Bukan Suami Impian

Bukan Suami Impian
poin penting, dalam hidupku.


__ADS_3

🌸


🌸


"Kalian harus tinggal dengan Mama dan Papa, Ya?" Kata Mela kemudian, wanita yang masih terlihat cantik di usia paruh baya itu menatap sang putri dan juga menantunya bergantian.


"Ng ... " Viona menatap suaminya, walau bagaimanapun, harus meminta izin dari Reno untuk mengambil keputusan. Bagi Viona, tinggal di mana saja tidak masalah, asal dengan suaminya.


"Gimana, Mas?" Tanya Viona.


Reno tersenyum."Senyamannya kamu saja, Sayang. Kalo ingin tinggal di sini, aku nggak keberatan." Katanya dengan lembut.


"Terus, rumah kita bagaimana?"


"Nanti biar aku cari orang tinggal di sana, biar sekalian ada yang merawatnya." Ucap Reno lagi.


"Apa nggak sayang, Mas. Nanti malah rusak rumahnya, kalo di tinggali sembarang orang."


"Biar aku cari yang masih kerabat dengan kita, jadi tidak akan sungkan untuk merawat rumah kita."


"Ok. Jadi deal ya, kalian tinggal di sini. Papa pasti senang, karena sebentar lagi punya cucu." Wajah Mela terlihat begitu sumringah. Senyuman tak pernah lepas dari bibirnya sejak mendengar berita bahagia tadi.


"Iya Ma."


"Alhamdulillah." Ucap Mela penuh syukur.


"Papa belum pulang, Ma?" Tanya Viona, setelah tersadar, tidak mendapat Hardi, sang Papa.


"Belum, mungkin sebentar lagi." Kata Mela." Apa cucu Mama sering rewel?"


"Alhamdulillah."


"Calon baby-nya nggak pernah rewel Ma, tapi calon Mommy nya yang tambah ngambekan." Reno tergelak, dan membuat Viona cemberut.


Mela terkekeh geli," Benarkah, kalo ngambek sih, bukan karena dia hamil. Memang sejak dulu seperti itu." Mela malah menambahkan.

__ADS_1


"Mama, kok malah buka aib anak sendiri, sih?"


"Nggak apa-apa, di depan suami sendiri. Lagi pula, suami kamu kan sudah terkena sindrom bucin akut, biarpun kamu tidurnya ileran, Mama Rasa tidak jadi masalah."Mela tertawa lagi.


"Ih, mana ada aku ileran?"


"Istriku tidak ileran, Ma. Tapi kalo tidur nakalnya minta ampun, habis tubuhku dia tendang-tendang Ma."Kata Reno.


Mela mengeraskan tawanya." Masa tetep aja kayak gitu, biarkan dia tidur sendirian aja Ren."


Viona beranjak berdiri dengan kesal, dua orang yang dia cintai justru berkolaborasi membuka kebiasaan jeleknya."Kalian nyebelin."


Viona menghentakkan kakinya dan segera berjalan Menaiki tangga, menuju ke kamarnya yang berada di lantai atas.


Reno dan Mela saling berpandangan, kemudian dengan kompak tertawa terbahak-bahak. Reno bergegas menyusul sang istri, sebelum perang dunia ke sembilan terjadi.


"Ma, Reno naik dulu ya, bisa berabe kalo istriku sampai ngambek." Pamit Reno, pria muda itu sudah berdiri.


"Iya sana, sebelum kamu habis di buat rempeyek sama dia."


"Sayang ... " Kata Reno, dia melihat sang istri sedang tiduran di ranjang king size miliknya. dengan posisi membelakangi pintu, hingga Reno hanya melihat punggung wanita cantik yang sudah mengganti baju, dengan gaun tidur itu.


"Aku ngantuk!" Ketus Viona, masih terus membelakangi suaminya.


Reno tersenyum, kemudian menghampiri Viona, dan duduk di bibir ranjang."Marah sama aku?" Tanya Reno, tangan nya dengan cekatan meraih kaki Viona, lalu memijit betisnya dengan lembut.


Viona memejamkan mata, menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh suaminya. Kemudian dia berbaring terlentang, tapi tetap memejamkan kedua matanya."Aku nggak marah."


"Kenapa masuk kamar sendiri?" Tanya Reno, sambil terus memijit kaki sang istri.


"Kalian kan sedang asyik ngobrol."


"Kan tadi aku bisa menggendong kamu." Goda Reno lagi.


"Dasar mesum."

__ADS_1


"Nggak apa-apa, halal kok "


"Mas, kamu beneran nggak apa-apa, kalo kita tinggal di sini?" Viona membuka kedua matanya. Kemudian memandang lekat-lekat, wajah tampan nan tegas milik suaminya.


"Nggak masalah."


"Kalo kamu ngerasa nggak nya ..."


"Sstt, di mana saja aku nggak masalah, Sayang. Asalkan selalu bersama istri cantik ku ini." Reno menghentikan pijitannya, lalu merangkak mendekati Viona, dan merebahkan tubuh besarnya di samping sang istri.


Meraih kepala Viona untuk dia letakkan di lengan kekarnya, hingga dia bisa memeluk tubuh sang istri.


"Kamu kok jadi pinter menggombal sih Mas." Protes Viona, dia memiringkan tubuhnya, dan melingkarkan lengan kirinya pada perut Reno.


"Nggak apa-apa, sama istri sendiri, yang di larang itu, menggombal pada istri orang." Reno tergelak.


"Awas aja, kalo berani menggombal sama wanita lain, aku potong nanti " Viona mencubit pinggang Reno dengan gemas.


"Aww, sakit Sayang." Reno meringis, saat merasakan sensasi panas, saat Viona mencubit pinggangnya.


"Biarin, sudah mau jadi Papa, nggak boleh sembarang bersikap."


"Siap, Nyonya."


"Mas."


"Apa, Sayang?"


"Mau punya anak cowok, apa cewek?"


"Apa saja, yang terpenting, bisa terlahir sehat, sempurna, begitu juga dengan dirimu sayang, yang penting kalian sehat terus, itu poin penting dalam hidupku "


**Bersambung ...


🌸

__ADS_1


🌸**


__ADS_2