
Waktu terus berlalu tanpa terasa, usia kehamilan Viona sudah mendekati masa persalinan. Sejak dia hamil muda, Mela sang Mama sudah menyuruhnya untuk tinggal di rumah besar miliknya.
Viona dan Reno tak bisa membantah, mereka menuruti keinginan sang Mama. Reno juga menyuruh sang istri untuk mengambil cuti sementara. Butik di serahkan kepada Rani untuk mengelolanya. Viona hanya kadang-kadang datang ke butik.
Sebenarnya Viona enggan untuk mengambil cuti, tapi karena Reno terus meyakinkan dirinya, akhirnya dia menerima. Apalagi Reno juga sudah mengaku, jika bengkel tempat dia bekerja, adalah miliknya.
Saat ini malam hari, tiba-tiba Viona terbangun dari tidurnya. Wanita itu baru bisa memejamkan mata beberapa jam yang lalu. Setelah melalui malam panas bersama sang suami, Viona baru bisa memejamkan mata.
Usia kehamilan yang sudah mendekati hari melahirkan, gairah bercintanya semakin menggebu. Terkadang Reno sampai kuwalahan menurutnya.
Viona mendesis, tiba-tiba perutnya merasa melilit. Dia bangun dari tidurnya. Kemudian menurunkan kedua kakinya pelan-pelan ke lantai. Sambil sesekali menggigit bibir, untuk mengurangi rasa sakit pada perutnya.
“Aww ... “ Viona mencengkeram sprei, saat rasa sakit tiba-tiba melanda.
“Mas ... “ Panggilnya lirih.
Reno bergeming. Laki-laki itu tetap lelap dalam tidurnya. Mungkin dia benar-benar kecapekan. Seharian bekerja di bengkel, dan saat malam hari, masih harus menyiram padi di sawah nya.
Viona meraih baju tidur miliknya yang masih berserakan di lantai. Kemudian memakainya dengan cepat. Kembali dia mendesis, saat rasa sakit kembali datang mendera.
Karena Reno tidak merespon panggilannya, Viona memutuskan untuk berjalan di kamar, untuk meredam rasa sakit yang sudah mulai sering datang.
Satu jam berlalu, dan rasa sakit semakin tidak bisa ditahan oleh Viona. Wanita itu kemudian berjongkok, seraya mencengkam mencengkeram bibir meja rias miliknya.
“Mas ... “ Teriak Viona.
__ADS_1
Reno terperanjat, kemudian pria muda itu segera bangun dari tidurnya. “Ada apa Sayang?” tanya Reno bingung. Apalagi dia seperti di paksa untuk membuka mata.
“Mas, perutku sakit.” Rengek Viona. Meringis menahan sakit, sambil terus mencengkeram tepi meja.
“Sakit?” Reno melongo, memang istrinya hamil tua, tapi kata dokter masih ada waktu satu minggu lagi, untuk proses melahirkan.
Reno Seketika meloncat turun, kemudian berjalan tergesa mendekati sang istri.
“Apa yang sakit, Sayang.” Reno memegang bahu sang istri. Rasa panik dan takut begitu mendera.
“Perutku, sakit Mas.” Viona memeluk tubuh suaminya dengan manja. Reno balas memeluknya dengan erat dan hangat.
“Kita ke rumah sakit ya? Mungkin Adeknya sudah ingin keluar.” Kata Reno lagi.
"I-iya ... kita ke rumah sakit ya?" Reno memapah tubuh sang istri dengan hati berdebar. Sudah tidak peduli dengan penampilan yang hanya memakai kaos polos tipis, dan celana boxer saja.
"Mas ... tas nya jangan lupa di bawa." Kata Viona saat mereka sudah berada di ambang pintu.
"Ah, Iya." Reno menepuk keningnya karena sudah melupakan hal yang sangat penting. Bergegas dia masuk ke dalam kamar lagi, meninggalkan sang istri sendiri di depan pintu.
Setelah selesai mengambil sebuah tas yang cukup besar, Reno kembali dan memapah Viona lagi. Keduanya menuruni tangga dengan pelan-pelan.
Sesekali Viona mencengkeram lengan sang suami saat rasa sakit datang melanda, tanpa bisa di cegah."Aww....sshhh..." Viona menggigit bibir bawah untuk mengurangi rasa sakit yang datang.
"Kita bangunkan Mama tidak?" Tanya Reno.
__ADS_1
"Bangunkan saja, Mas. Kita berdua tidak ada yang berpengalaman." Kata Viona, dia berdiri di samping tangga.
Reno segera melesat ke kamar mertuanya. Dengan ragu dia mengetuk pintu kamar Mela dan Hardi.
Tok ... tok ... tok..
"Ma ..."
"Ya ..." Terdengar teriakan dari dalam. Beruntung sekali Reno tidak perlu berulang kali mengetuk pintu.
"Ada apa Nak Reno?" Tanya Mela, dengan wajah heran, kenapa sang menantu malam-malam mengetuk pintu kamarnya.
"Ma ... istriku perutnya sakit sejak tadi, sepertinya dia mau melahirkan." Reno terbata-bata.
"Apa!"
*Bersambung ...
minal aidzin walfaidzin ya, para readersku.
mohon maaf lahir dan batin..🙏🙏😍*
🌸
🌸
__ADS_1