
...happy reading........
✨✨✨
Ada pepatah mengatakan , bicara itu seperti obat jika kadar nya sesuai akan mendatangkan manfaat ,namun jika berlebihan bisa membunuh.
Seperti saat ini , alea yang memang sudah menyusun rencana untuk mengungkap siapa penghianat di dalam geng nya , memilih diam tak memberi tau siapa pun tentang rencana nya. dia belum tau pasti jika teman-teman nya ada di pihaknya atau tidak.
Dia masih trauma dengan kejadian dulu , hingga sekarang dia sulit untuk percaya pada siapa pun , meski pun dia terlihat gampang akrab namun itu hanya sekedar akrab bukan berarti alea percaya pada mereka ,begitu pula dengan sahabatnya , meski sudah lama kenal namun alea belum sepenuhnya percaya dengan mereka bertiga.
'' al tunangan lo mana sih ? lama banget .'' tanya vero.
'' emang mau lo apain kalo dia dateng ?.'' tanya anjas.
'' gak gue apa-apain sih hehe '' jawab vero.
Alea mengecek kembali hpnya , namun tidak ada pesan atau pun telfon dari xavier , padahal dia sudah menunggu xavier selama satu setengah jam dari dia menerima telfon xavier.
Baru saja alea menggerutu dalam hati , orang yang di tunggu alea akhirnya menelfon kembali.
drrrtttt. drrrrrrtttt
'' hm'' jawab alea jutek .
...'' alea maaf aku gak bisa kesana '' ucap xavier ....
'' ada apa?.'' tanya alea , karena dia merasa nada suara xavier terlihat sangat panik.
'' leon di culik , aku harus mencarinya.'' jawab nya.
'' apa . kapan?.'' tanya alea.
'' kemaren , mommy bilang dia sudah menanyakan keberadaan leon pada teman-teman nya tapi tidak ada yang tau dimana keberadaan nya.'' jawab xavier.
'' lo dimana sekarang '' tanya alea sembari mengambil ransel nya.
'' aku di jalan permata indah .'' jawabnya .
'' oke gue susul lo kesana '' ucap alea langsung mematikan telfonnya.
'' kenapa al?.'' tanya vero . dia bingung melihat wajah alea yang panik.
'' gue balik . lo berdua jagain varel '' ujar alea bergegas pergi.
'' lo mau kemana al ?.'' tanya anjas.
'' gue ada urusan , lo berdua kalo mau balik gak papa , nanti lo berdua kesini lagi jagain varel oke. bye !! '' ucap alea dan pergi meningalkan mereka dengan terburu-buru.
Vero dan anjas menatap kepergian alea dengan bingung. '' kayanya alea panik banget tadi , menurut lo gimana ?.'' tanya vero.
Anjas mengangguk '' bener , ada apa sebenarnya yah sama dia , gak biasa nya dia kaya gitu '' heran anjas.
'' entah , nanti kita tanya lagi , lo mau balik dulu gak ?.'' tanya vero .
'' lo aja dulu , kita gantian jagain varel aja '' ucap anjas yang di setujui vero.
__ADS_1
✨✨✨
Xavier masih menunggu kedatangan alea , dia tak mungkin meninggal kan alea di saat dia meminta untuk menunggu nya , menurut xavier ini kesempatan untuk lebih dekat dengan alea, meski keadaan genting .
BRUMMM BRUUUMM
Deru motor milik alea sampai di telinga xavier , dia turun dari mobil nya , sesaat dia terpana melihat penampilan alea yang terlihat swag dan cantik secara bersamaan, alea mengenakan celana hitam ,memakai atasan seragam sekolahnya di balut jaket kulit hitam , rambutnya di biarkan terurai di mata xavier alea sangat sangat cantik.
'' kedip om '' ucap alea membuyarkan tatapan xavier padanya.
'' kamu gak ganti baju dulu ?.'' tanya xavier. dia tak menghiraukan panggilan alea
'' gak sempet '' jawab nya.
'' lo udah cari tau siapa yang nyulik leon ?.'' tanya alea.
Xavier menggeleng . '' belum identitasnya sulit di temukan , bahkan dia tak masuk organisasi atau pun geng sepertinya '' jawab xavier.
Alea merasa heran , dia tak percaya dengan ucapan xavier.
'' menurut gue kalo dia gak masuk organisasi atau pun gengster , pasti ada penyokong di belakang nya , sekarang lo pikir aja , mana mungkin orang tersebut berani nyulik leon yang jelas-jelas pewaris keluarga arlando , jika dia tidak memiliki pendukung di belakang nya.'' ujar alea.
Xavier membenarkan ucapa alea , '' kamu bener , menurutmu siapa yang berani melakukan hal seperti itu , seolah-olah dia memang sudah menunggu saat ini'' ujar xavier.
