
🌸
🌸
"Beneran mbak, bahkan lebih cantik dari Amira."
"Amira?" guman Viona, tiba-tiba rasa kesal menyusup dalam dadanya, kenapa juga harus mendengar nama itu lagi, wanita dari masa lalu suaminya. setelah kemarin dia sempat sedikit cemburu, catat ya, sedikit cemburu, karena melihat wanita itu ada di bengkel tempat Reno bekerja.
"Iya mbak Vio, Amira itu mantan pacar mas Reno, cantik sih orangnya, tapi jelas masih kalah jauh sama mbak Vio." begitu bersemangat Bu Ida itu berkata, huh, memang dia kan tipe tetangga yang suka rempong dengan kehidupan orang lain.
Viona hanya tersenyum, walaupun getir, tapi dia bisa apa, memang kenyataannya Amira memang pernah hadir di dalam kehidupan Reno.
"Sudahlah Bu Ida, jangan memanas-manasi mbak Vio, lagian antara Reno dan Amira juga sudah lama berakhir, sejak Amira menikah dulu." Bu Rahma mencoba mengingatkan Bu Ida agar tidak terlalu rempong mengurusi keluarga Reno.
"Lho, Bu Rahma gimana sih, sudah tentu kita wajib ngasih tahu Mbak Vio, apalagi Amira sudah kembali ke desa ini dengan status yang sudah bera," kata Bu Ida, wanita itu tidak setuju dengan ucapan Bu Rahma.
"Memang kenapa dengan Amira Bu?" tanya Viona hati-hati.
"Amira sudah bercerai dengan suaminya mbak, dan dia sudah menjadi janda." Bu Ida berbisik, seolah-olah takut kalo ucapannya bisa di dengar oleh angin.
Viona sejenak merasa kaget, mendengar kata janda, alarm dalam dirinya berbunyi tiba-tiba, sudah jelas wanita itu ingin mendekati Reno lagi, dia ingin kembali kepada suaminya.
jadi, apa yang harus dia lakukan, bukannya dia tidak mencintai Reno, mereka menikah karena perjodohan yang di atur oleh Mela mamanya, mengapa dia harus khawatir saat mendengar wanita itu sudah menjadi janda.
"Bu Ida, sudahlah jangan membuat mbak Vio khawatir, mereka baru juga menikah," kata Bu Rahma lagi, wanita itu merasa tak enak hati melihat perubahan wajah Viona yang begitu kentara.
"Nggak apa-apa Bu, lagi pula mas Reno juga sudah jadi suami saya, posisi saya jauh lebih kuat bukan?" kata Viona seraya tersenyum manis, mencoba menghilangkan rasa gundah di dalam hati.
__ADS_1
"Jangan dengar kata Bu Ida ya mbak, tentu saja mbk Vio yang lebih berhak atas mas Reno, semoga pernikahan mbak Vio dan mas Reno langgeng sampai kakek nenek ya, semoga cepat di beri momongan juga," kata Bu Rahma tulus.
"Aamiin ,makasih ya Bu." Viona tersenyum manis.
"Sama-sama mbak, kalo begitu kami permisi dulu ya, mau belanja sayur, takut kehabisan nanti." pamit Bu Rahma dan Bu Ida ikut mengangguk, sepertinya dia masih enggan untuk mengakhiri obrolan yang sudah pasti ujung-ujungnya ghibah itu.
"Silahkan Bu, makasih sudah mau mampir."
Bu Rahma dan Bu Ida bergegas meninggalkan Viona yang berdiri di teras, setelah kedua wanita itu hilang dari pandangan, Viona Menghempaskan bokongnya di kursi lagi.
Entah kenapa ucapan Bu Ida begitu mengusik hatinya, rasa gelisah tiba-tiba muncul dan mengusik pikirannya. Kalo benar Amira sudah menjanda, sudah pasti ada tujuannya mengapa dia mendekati Reno, dia pasti ingin kembali kepada Reno, huh, awas saja tidak akan pernah aku biarkan siapapun mengusik milik aku. biarpun aku tidak mencintai Reno, tapi aku juga tidak mau wanita itu merebutnya dari hidupku.
monolog Viona dalam hati
Kemudian dia bergegas masuk ke dalam rumah, dengan hati yang masih di liputi rasa kesal, kenapa Reno tidak bilang kalo Amira sudah jadi janda?
🌸
🌸
"Mas ... "
Reno mendongak kaget, lebih kaget lagi saat melihat Amira sedang berdiri di depannya dan tersenyum manis."Mir, ada apa? apa motor kamu bermasalah lagi?" tanya Reno dengan dahi berkerenyit.
"Cuma nambah angin saja, nggak tahu kenapa aku pengen nyapa kamu dulu," kata Amira canggung, wanita yang memakai dress warna maroon itu tersenyum canggung.
"Oh, tapi maaf ya Mir, aku harap jangan terlalu sering menyapa aku ya, nggak enak sama istriku, aku nggak mau dia berpikir macam-macam tentang kita " Reno kembali fokus kepada laptop yang sedari tadi menyala.
__ADS_1
Amira terdiam, ada rasa tak rela saat mendengar penolakan dari bibir pria yang sejak dulu sangat dia cintai, mereka saling mencintai, tapi taqdir dan keadaan tidak pernah berpihak, walaupun dia sudah menikah, hati dan cintanya tetap untuk Reno, karena itu begitu dia bercerai dengan suaminya, dia kembali ingin merebut hati Reno.
Hanya sayangnya, kedatangannya sedikit terlambat, karena nyatanya Reno sudah memiliki wanita lain, dia sudah menikah.
"Tapi Mas, aku kan hanya ingin menyambung tali silaturahmi saja, masa iya istri kamu akan cemburu sih?" kata Amira lagi.
"Coba di posisikan pada diri kamu Mir, gimana kalo ada wanita lain yang mendekati suami kamu, apa kamu bisa baik-baik saja?"
Amira terdiam lagi. "Aku tidak mencintai suamiku dulu Mas, jadi aku tidak peduli kalo dia mau dekat dengan wanita lain," protes Amira.
"Walaupun kamu tidak cinta, nyatanya kamu sudah menikah dengan dia, ada satu anak buah cinta kalian." Reno berkata seraya tetap fokus dengan laptopnya.
"Aku masih sangat mencintai kamu, Mas." kata Amira sedikit kesal.
"Sudah tidak berpengaruh lagi Mir, sekarang aku sudah menikah dan sangat mencintai istriku. kalo sudah nggak ada yang di perlukan lagi, tolong pergilah, aku sibuk." Usir Reno tanpa basa-basi.
Amira menghentakkan kakinya kesal, kemudian segera berlalu dari hadapan Reno.
Pria itu kemudian menyandarkan punggungnya ke belakang dengan kesal, mengusap wajahnya dengan frustasi.
Sebenarnya apa mau dia terus-menerus mendekati aku, apa dia ingin kembali sama aku, tidak akan aku biarkan dia punya kesempatan dekat dengan ku, saat ini dan untuk seterusnya, hati dan cintaku hanya untuk Viona, istriku tercinta.
*bersambung ...
🌸
🌸*
__ADS_1