Bukan Suami Impian

Bukan Suami Impian
Malam pertama


__ADS_3

🌸


🌸


Reno akhirnya membiarkan wanita yang baru saja sah menjadi istrinya untuk tetap tiduran di sofa, melihat Viona yang memejamkan mata, pria tampan yang masih memakai baju formal untuk ijab Kabul itu memilih masuk ke dalam kamar, untuk membereskan pakaian Viona.


Setelah berganti pakaian, celana pendek dan kaos polos warna hitam, Reno membuka koper warna hitam milik sang istri. kemudian mulai menata satu persatu pakaian Viona, yang lebih di dominasi oleh dress itu.


Kedua matanya nyaris melotot saat melihat benda yang begitu asing, yang berada pada urutan paling bawah. Reno menelan salivanya dengan susah payah, melihat benda paling pribadi milik Viona.


Bra dan juga cela* a dal*am. ada berbagai model dan juga warna. angan Reno mengembara ke negeri antah berantah, membayangkan seperti apa isi dari kedua benda itu.


Reno menepuk kepalanya malu, sesuai permintaan dari Viona, bahwa tidak ada sentuhan fisik, selama belum ada cinta di hati wanita itu. Tidak ada yang bisa Reno lakukan selain menyetujui ide konyol itu, bagaimana bisa menikah tanpa ada sentuhan fisik.


Sekarang tugasnya adalah berjuang untuk bisa menaklukkan hati Viona, dan dia yakin suatu hari nanti Viona akan bisa mencintainya. Reno segera menata kedua benda itu ke dalam lemari besarnya.


begitu selesai dengan kegiatannya, Reno bergegas menghampiri istrinya yang masih betah terlelap. Berjongkok di samping sofa yang ada di ruang tamu, mengagumi kecantikan istrinya yang begitu sempurna di matanya.


Aku sudah jatuh cinta kepadamu tepat pada saat kita pertama bertemu, Dek. Aku harap suatu saat kamu juga bisa membalas perasaanku ini, aku berjanji akan berusaha membahagiakan kamu, aku akan berjuang untuk mendapatkan hati dan cintamu.


Reno ingin sekali mengecup pipi mulus Viona, tapi dia tidak mau merusak kepercayaan Viona, menghela napas, kemudian segera mengangkat tubuh ramping yang masih terbalut kebaya pengantin itu, memindahkan ke ranjang besar di kamar mereka.


Reno memilih merebahkan tubuh di sofa single yang ada di depan ranjang, dan membiarkan istrinya tidur dengan nyaman di ranjang sendirian. tak berapa lama, dia terlelap.


🌸


🌸


"Kamu yang menata pakaian di koper tadi, Mas?" tanya Viona, dia baru saja menyelesaikan mandinya pada petang itu, karena kelelahan dia tertidur begitu lelap dan baru terbangun hampir jam empat sore.


"Hah, iya ... " perasaan Reno menghangat, ketika mendengar panggilan yang terdengar manis itu, ah, biarpun dia judes dan pemarah, tapi dia bisa menghargai aku sebagai suaminya.


"Semua, Mas?" tanya Viona lagi tak percaya, menelan salivanya membayangkan benda pribadinya di pegang oleh pria itu. walaupun keduanya sudah menikah, tapi entah mengapa dia merasa malu, jika benda pribadinya di lihat orang lain.


"Iya , Sayang." Reno tersenyum, pria itu sedang memasak untuk makan malam mereka, sayur sop dan ayam goreng sudah tertata di meja, saat istrinya tidur dia melesat ke supermarket untuk berbelanja kebutuhan dapurnya.


"Ih, nyebelin kamu, harusnya nggak usah melakukan itu, kamu pasti lihat ... " bibir Viona mengerucut, dia begitu kesal, sebenarnya bukan kesal, tapi lebih karena malu.


"Aku suami kamu lho, nggak masalah kalau harus tahu semua yang kamu miliki," kata Reno seraya tersenyum, menatap wanita yang masih acak-acakan tapi aura kecantikannya justru lebih keluar.


Viona dengan piyama tidur tanpa lengannya, memperlihatkan lengan mulusnya, dan rambutnya yang masih sedikit basah membuatnya terlihat lebih seksi.

