Bukan Suami Impian

Bukan Suami Impian
Menemui Reno


__ADS_3

🌸


🌸


Viona sedang sibuk mencoret kertas di meja kerjanya, dia sedang menggambar desain gaun malam yang simpel tapi tetap terlihat elegan dan menarik. Setiap baju yang dia desain selalu cepat terjual, dia sudah punya pelanggan tetap dari kalangan selebriti maupun wanita sosialita yang tentu saja wajib up to date, dalam setiap penampilannya.


"Mbak Vio, ada yang mencari." Tiba-tiba dari luar muncul Rani, salah satu pegawai butik miliknya, Rani gadis yang cukup cantik, dia juga rajin maka tak heran bila dia menjadi andalan Viona, dibandingkan dengan dua temannya yang lain.


Butik Viona memang merekrut tiga gadis muda yang cantik dan menarik untuk menjadi pelayan di butik miliknya.


"Siapa, Ran?" Tanya Viona sembari mengernyit kan dahi.


"Katanya dia bernama Alex, mbak." Rani menjawab.


"Mau apa dia kemari," guman Viona, dia dan alex sudah lama putus, dan baru kali ini datang menemuinya.


"Saya permisi, Mbak ." Pamit Rani, karena dia lihat atasannya masih betah melamun.


"Ah, iya Ran. Suruh saja dia masuk." Titah Viona.


"Baik, Mbak."


Viona meneruskan kegiatannya menggambar desain yang sempat terjeda, di benaknya muncul pertanyaan yang tiba-tiba saja terlintas.


Mau apa Alex menemui aku, bukannya dia sudah bahagia dengan Nindy, dasar sahabat dan mantan pacar nggak ada Akhlaq. Viona terus saja menggerutu dalam hati, hingga tidak menyadari Alex sudah masuk ke ruangan kerjanya yang memang sengaja dia buka itu.


"Hallo, cantik. Apa kabar?" Senyum Alex mengembang melihat mantan kekasihnya yang terlihat cantik dengan gaun motif floral. Terlihat cantik dan lembut.


"Ada apa?" Tanya Viona tanpa basa-basi.


"Aku rindu." Alex menjawab dengan tak tahu malu, dia bahkan duduk di meja kerja Viona, membuat wanita yang sedang sibuk menggambar itu berdecih kesal.


"Duduk lah yang benar, jangan kurang ajar!"


"Iya, maaf." Sontak Alex berpindah duduk di kursi yang ada di depan meja Viona.

__ADS_1


"Ada apa!" Viona menatap tajam wajah Alex.


"Sudah aku katakan, aku rindu kamu."


"Tidak usah berbasa-basi, aku sibuk."


"Aku sudah putus dengan Nindy," kata Alex dengan wajah ceria, tidak ada raut sedih atau menyesal pada wajahnya.


"Oh ya, terus apa hubungannya dengan aku ya, kita sudah putus kan?" Viona berkata sinis.


"Aku menyesal Vio, aku ingin kembali kepada kamu, aku baru sadar. Ternyata hanya dirimu yang selama ini aku cinta, bukan Nindy atau wanita lain." Panjang lebar Alex berkata, pria tampan berambut ikal itu menatap penuh harap kepada wanita yang pernah di sakitinya itu.


"Kamu tidak lagi mabuk kan?"


"Aku sadar, Vio. Kenapa bertanya seperti itu?"


"Bukankah kamu yang kemarin membuang aku, katamu aku membosankan, sok lugu, sok alim, di cium sedikit saja menolak ..." Viona menatap tajam Alex yang sedikit tercekat, dia pikir Viona akan langsung menerima dia kembali, karena dia tahu Viona begitu mencintai dia


"Maafkan aku, memang aku yang salah."


"Lalu ... Setelah kamu bosan dengan Nindy, kamu ingin kembali kepada diriku."


Viona tertawa getir, hilang sudah rasa simpati yang pernah dia rasakan kepada Alex, berganti rasa kesal dan juga benci.


"Pergilah, jangan ganggu aku lagi, sebentar lagi aku akan menikah," kata Viona dengan tegas, mungkin sudah saatnya dia menerima Abizard, biar terhindar dari kejaran Alex.


"Jangan berbohong, Vio." Alex tertawa mengejek." Kamu masih mencintai aku, kan?"


"Kamu pikir kamu sepenting itu, hingga aku harus menunggu dirimu yang tidak bisa setia, buat apa? Masih banyak laki-laki di dunia ini yang lebih baik dari kamu, Minggu depan aku menikah. Datanglah kalau tidak percaya."


Alex tertegun, dia seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya, tidak mungkin Viona melupakannya begitu saja, Viona sangat mencintai dirinya.


"Tapi ..."


"Keluar dari ruangan aku, dan jangan pernah kembali ke sini lagi, kisah diantara kita sudah lama usai." Tegas Viona lagi.

__ADS_1


Alex menjatuhkan bahunya, sontak dia melemas, pupus sudah harapan ingin merajut cinta lagi dengan Viona, dia terlalu percaya diri, berpikir tidak mungkin Viona bisa melupakannya pesonanya.


"Aku akan terus berjuang, untuk mendapatkan kamu kembali Vio." Kata Alex setelah dia beranjak dari duduknya, dia menatap wajah mantan kekasihnya yang terlihat tak acuh itu.


"Terserah, aku sudah bilang kalau aku akan menikah, jangan pernah ganggu aku lagi."


Alex bergegas meninggalkan ruangan Viona dengan lemas, seakan tubuhnya baru saja di timpa oleh beban yang begitu berat.


Selepas kepergian Alex, Viona sejenak tertegun, jujur saja, dia sebenarnya masih mempunyai sedikit rasa kepada Alex, walau bagaimanapun mereka pernah menjalin hubungan cukup lama, hampir tiga tahun.


Tentu tidak mudah untuk melupakan semua kenangan indah dulu begitu saja.


"Aku harus segera menemui Reno, aku ingin segera menikah dengan dia, bukan karena aku mencintainya, tapi aku butuh status, agar Alex tudak berani lagi mendekat aku. Semoga setelah tahu aku sudah menikah, dia tidak berani mendekati aku lagi.


Viona berdiri dan menyambar tas jinjingnya yang ada di ujung meja, bergegas melangkah keluar ruangan.


*


*


Viona berdiri di depan sebuah bengkel yang cukup ramai, beberapa montir tampak sedang memperbaiki mobil. Dengan agak ragu Viona mendekati seorang montir yang sedang memperbaiki mesin mobil.


"Selamat pagi, maaf mengganggu." Ucap Viona, mengagetkan pria yang sedang fokus dengan pekerjaannya itu.


"Eh, pagi mbak. ada yang bisa di bantu, mobilnya mogok?" Montir itu berkata dengan begitu ramah, apalagi melihat Viona yang memang sangat cantik itu.


"Apa Reno ada?"


"Mas Reno?"


"Ya ..."


Dahi Viona berkerut, kenapa montir ini memanggil Mas, bukankah mereka sama-sama pekerja di bengkel ini. Apa ada yang di sembunyikan oleh Reno, siapa sebenarnya dia? monolog Viona dalam hati.


Bersambung ...

__ADS_1


🌸


🌸


__ADS_2