Bukan Suami Impian

Bukan Suami Impian
Tono yang menyebalkan


__ADS_3

🌸


🌸


"Maaf Mas Reno, Mbak Vio belum sampai. Beliau ada pertemuan mendadak dengan salah satu pelanggan tetap butik ini." Rani tersenyum ramah, tak berani menatap terlalu intens suami dari Bos-nya.


"Hah, begitu ya? memang acaranya mendadak Ran?" Bahu Reno melemas, mengusap wajahnya dengan kasar.


"Iya Mas Reno, apa Mbak Vio nggak berpamitan dengan Mas Reno?" Tanya Rani.


" Aku masih tidur Ran, dan istriku nggak bangunin aku sama sekali."


"Mungkin sebentar lagi sampai Mas, Mbak Vio-nya."


"Apa aku boleh menunggu di dalam ruangan istriku?" Tanya Reno.


"Silahkan saja Mas. Ada yang ingin Mas Reno minum? Teh atau kopi misalnya?"


Reno tampak berpikir, dia memang terburu-buru tadi, dan belum sempat minum kopi, apalagi sarapan. Karena gugup dan panik, saat bangun tidak menjumpai sang istri di sisinya.


"Kopi saja Ran, kopi hitam ya?" Reno menyusupkan tangan ke kantong celananya bagian belakang, mengambil dompet warna hitam. Kemudian menarik satu lembar uang merah, dan mengulurkan kepada Rani.


"Ran, sekalian sarapannya ya, nasi goreng deh, belikan satu yang paket komplit, kamu juga boleh pesan untuk teman-teman mu, juga dirimu."


"Makasih, Mas. Saya permisi dulu ya, Mas Reno bisa ke ruangan Mbak Vio." Penuh semangat Rani bergegas menunaikan titah sang suami Bos.


"Guys, aku keluar dulu ya, mau beli sarapan buat Mas Reno, dan untuk kalian juga," Pamit Rani, dan di sambut dengan wajah penuh binar kedua temannya.


sebagai anak rantau dan anak kos, mendapatkan makanan gratis, sudah tentu sangat membahagiakan hati mereka. Setidaknya bisa menghemat jatah sarapan mereka.

__ADS_1


"Siap Mbak." Sahut kedua temannya kompak.


***


Sedangkan Reno lebih memilih segera masuk ke dalam ruangan sang istri. Sesampai di sana, pria muda itu merebahkan tubuh gagahnya pada sofa single, yang ada di dalam ruang kerja Viona.


meraih ponsel yang ada di kantong samping pada celana jeans yang dia pake. Mencari nama Tono pada aplikasi warna hijau.


Reno segera melakukan panggilan kontak atas nama Tono pada ponselnya. Hanya butuh dua kali deringan, panggilan Reno segera di angkat oleh Tono.


"Hallo Mas, ada apa?" Tanya Tono, di seberang sana.


"Kamu di mana, Ton?" Reno balik bertanya.


"Masih di rumah Mas, lagi siap-siap berangkat ke bengkel." Jawab Tono.


Siap!" Jawab Tono lagi.


"Baiklah, Ton. Seperti nya hanya itu saja yang ingin aku sampaikan, setelah urusanku selesai, aku segera ke bengkel."


"Santai saja Mas, nggak usah buru-buru." Tono terkekeh. Membuat Reno mengerutkan dahinya. Agak heran dengan reaksi yang di tunjukkan anak buahnya itu. Mengapa dia malah tertawa.


Ah, sial*an. jangan-jangan Tono berpikir yang tidak-tidak lagi, dia kira aku sedang memadu cinta dengan istriku.


"Jangan berpikiran aneh-aneh, Ton!" Pekik Reno, setelah tersadar, apa yang menjadi bahan lelucon Tono.


"Eh, nggak ada Mas." Tono tampak panik.


"Kamu jangan kurang ajar, Ton!" Reno berteriak kesal. Sedangkan Tono diseberang sana menambah kencang tawanya.

__ADS_1


"Maaf Mas, soalnya Mbak Vio sedang hamil, jadi mungkin ... "


" Diam kamu, Ton. Cepat pergi ke bengkel, atau kamu aku pecat sekarang juga!" Ancam Reno. Tentu saja dia hanya menggertak saja, tidak mungkin memecat Tono, hanya karena hal sepele.


Kinerja Tono selama ini sangat bagus, dan Reno sangat cocok, hingga menjadikan Tono anak buah kepercayaan nya. Reno segera menutup panggilan, sebelum dia bertambah kesal mendengar tawa ambigu Tono.


Reno berganti memanggil nomor sang istri, tapi tetap tidak ada jawaban. Bahkan nomor ponselnya sedang sibuk, sewaktu dia melakukan panggilan. Reno menggeram dengan kesal, lalu meletakkan ponsel di atas meja, dengan putus asa.


🌸🌸🌸


Sementara itu di salah satu kafe cukup terkenal di kota ini, nampak Viona sedang duduk sendiri, menikmati secangkir kopi latte. Wanita cantik itu baru saja selesai meeting dadakan dengan salah satu langganan tetap nya di butik


Namanya Natalia, salah satu model yang cukup terkenal di kancah dunia permodelan. Natalia ingin memesan beberapa gaun di butik Viona, untuk acara ulang tahun salah satu teman modelnya.


Model cantik itu memang sudah sering mengambil gaun di butik Viona, entah mengapa dia merasa cocok dan sekaligus nyaman bila memakai gaun rancangan dari Viona.


Tentu saja Viona tidak menyia-nyiakan kesempatan seperti ini, tentu dia bangga bila salah satu rancangan bajunya, ada di acara bergengsi para model. Secara tidak langsung, dia juga mendapat promosi cuma-cuma dari Natalia.


Hingga dia tidak sempat untuk berpamitan dengan suaminya, yang saat itu masih tidur dengan lelap. Apalagi Viona juga masih menyimpan rasa kesal dan juga malu, atas penolakan yang di lakukan oleh Reno.


"Vio ..."


*bersambung ...


jangan lupa klik like love dan komen..


🌸


🌸*

__ADS_1


__ADS_2