
🌸
🌸
Viona terlelap setelah mendapatkan ciuman pertamanya dari Reno, keduanya berulang kali saling berlomba-lomba untuk mengecap bibir masing-masing, seakan-akan tidak ada lagi hari esok.
Reno merelakan lengan kokohnya sebagai alas kepala sang istri, sehingga dia bisa memeluk tubuh ramping yang kini sedang tak berdaya, setelah memastikan perut Viona sudah cukup membaik, Reno bisa tersenyum lega.
Dalam hati bersyukur, akhirnya kebekuan hati Viona perlahan mencair, dan Reno hanya tinggal bersabar sedikit lagi sampai pada akhirnya Viona mau menyerahkan diri secara utuh kepada suaminya.
Cukup lama keduanya terlelap, hingga Reno terpaksa harus bangun, karena dorongan dari kandung kemih yang sudah tidak bisa di tahan lagi.
Reno menarik lengannya pelan-pelan dan sangat hati-hati, dia tidak mau gerakannya mengganggu tidur Viona yang masih begitu lelap.
Viona melenguh saat Reno berhasil melepaskan lengannya.
"Mau ke mana Mas?" guman Viona dengan mata masih terpejam rapat.
"Mau ke kamar mandi sebentar." Reno menatap sang istri.
"Jangan lama-lama, nanti aku kangen ... " masih memejamkan mata, dia berbaring miring menghadap ke arah Reno berdiri.
"Hah, iya Sayang." wajah Reno memerah, mendengar bisikan Viona yang terasa indah dan juga merdu di telinganya.
Bergegas pria muda itu keluar kamar, dan menuju kamar mandi yang memang berada di belakang. kalo sudah seperti ini, dalam hati dia menyesali kenapa kamar mandi di rumahnya harus keluar kamar, dia jadi harus meninggalkan wanita cantik yang sedang hangat-hangatnya itu, dia takut begitu kembali, Viona kembali ke mode awal pengaturan.
Bisa bahaya bagi kelangsungan hidupnya.
Begitu selesai menuntaskan hajatnya, Reno melesat ke dalam kamar lagi, dan kaget melihat Viona yang sudah duduk di kepala ranjang.
"Kenapa lama, Mas?" tanya Viona dengan bibir cemberut.
"Hah, masa lama sih?" Reno mendekat dan duduk di samping sang istri.
"Mas, aku lapar." rengek wanita muda itu. memasang wajah polos nan menggemaskan, membuat darah Reno kembali berdesir, dan ingin menerjangnya.
"Perutnya sudah baikan?" Reno balik bertanya.
"Hemm, makanya aku mau makan."
"Mau makan apa, biar aku belikan. tadi kan hanya masak buat sarapan saja." Reno tersenyum lembut. tangannya terulur, membenahi rambut Viona yang berantakan, lalu menyelipkan si belakang telinga.
"Pengen mie instan, ada nggak?"
"Tapi, perut kamu baru saja baikan, apa nggak masalah?"
__ADS_1
"Nggak apa-apa, Mas. aku lagi pengen makan itu." Viona cemberut.
"Masa sudah ngidam sih, kan belum di apa-apain?" Reno menggoda.
Plak ...
Sebuah pukulan mendarat di lengan kokoh Reno, membuat sang empu tergelak, lalu mengacak pucuk kepala istrinya mesra.
"Dasar mesum." dengus Viona, dia tak menyangka di balik sikap cuek, dingin dan lugu sang suami, ternyata ada sisi mesumnya juga.
"Nggak apa-apa, mesum pada istri sendiri, yang nggak boleh mesum sama wanita lain, itu dosa." Reno mencubit pucuk hidung Viona yang lancip.
"Aww, sakit Mas."
"Aku gemas, Sayang. sudah tidak sabar pengen ... " Reno sengaja menggantung ucapannya, menunggu reaksi Viona seperti apa.
"Pengen apa, ketemu Amira?" mata bulat itu membelalak galak, membuat Reno harus menelan salivanya.