__ADS_1


"Terserah, jadi kamu juga yang mindahin aku ke kamar? bukankah tadi aku tertidur di sofa?" tanya Viona lagi, dia mengikuti langkah suaminya yang menuju ruang bersantai.


"Kamu jalan sendiri tadi," goda Rona.


"Ish, mana ada seperti itu, memang aku ngelindur?" Viona ikut duduk di sebelah Reno, aroma sabun dan shampo yang begitu lembut, membuat Reno panas dingin, dia merasa mulai detik ini harus menguatkan iman, karena sudah pasti godaan yang datang akan lebih besar dari ini.


"Mau makan sekarang, atau sesudah shalat Maghrib?"


"Lapar banget sih, tapi nanti nggak bisa jongkok kalau kekenyangan."


"Ya sudah, makan malam nanti aja selepas shalat Maghrib." Reno tersenyum manis, mengurangi rasa grogi, dia meraih ponsel yang tergeletak di atas meja.


"Mas ... "


"Ya ... " Reno mengalihkan pandangannya dari layar ponsel.


"Masih ingat kan, sama perjanjian kita?" Viona juga sedang menoleh pada pria yang ada di sebelah kanannya.


"Yang mana? kayaknya sudah lupa," kata Reno jail, dan benar bibir Viona langsung saja mengerucut mendengarnya.


"Jangan pura-pura lupa."


"Nggak ada kontak fisik selama aku belum siap."


Reno diam, kemudian tersenyum manis," iya, Sayang. apalagi?"


"Lainnya menyusul," kata Viona, dia beranjak dari sofa dan segera masuk ke dalam kamar.


🌸


🌸


Selesai makan malam, Viona lebih memilih masuk ke dalam kamar, masih ada kecanggungan di antara keduanya, jadi dia lebih memilih masuk kamar. dan larut dengan ponsel pintarnya.


Tak lama Reno juga ikut masuk, pria itu tersenyum mendapati sang istri yang masih terjaga, sibuk dengan ponselnya.


"Belum tidur?" tanya Reno, pria itu meraih bantal dan juga sarung miliknya, yang biasa dia gunakan sebagai selimut. Viona menatap heran.


"Mau kemana, Mas?"


"Tidur di sofa." Reno menata bantal diujung sofa, lalu merebahkan tubuh gagahnya di atasnya. biarpun sofa itu cukup untuk menampung tubuh gagahnya, tapi tetap saja tidak nyaman.

__ADS_1


"Oh, bagus deh. jadi aku bisa tidur dengan nyaman di ranjang ini." Viona tersenyum, dia merebahkan tubuhnya setelah meletakkan ponsel di atas nakas.


"Iya, ranjang itu milik kamu, Sayang. aku nggak akan memintanya."


"Mas ... "


"Hemm ... " Reno menoleh kepada istrinya, yang berbaring miring menghadapnya.


"Nggak jadi deh, tidur aja sana," kata Viona.


"Masih sore, aku tidak terbiasa tidur terlalu sore."


"Besok kamu kerja?" tanya Viona lagi.


"Mungkin ... "


"Kok mungkin?" dahi Viona berkerenyit.


"Kalau kamu kerja, aku juga akan kerja, kalau kamu masih libur, akan ku temani libur juga," jawab Reno enteng.


"Hah, apa nggak masalah, kamu nggak takut di pecat sama bos kamu?"


"Bos aku ngga akan berani memecat aku, Sayang."


"Dih, percaya diri amat sih, sehebat apa sampai bos kamu takut memecat karyawan yang tukang bolos kayak kamu?"


"Sangat hebat." Reno tergelak, ngobrol dengan wanita jutek itu teenyata asyik juga. Viona memang sangat jujur dan ceplas-ceplos bila berbicara, dan justru membuat Reno senang, karena itu menandakan Viona jujur.


"Jangan-jangan bos kamu punya anak gadis ya, dan mau di jodohkan dengan kamu?" serang Viona dengan gusar. membayangkan ada wanita lain yang ada di sekeliling Reno, membuatnya jadi kesal. apalagi kalau mengingat wanita sok cantik yang berstatus janda itu, membuat hatinya sedikit resah.


"Hah ... !"


*Bersambung ...


jangan lupa klik like, love dan komen.


selamat menunaikan ibadah puasa ya ..


🌸


🌸*

__ADS_1


__ADS_2