
...☠️☠️☠️...
Di dalam ruangan yang terlihat seperti kamar ,terdapat seseorang yang sedang tergeletak tak berdaya , dia xavier suami dari alea.
Namun disana bukan hanya ada dia sendiri tapi ada seorang wanita yang sudah mengenakan pakaian sexy yang sangat menerawang , kemolekan tubuhnya terpapang jelas disana , dia adalah sheila mantan xavier di masa lalu.
Beberapa jam yang lalu sebelum xavier di bawa ke dalam kamar tersebut !!
Dia sempat tersesat di dalam ruang yang dia sendiri pun tidak tau , karena firasatnya mengatakan akan ada hal buruk , dia segera mencari jalan keluar ,namun nihil tempat itu seperti sudah di siapkan lebih dulu , xavier pun merasa aneh karena pintu tempat dia masuk entah berada dimana .
'' Siall !! roy sialan dia sudah menyiapkan semuanya .''
Xavier baru menyadarinya jika semuanya sudah roy persiapkan secara rinci . '' Mereka pasti sudah mengira gue bakalan kesini .''
Xavier mondar -mandir diruangan sempit tersebut , hingga dia melihat jam yang dia kenakan ternyata jam sudah menunjukan pukul 08.00 malam.
'' Jika seperti ini terus ,gue nggak yakin mereka bisa keluar dari sini .'' panik xavier .
Andai dia tau ,keluarganya sudah berhasil di selamatkan oleh istrinya .
'' gue nggak bisa diem aja , gue harus minta bantuan .''
''Tapi siapa ? orang yang gue percaya udah nggak ada .''
'' Nathan '' tiba-tiba kata tersebut keluar dari mulutnya .
Dengan terburu-buru xavier mengambil hp ,namun anehnya sinyal disana tidak ada . '' Ck sialan ,apa yang sebenarnya mereka rencanakan ?''
Karena tidak adanya sinyal ,xavier akhirnya menulis pesan dia berharap pesan tersebut bisa terkirim .
Setelah selesai mengirim pesan padan nathan ,xavier kembali mencari jalan keluar namun belum juga dia menemukan pintu keluar ,tiba-tiba seseorang membekap mulutnya dengan sapu tangan yang sudah ada obat bius hingga dia pingsan.
__ADS_1
Kembali ke masa sekarang . xavier belum menunjukan tanda-tanda akan sadar . sheila mendekati xavier dengan tatapan lapar . dia seperti serigala yang menemukan mangsa nya.
'' Kau hanya miliku dan akan selalu menjadi miliku .'' ucap sheila saat mengelus pipi tirus milik xavier.
Dia menelan ludah kasar ketika melihat tubuh xavier yang sangat menggoda 'Glek' tatapan sheila tertuju pada bibir xavier . bibir yang belum pernah dia rasakan bahkan saat mereka berpacaran .
'' Malam ini lo akan menjadi milik gue selamanya haha .'' ucapnya penuh obsesi.
Dengan perlahan sheila mendekatkan wajahnya pada wajah xavier ,sedikit lagi bibir mereka akan bertemu ,hingga sebuah tangan menghentikan gerakan sheila.
'' Apa yang kau lakukan .'' tanya xavier marah.
Dia bangun dari ranjang dan menatap sheila penuh benci . '' Dimana saya .''
Xavier baru sadar dia tidak lagi di tempat gelap yang sebelum nya , kali ini dia yakin sedang berada di dalam kamar yang entah milik siapa dan berada dimana.
'' Tenang vier~ kamu ada di tempat yang aman , malam ini aku akan membuatmu puas .''
Mendengar ucapan sheila ,xavier menatap sheila penuh amarah selama ini dia sudah bersabar menghadapi sikap sheila yang selalu menghubunginya setiap hari ,hingga dia mengganti hp dan kartunya , namun anehnya sheila selalu tau nomor dia , dan xavier baru sadar jika sheila bekerja sama dengan roy atau cleobara lebih tepatnya , jadi ini alasan dia selalu menemukan nomor barunya.
Dengan gaya yang sensual sheila mengelus wajah xavier . '' Tidak ada semua memang rencanaku . aku masih cinta sama kamu vier kenapa kamu ninggalin aku .''
