
🌸
🌸
Matahari pagi sudah muncul sedari tadi, tapi dua orang manusia di dalam sebuah kamar itu masih betah bergelung di bawah selimut.
Reno benar-benar tidak membiarkan istrinya istirahat barang sejenak, dia terus menggempur sang istri, entah sampai berapa ronde.
Maklum saja, hampir satu bulan menikah dan baru saja bisa merasakan indahnya cinta, saat sang istri sudah mau menyerahkan jiwa dan raga kepada dirinya seutuhnya.
Andai saja Viona tidak merengek karena kecapaian, mungkin Reno masih betah memacu sang istri, yang sudah dia klaim menjadi candu baginya itu.
Viona mengerjabkan kedua matanya yang masih terasa berat, dia baru bisa tidur hampir pada dini hari, dan sekarang tubuhnya terasa remuk, belum lagi bagian inti tubuhnya, terasa sedikit perih.
Viona tersenyum, menoleh pada pria tampan yang masih terlelap di sampingnya, lalu dia menyingkirkan lengan kanan Reno yang menindih perutnya pelan-pelan, tidak ingin sang suami merasa terganggu.
"Mau kemana, Sayang." guman Reno, dia malah semakin mengeratkan pelukannya, menyurukkan wajahnya ke leher jenjang sang istri.
"Mau ke kamar mandi, Mas."
"Hemm, mau apa?"
"Mau pipis, lepas Mas, masa aku buang air di kasur sih?" kesal Viona.
Reno tertawa kecil, mengecup pipi Viona dengan gemas."Jam berapa ini?"
Viona melirik jam digital pada nakas sebelahnya, dan ternyata sudah hampir tengah hari, pantas saja perutnya terasa keroncongan.
"Jam 11.00 Mas,aku mau sekalian mandi, badanku lengket semua." Viona menepis lengan sang suami.
"Mandi bareng ya?" Reno tersenyum genit.
"Nggak mau." Viona beranjak, dan menarik selimut yang tadinya menutupi tubuhnya dan Reno.
"Sayang ... " Reno memekik kaget, saat tubuhnya polos, karena selimut yang dia pake sudah di tarik oleh Viona.
Wanita cantik yang baru saja merasakan menjadi istri seutuhnya itu tertawa keras, mata nakalnya melirik alat tempur Reno yang terlihat masih tidur pulas.
"Maaf, Mas. Spontan soalnya ... " Viona bergegas keluar dari kamar, sebelum Reno menangkap dirinya, dan kembali melancarkan serangan tengah harinya.
__ADS_1
Reno hanya menggelengkan kepala, tiba-tiba muncul ide jail, ingin mengerjai sang istri di dalam kamar mandi.
Pria tampan itu akhirnya beranjak dari ranjang, menyambar handuk yang terdampar di bahu sofa, membelitkan pada tubuh bawahnya, dan segera keluar menyusul Viona yang sudah masuk lebih dulu.
🌸🌸🌸
Amira memarkir motornya di depan bengkel milik Reno. Lalu dia turun dari motor dengan menenteng sebuah rantang susun plastik, wajahnya tampak berseri-seri.
"Cari siapa, Mbak?" tanya Tono yang sedang menikmati makan siangnya di dalam bengkel.
Menatap heran pada Amira, dia tahu siapa wanita itu, yang kata Reno mantan pacarnya dulu, dan putus karena wanita itu dijodohkan oleh orang tuanya.
"Reno, ada kan?" jawab Amira ketus, melirik sinis kepada Tono.
"Mas Reno nggak datang hari ini."
"Jangan bohong." Sergah Amira tak percaya, dengan percaya diri dia melangkah masuk, dan menuju ke ruangan Reno.
Tono hanya bisa menggelengkan kepalanya, heran dia melihat wanita yang tak tahu malu seperti Amira. Jelas-jelas sudah tahu kalo Reno sudah punya istri, masih saja mendekat.
Beruntung Reno tipe laki-laki yang tidak banyak gaya, dan tipe setia.
"Nggak ada kan? dibilangin ngeyel sih." Tono berdiri, karena makan siangnya sudah selesai.
"Ke mana dia?" ketus Amira.
"Mana saya tahu?" Tono mengedikkan kedua bahunya, meninggalkan Amira yang masih terlihat kesal.
"Kamu kan tangan kanannya?" Amira seakan tak percaya.
"Sudah aku bilang, aku nggak tahu. Urusanku hanya di bengkel ini, kalo masalah pribadi mas Reno, bukan urusanku."
"Jangan bohong!" bentak Amira.
"Hey, jangan berteriak, lagi pula, tidak tahu malu banget sih, sudah tahu Reno punya istri, masih saja ngejar, ngaca dong. Jangan bersaing dengan mbak Viona, jauh benget perbedaannya." Tono bergegas pergi, setelah selesai menyindir Amira.
"Kurang ajar, dasar orang miskin!" Amira menghentakkan kaki, dan bergegas pergi, dengan amarah yang membuncah di dada.
🌸🌸🌸
__ADS_1
Viona memeluk tubuh Reno dengan manja. Saat itu suaminya sedang memasak untuk makan siang mereka, setelah acara mandi bersama yang tentu saja berujung kenikmatan yang di ciptakan oleh Reno.
Viona menempel terus sedari tadi di punggung kokoh Reno, dan pria itu tentu saja merasa senang, apalagi saat kedua benda kenyal favoritnya menempel di punggungnya, membuat otaknya mendadak traveling ke negeri antah berantah.
"Masih lama, Mas?" tanya wanita yang hanya memakai hotpans dah tank top itu dengan manja.
"Sebentar lagi Sayang, sudah lapar banget ya?" Reno menoleh, dah mencuri ciuman di pipi istrinya.
"Tentu saja, semalaman aku kamu suruh kerja keras mas, kamu pikir nggak lapar apa?" Viona cemberut. Reno mematikan kompor, karena sop daging yang dia masak sudah matang.
Kemudian membalikkan tubuh, dan merangkul pinggang ramping istrinya mesra.
"Maaf, habisnya kamu bagaikan candu Sayang, rasanya tidak ingin mengakhiri kebersamaan kita di atas ranjang." Reno tersenyum mesum, menyingkirkan anak rambut yang nakal di dahi Viona.
"Gombal." wajah Viona bersemu merah, dia merasa malu mendengar ucapan suaminya yang cukup vulgar.
"Iya Sayang."
"Ayo makan Mas, perutku benar-benar lapar," Rengek Viona, dan Reno segera menatap nasi, sop dan ayam goreng di meja makan.
Tok ... tok ... tok ...
Terdengar suara pintu di ketuk, membuat keduanya saling memandang heran, karena tak merasa mengundang seseorang.
"Siapa ya Mas?" tanya Viona heran.
"Aku nggak tahu Sayang, kamu apa aku yang buka?"
"Biar aku saja, Mas terusin aja menata makanan nya."
Viona bergegas ke depan untuk membuka pintu, dan matanya sontak melotot saat melihat tamu yang datang tak diundang itu.
"Kamu!"
*bersambung ...
🌸
🌸*
__ADS_1