Bukan Suami Impian

Bukan Suami Impian
Ke taman.


__ADS_3

🌸


🌸


Sinar matahari sudah muncul sedari tadi, tapi dua manusia di dalam kamar sebuah rumah sederhana, masih betah bergelung di bawah selimut. Meringkuk saling berpelukan.


Setelah tadi bangun untuk mandi wajib dan menunaikan ibadah sholat subuh, keduanya memilih tidur lagi. Karena saat ini hari jumat, dan keduanya sudah pasti libur dalam bekerja.


Viona mengerjabkan kedua matanya, saat merasakan desakan yang amat menyiksa pada kandung kemihnya. Sebenarnya kedua matanya masih enggan untuk terbuka, dia masih begitu mengantuk, mengingat baru bisa tidur menjelang dini hari.


Reno terus menerus menggempurnya tanpa ampun, ternyata benar, bercinta sesudah pertengkaran, bisa sangat panas dan membara.


Kata cinta tak henti-hentinya terucap dari bibir Reno, di saat pelepasan keduanya.


Bagaimana Viona tidak terlena, dalam pesona laki-laki yang begitu manis itu.Bahkan setiap hari, kadar cintanya semakin bertambah.Kenyataanya mereka menikah beru dalam hitungan bulan, ya, belum genap dua bulan keduanya mengayuh biduk rumah tangga.


Viona berusaha melepaskan belitan tangan suaminya yang memeluknya begitu erat, seakan takut kalo Viona akan hilang dari genggamannya.


"Hemm, mau kemana?" Guman Reno, semakin mengeratkan pelukannya.


"Mau ke kamar mandi Mas, sudah nggak tahan ini." Viona menyingkirkan tangan Reno.


"Hah, jam berapa Sayang?" Tanya Reno lagi, masih dengan mata terpejam rapat.


Viona meraih ponsel yang ada di nakas sebelah kirinya, lalu mengetuk layar untuk melihat jam berapa sekarang."Sudah jam sepuluh Mas." Katanya kemudian.


"Sudah siang ya, kita mandi bareng yuk." Mata Reno terbuka, lalu bangun dan menyandarkan punggung pada kepala ranjang. Sejenak mengumpulkan kesadaran yang masih kocar-kacir karena tidur yang cukup lelap.


"Nggak mau, Mas selalu modus." Viona menurunkan kedua kakinya ke lantai, dengan bibir mengerucut. Sudah begitu hapal dengan semua sifat Reno, mandi bersama selalu berujung dengan penyatuan yang memabukkan dan membuat candu.


Semalam Reno sudah sangat keterlaluan menggempurnya, dan rasa sakit pada inti tubuhnya masih terasa, jangan sampai Reno meminta haknya lagi, yang terjadi, dia tidak akan bisa jalan selama satu minggu.


Reno tergelak."Tidak Sayang, kali ini nggak bohong, aku hanya ingin memandikan kamu, tidak ada yang lain." Janji Reno, menatap istrinya penuh harap.


Viona menggeleng. Tidak lagi mempercayai ucapan suaminya.


"Please." Reno memasang wajah imut, dan membuat Viona hanya bisa berdecak, tak mampu menolak keinginan suami tercinta.

__ADS_1


"Tapi, janji hanya mandi ya?" Viona sudah berdiri di sisi ranjang.


"Iya Sayang, hanya mandi." Reno mengulum senyum.


"Awas kalo bohong."


"Nggak."


Viona akhirnya hanya bisa mengangguk, pasrah dengan kemauan suaminya."Jangan bohong Mas, yang tadi malam masih sangat sakit ini." Viona membalik tubuh, bersiap keluar dari kamar, ketika tiba-tiba tubuhnya terasa melayang, karena suaminya telah menggendongnya ala bridal style.


"Mas, kaget tau." Rengek Viona, tak urung dia mengalungkan kedua tangannya pada leher Reno.


"Katanya masih sakit?"


