan alea menatap aiden bingung . '' Gue ? gue yang bikin lo berhianat ? otak lo udah nggak berfungsi ?!''


'' Dimana-mana orang berhianat itu karena kemauan nya sendiri bukan karena orang lain ! mikir bangsat jika lo dari awal nggak ada niat untuk berhianat mau lo di hasut ribuan orang juga nggak akan mempan.!''


'' Tapi sekalinya lo punya niat tersebut tanpa lo di hasut sekali pun lo akan melakukan nya ! jadi perilaku lo bukan karena orang lain tapi diri lo sendiri !''


Sakmat !! aiden tidak bisa menjawab ucapan alea , memang benar semua yang di katakan alea harusnya dia sadar sejak awal jika hal itu akan merugikan dirinya.


'' Banyak bacot lo !'' marah aiden.

__ADS_1


Dia menyerang alea membabi buta , tak mau kalah alea juga menyerang balik aiden ,dia sedang terburu-buru .


Bughh !!


'' Mulut lo perlu di sekolahin dulu !'' ucap alea setelah memukul wajah aiden hingga sudut bibirnya pecah.


'' Sialan !!! mau mati lo !'' teriak aiden.


Alea menggeleng .'' Hidup mati gue bukan di tangan lo ! jadi lo nggak perlu nawarin hal begitu!''


Marah !! rasanya aiden ingin mengubur hidup-hidup gadis yang ada di depan nya. dia benar-benar telah di rendahkan.


Bughh !! Bughh ! Duuaakk !


Perkelahian antara alea dan aiden cukup membuat tenaga alea terkuras , dia tidak menyangka jika aiden mampu bertahan setelah mendapat beberapa lebam di tubuhnya.


'' Maaf nih gue lagi buru-buru jadi gue nggak bisa ladenin lo lebih lama '' setelah mengucapkan hal itu alea melayangkan tinju dengan kekuatan penuh hingga aiden terlempar jauh dan hilang kesadaran.


BUUUGHH !! BRAAAAAKKKK!!


Melihat aiden sudah pingsan ,alea kembali melanjutkan perjalanan nya menuju lantai atas.


Drapppp !! Drappp !!


Sayup-sayup dia mendengar suara anjas yang mengoceh menghawatirkan kondisi varel.


Dengan perasaan kalut alea berlari menuju varel dan juga anjas. disana mereka berdua di kepung bahkan wajah mereka sudah penuh lebam.


'' kalian .!!'' Saat semua orang menoleh alea langsung mengahajar mereka.


Baakk ! bughh ! bruaakk ! duughh !


Tak sampai sepuluh menit alea sudah membereskan mereka semua. dia berlari menuju anjas yang sedang memapah varel.


'' Kalian nggak papa ?!'' tanya alea.


Varel menggeleng '' Gue baik-baik aja lea.''


Anjas melotot mendengar ucapan varel.


'' Heh kutub lo dari tadi bilang nggak papa mulu lo nggak liat kondisi lo gimana .''


Anjas jengkel karena varel tidak pernah jujur dengan keadaan dirinya sendiri. dia selalu menutupi rasa sakitnya seorang diri.


'' Bener kata anjas , lo perlu ke rumah sakit rel.'' ujar alea.


Varel menggeleng .'' gue baik-baik aja lea , kalian nggak perlu khawatir.''


Alea serta anjas menghela nafas lelah , mereka tau betul bagaimana keras kepalanya varel jika di ajak kerumah sakit.


'' Yang lain kemana .'' heran alea karena sejak tadi dia tidak melihat anggotanya disana.


'' Gue nggak tau al ! saat gue sampai mereka nggak ada .di sini cuma ada hendra. '' ujarnya.


Alea mengerutkan keningnya '' hendra ? dimana dia ?''


Anjas menunjuk jasad hendra yang tak jauh dari mereka, alea berjalan menuju jasad hendra.


Disana terbaring tubuh hendra yang mulai mendingin .'' Virza mana ?''


'' Gak tau ,dari tadi nggak ada yang kesini .'' ujar anjas.

__ADS_1


'' Gue udah kabarin virza , dia sedang kesini ternyata anak-anak banyak yang terluka ,mereka ada di ruang bawah tanah setelah hendra menyuruh mereka kabur .'' ujar varel setelah melihat pesan dari virza.


Mereka terlalu fokus pada jasad hendra hingga alea tidak menyadari jika seseorang sedang mengarahkan pistol ke arahnya.


__ADS_2