"Kenapa ujung-ujungnya selalu menyebut nama itu?" tanya Reno lembut.
"Nggak tahu, tiba-tiba aja lidahnya kepeleset seperti itu."
Reno terkekeh, lalu beranjak bangun.
"Mau di masakin Mie kuah apa mie goreng?"
"Siap Tuan Putri." kata Reno.
Pria muda itu bergegas membuatkan pesanan sang istri, dan dia mulai berkutat di dapur, memasak Mie sesuai keinginan Viona.
Mencari apa ada sayuran yang masih tersisa di kulkas, dan dia hanya menemukan satu ikat pakcoy saja, Reno sekalian mengambil dua butir telor, untuk menyempurnakan rasanya.
"Mau ke mana?" tanya Reno saat melihat Viona melewatinya.
"Ke kamar mandi." sahut Viona seraya terus melenggang, dan Reno hanya bengong memandang tubuh istrinya dari belakang.
"Sayang ... " teriak Reno saat melhat ada noda merah pada bawahan piyama sang istri, seperti flek yang berwarna merah.
"Apa?" Viona menoleh.
"Itu-itu ... " Reno menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, bingung harus bagaimana mengatakannya.
"Apa sih, Mas?" tanya Viona tak sabar, dia sudah ingin cepat ke kamar mandi untuk mengganti pembalut, karena dia rasa yang dia pake sudah penuh, dan itu membuatnya tidak nyaman.
"Hemm, kayaknya kamu tembus " kata Reno lirih.
__ADS_1
"Hah! masa sih?"
Viona bergegas masuk ke dalam kamar mandi, untuk segera berganti pembalut, dan di dalam kamar mandi dia tersentak saat melihat memang pada bagian belakang celana piyama ada flek berwarna merah, artinya apa yang di ucapkan suaminya tadi benar.
Muka Viona memerah karena malu, jangan-jangan sprei nya juga kena. Reno marah nggak ya nanti. guman Viona.
Begitu selesai dia segera keluar, karena tidak membawa baju ganti, terpaksa dia memakai handuk untuk menutupi tubuh bawahnya.
"Makan dulu, Sayang." teriak Reno, pria itu berdiri di samping kursi pada ruang makan.
"Sebentar, mau ganti celana dulu."
Viona segera melesat ke dalam kamar, dan lima menit kemudian dia sudah kembali.
"Mas ... " Viona duduk di kursi seberang suaminya.
"Ada apa, perutnya sakit lagi?" tanya Reno cemas.
"Bukan itu ... "
"Lalu ... ?"
"Seprei nya kotor, kena itu ," bibir Viona mengerucut.
Reno Tertawa." nggak apa-apa, nanti biar aku cuci."
"Biar aku cuci sendiri nanti.," Viona mulai mengaduk mie kuah yang di buatkan oleh suaminya, aroma harum dan gurih yang menguar, membuat perut nya semakin lapar.
"Memang bisa nyucinya?" tanya Reno seraya tersenyum.
"Belajar dong." Viona mulai menyantap makanannya dengan lahap, entah karena perutnya yang lapar, atau karena mie nya yang terasa enak, membuat wanita 25 tahun itu begitu lahap menikmati makanan nya.
"Biar aku saja." kata Reno lagi, dia tidak tega bila harus melihat istrinya susah payah.
"Kapan bisanya Mas, kalo nggak belajar dari sekarang."
"Hanya nyuci, biar aku saja." Reno tetap ngotot.
"Mas, aku kan sudah bilang, aku mau belajar jadi istri yang baik, jadi tolong ajari aku." mata bulat itu menatap tajam pada suaminya, dan membuat pria muda itu menciut nyalinya.
"I ... Iya, Sayang." ucapnya akhirnya, tak ingin membuat sang istri murka, dan bisa-bisa hubungan yang baru saja menghangat akan membeku lagi, belum juga merengkuh manisnya madu cinta.
*Bersambung...
🌸
__ADS_1
🌸*