Xavier menepis tangan sheila yang sedang mengelus wajahnya . '' Jangan menyentuhku dengan tangan kotormu itu sheila .!''
'' Xavier lo itu di takdirkan hanya untuk ku ,jadi sampai mati sekali pun lo tetep milik gue dan gue nggak akan biarin cewe lain milikin lo termasuk alea.'' ucapan sheila sangat serius bahkan dia sudah mempersiapkan berbagai cara untuk mengancam xavier jika dia menolak kembali padanya.
Mendengar ucapan sheila yang sudah terobsesi padanya membuat xavier geleng-geleng kepala. '' Gila .!''
'' Ya gue gila dan itu karena lo . seandainya lo nggak ninggalin gue .pasti gue nggak akan seperti ini buat dapatin lo vier . bahkan lo tau gue nggak bisa hidup tanpa lo .'' dia menangis seakan menjadi wanita paling tersakiti agar xavier bersimpati pikirnya .
Namun hal itu malah membuat xavier murka . '' Ya kau bener semua memang salah saya . salah saya karena saya pernah menjalin hubungan denganmu , bagi saya penyesalan yang paling dalam adalah mengenalmu , saya benar-benar menyesal ! untung saja tuhan masih sayang pada saya dia memberitau siapa kau yang sebenarnya hingga saya sadar jika kau bukan wanita baik-baik .!''
__ADS_1
Xavier bangkit dari ranjang , dia berdiri di hadapan sheila . '' Saya peringatkan sekali lagi ,jangan pernah muncul di hadapan saya jika anda masih juga tidak mengerti jangan salahkan saya jika bertindak lebih kejam dari hari ini .''
Tubuh sheila bergetar karena takut , aura xavier benar-benar membuatnya takut ,tatapan mata yang sangat tajam mampu membuat dirinya tak berkutik sama sekali.
BRUKK !!
Xavier menyingkirkan sheila di hadapan nya hingga dia terjatuh di lantai ,'' Saya tidak pernah main-main dengan ucapan saya.''
Dia mengucapkan kata tersebut tanpa berbalik menatap sheila , di saat dia sudah sampai di depan pintu sebuah peluru menancap di kaki kanan nya .
DOR !!
''Arrgghh'' xavier menggeram menahan sakit karena peluru yang baru saja hinggap di kakinya.
'' Satu yang perlu lo ingat vier , gue juga bisa kejam sama lo .'' sheila mendekati xavier yang tengah kesakitan , dia berjongkok agar sejajar dengan nya.
'' Gue nggak akan lepasin lo kali ini , meski gue harus mati sekalipun gue nggak masalah .'' ujar sheila.
Dengan amarah yang membuncah xavier mencekik leher sheila yang ada di depan nya .
'' Akkhh v-vier a-apa yang l-lo lakuin .'' sheila berusaha melepaskan tangan xavier yang mencekiknya.
Sheila merasakan lehernya sangat sakit , dia tidak menyangka xavier akan berbuat seperti ini padahal dulu saat bersama dengan nya dia tidak pernah melakukan kekerasan bahkan saat tau dia menjadi wanita murahan xavier hanya diam dan pergi tanpa mengatakan apa pun.
'' Hah saya sudah cukup lama bersabar jadi kali ini saya tidak bisa memaafkan mu , dan satu lagi mau kau bertelanjang sekali pun saya tidak pernah tertarik dengan tubuh murahan mu , lagian tubuh istri saya lebih bagus dari pada kau .'' ucap xavier.
Dia mencekik leher sheila dengan sangat kencang bahkan sheila sudah meronta-ronta meminta di lepaskan namun xavier sama sekali tidak menggubris ,dia menambah tekanan di leher sheila hingga beberapa menit kemudian sheila menghembuskan nafas terakhirnya di tangan orang yang sangat ingin dia miliki .
Brukk!!
Xavier menatap datar tubuh sheila yang tergeletak di lantai dengan pakaian yang sangat tipis ," Istirahat lah dengan tenang !"
__ADS_1
Setelah mengucapkan kata tersebut xavier pergi meninggal kan ruangan tersebut dengan tertatih-tatih karena luka di kakinya .
...see you next time.....