'' gue gak tau pasti , sebab jika orang itu menutup informasinya tapi dia tau seluk beluk keluarga lo , kemungkinan dia orang terdekat lo atau orang yang pernah kenal sama keluarga lo '' jawab alea.
Xavier memikirkan sesuatu , seingat nya seluruh penghianat yang bekerja padanya mau pun keluarganya sudah dia musnahkan .
'' mungkin , namun alasan apa yang membuat dia menculik leon ? jika dia mengincarku kenapa leon yang dia bawa?.'' ujar xavier.
'' karena dia ingin hubungan lo dan leon renggang , sehingga banyak celah untuk menghancur kan lo bahkan keluarga lo , itu yang paling simple menurut gue '' jawab alea.
'' lalu apa yang harus kita lakukan untuk menemukan leon?.'' tanya xavier.
'' terakhir kali hp leon aktif kapan ?.'' tanya alea.
'' kemaren , sekitar jam empat sore '' jawabnya .
Alea menganguk , '' lo ada laptop gak '' tanya alea pada xavier.
'' ada , di mobil '' ujarnya.
Tanpa permisi , alea masuk ke mobil xavier yang di susul olehnya.
'' kamu mau ngapain ?.'' tanya xavier.
'' cari leon '' jawabnya , alea membuka laptop xavier , dia menelusuri jejak panggilan terakhir leon , alea menghack hp leon.
Xavier tak percaya apa yang sedang ia lihat saat ini ,dengan mata yang membulat sempurna dia menatap alea kagum .
'' kamu bisa menghack data lea?.'' tanya xavier masih belum percaya.
'' hm '' jawabnya.
Alea memasukan beberapa kode-kode yang begitu rumit , hingga beberapa detik kemudian data yang alea bobol sudah ia dapatkan.
__ADS_1
TING
Xavier menatap layar laptop nya , disana terdapat tempat terakhir keberadaan leon yang ternyata tak jauh dari tempatnya saat ini.
'' gue rasa dia di bawa ke arah ini '' tunjuk alea pada titik merah yang sudah ia dapatkan.
'' kamu yakin?.'' tanya xavier.
'' hm , kita harus cepat gue takut bajingan itu membuat leon trauma '' ucap alea.
'' maksud mu?.'' tanya xavier.
Alea mengedikan bahunya , dia pun tak tau hanha saja insting nya bilang jika leon benar-benar dalam bahaya.
Mereka lalu bergegas mengikuti tanda yang mengarahkan ke tempat leon .
✨✨✨
Keadaan leon saat ini sangat memprihatinkan , tangan nya lecet-lecet akibag dia memberontak , mukanya babak belur bahkan kepalanya keluar darah karena di hantam benda tajam.
'' HAHAHA leon....leon lo itu bodoh ,tolol,bego . lo gak berguna leon hahaha'' ucap orang tersebut.
'' lo akan mati disini leon , gak akan ada yang nyelamatin lo , bahkan keluarga lo gak ada yang tau lo disini HAHAHA!! '' ujarnya lagi.
'' harusnya lo gak nolak penawaran yang gue berikan tadi leon '' lanjutnya.
''CUIHH'' leon meludah pada orang tersebut.
'' GUE LEBIH BAIK MATI DARI PADA HARUS LAYANIN LO BANGSAT '' teriak leon.
BRAKKK
Orang tersebut melempar kursi ke samping leon, membuat leon terkejut.
'' kau masih saja belagu , ternyata siksaan yang gue berikan belum cukup buat lo yah '' uajrnya tersenyum smrik di balik topengnya.
Leon beringsut ke belakang , dia berusaha melepaskan ikatan tali di tangan nya namun sulit.
Pria tersebut mendekati leon dengan sebuah belati yang sangat tajam .
Dia menempel kan belati itu pad pipi leon . '' haruskah aku gores pipi mulusmu ini '' tanya nya .
Leon menatap datar orang di depan nya . dia sangat penasaran wajah siapa di balik topeng itu .
'' siapa lo sebenarnya ?.'' tanya leon.
'' gue '' tunjuknya pada dirinya sendiri.
'' gue malaikat lo sekaligus pencabut nyawa lo '' ujarnya , dia mengubah cara bicaranya pada leon.
Dia menarik wajah leon ,hingga membuat wajah mereka berdekatan. leon dapat melihat dengan jelas warna mata pria di hadapan nya.
DEGH
Warna mata itu , leon sangat kenal dengan pemilik warna mata abu-abu itu . leon menggelengkan kepalanya tak percaya dengan asumsinya sendiri.
__ADS_1
'' gak . gak mungkin'' batinya.
Dia menatap pria itu kembali . warna matanya mengingatkan leon pada seseorang yang dekat dengan nya .