"Iya, tapi masih bisa jalan sendiri Mas."


"Hemm, nggak apa-apa, mumpung masih kuat gendong kamu."


"Ih, ngomong apa sih Mas, kamu masih muda, masih Kuat, jangan bicara ngelantur." Viona cemberut, dia tidak suka dengan kata-kata suaminya.


Reno tersenyum, lalu mulai melangkah keluar.


Viona membuka pintu, dan Reno kembali berjalan keluar, menuju kamar mandi yang ada di belakang dapur.


Setelahnya, keduanya mandi bersama, dengan telaten Reno menyabuni seluruh permukaan kulit istri tercinta, bahkan hingga ke bagian intim, tak luput dari jamahan tangan Reno.


🌸🌸🌸


Begitu ritual mandi selesai, Reno bergegas ke dapur, memasak sesuatu untuk makan siang mereka, dan juga sarapan yang telah terlewat tadi pagi.


Viona bisa bernapas dengan lega, karena Reno benar-benar memenuhi janjinya, hanya akan ada mandi bersama tidak lebih. Lagi pula, laki-laki itu juga merasa kasihan, jika harus terus menuntut sang istri terus menerus, takut Viona meradang, dan bisa berujung pada kesejahteraan juniornya.


keduanya duduk saling berhadapan di meja makan, dengan semangkuk mi kuah yang ada di hadapan masing-masing. Entah mengapa, Viona ingin sekali makan mi, dengan campuran sayuran dan juga telur.


"Harum sekali Mas." Senyum Viona mengembang, mengendus aroma gurih yang menguar dari Mi yang masih mengeluarkan uap itu.


"Iya, sudah lama juga nggak makan mi instan, cepat makan, ini sudah hampir tengah hari."

__ADS_1


"Iya Mas."


Reno dan Viona segera menyantap makanan masing-masing, hanya makanan sederhana, karena yang memasak adalah orang yang kita cintai, maka rasanya juga berkali-kali lipat enaknya.


"Mas."


"Hemm."


"Nanti sore jalan Yuk." Viona menatap suaminya, dengan senyuman manisnya.


"Kemana?"


"Ke mall, atau ke taman gitu, Sejak menikah, kita belum pernah jalan-jalan kan?"


"Benar juga, boleh deh. Sehabis ashar aja ya?"


"Iya, boleh nggak kalo sepulang jalan-jalan, kita menginap di rumah mama?" Manik mata Viona begitu berharap.


"Ke rumah Mama?" Reno menggaruk tengkuknya yang tidak gatal." Besok libur lagi?"


"Nggak lah Mas, besok kita berangkat kerja dari rumah Mama," Kata Viona.


"Iya deh, kita langsung ke rumah Mama, sepulang jalan-jalan, bawa baju ganti sekalian ya?"


"Iya Mas. Nanti aku siapkan."


Mereka melanjutkan makan hingga tandas dan tak ada lagi sisa di dalam mangkuk mereka.


🌸🌸🌸


Tepat pukul lima sore, mobil mewah Viona tampak keluar dari dalam halaman rumah, setelah memastikan semua pintu terkunci dengan sempurna, keduanya meninggalkan rumah dengan mengendarai mobil Viona.


Menembus kepadatan lalu lintas pada sore menjelang malam itu, waktunya pera pekerja juga dalam perjalanan pulang ke rumah mereka masing-masing. Setelah hampir seharian berkutat dengan aktivitas sehari-hari, bekerja mencari nafkah untuk keluarga tercinta.


Bahkan kadang rela lembur demi mendapatkan tambahan penghasilan, untuk bisa mencukupi kebutuhan keluarga.


Setelah hampir setengah jam bertarung dalam padatnya jalan raya, akhirnya mereka tiba di taman kota, yang sudah cukup ramai oleh pengunjung yang sekedar ingin melepas lelah di sana.

__ADS_1


Ada yang sendiri, tapi banyak juga yang bersama pasangan masing-masing.


__ADS_2