Bukan Suami Impian

Bukan Suami Impian
Maafkan aku, Mas.


__ADS_3

🌸


🌸


Reno meremas rambutnya dengan frustasi, hari sudah hampir malam dan Viona belum juga kembali. Membuat Reno bingung, takut dan juga cemas. Berkali-kali dia menghubungi nomer sang istri, tapi tetap saja tidak aktif.


Kamu di mana Sayang, jangan buat aku khawatir seperti ini, Maafkan aku, aku janji tidak akan aku biarkan wanita itu mendekat lagi. Tanpa terasa air mata pria muda itu mengalir turun, membasahi pipinya.


Menyandarkan punggung kokohnya pada sandaran kursi, dengan kepala mendongak, dan mata elangnya menatap langit-langit ruang tamunya.


Reno tersentak saat mendengar suara mobil yang begitu dia kenal, dengan cepat melesat ke depan, dan wajahnya berseri ketika melihat Viona yang baru saja turun dari mobil.


Kedua mata elangnya berembun, dadanya membuncah, karena begitu merindukan istrinya.


Viona berjalan perlahan, mendekati suaminya, begitu juga dengan hatinya, yang entah mengapa begitu merindukan suaminya. Setelah Mela menasehati dirinya, membuatnya sadar.


Mereka berdiri saling berhadapan, hanya berjarak satu meter. saling menatap dengan penuh kerinduan, dan tak tahan lagi, Viona segera menghambur ke dalam pelukan suaminya, memeluk tubuh tegap yang begitu dia rindukan, biarpun hanya beberapa jam saja berpisah.


"Maafkan aku, Mas." bisik Viona, diantara isak tangisnya. Membenamkan wajahnya di dada Reno yang begitu hangat dan nyaman. Reno balas memeluk tubuh ramping istrinya, mengecup pucuk kepalanya dengan lembut dan lega.


"Tidak, aku yang salah. Bukan kamu, maafkan aku Sayang." Reno mengeratkan pelukannya, keduanya larut dalam keharuan dan kebahagiaan, tak peduli bila keduanya masih ada di teras rumah.


Tak lagi peduli, bila akan ada yang memergoki keintiman keduanya. Viona masih saja terisak, bahkan kaos yang di pakai Reno sudah basah oleh air mata istrinya.


Reno mengurai pelukannya, memandang wajah istrinya yang begitu cantik dan memesona, walaupun dengan mata sembab, karena terlalu banyak menangis.


"Aku mencintaimu, hanya mencintaimu Sayang. Kamu harus percaya itu, tidak akan ada tempat lagi untuk wanita lain." kata Reno.


"Amira."


"Hanya masa lalu, dan tetap akan jadi masa lalu, aku sudah melupakannya. Yang ada di dalam hatiku hanya Viona ... Viona seorang." Reno mengecup dahi sang istri, lembut dan lama.


Viona memejamkan mata, menikmati dan merasakan cinta yang begitu besar dari suaminya. Berusaha meyakini bahwa apa yang diucapkan suaminya semuanya benar adanya.


Reno membimbing istrinya untuk masuk ke dalam, selain hari juga sudan mulai menggelap, juga tidak ingin jadi bahan tontonan para tetangga yang mungkin lewat depan rumah mereka.

__ADS_1


"Jangan pernah pergi lagi ya, kamu nggak tahu gimana takutnya aku." Reno menatap sang istri dengan penuh cinta.


Keduanya duduk di sofa ruang tamu, Viona menyandarkan kepalanya di bahu Reno, memeluk lengan Reno posesif.


"Jangan pernah dekat lagi dengan dia." guman Viona.


"Iya, aku janji. Tidak akan aku biarkan dia mendekati aku lagi." Ucap Reno mantap. Lagi pula dia juga sudah tidak punya perasaan lagi dengan Amira.


"Juga wanita lain, aku tidak mau kamu terlalu dekat dengan wanita manapun." Rengek Viona manja.


"Iya, hanya ada Viona dalam hatiku, tak ada yang lain." Reno mengecup kening istrinya.


"Kamu hanya milikku."


Hati Reno menghangat mendengar kata-kata yang keluar dari mulut istrinya itu, itu pertanda Viona sudah benar-benar mulai mencintai dirinya.


"Hemm, manisnya istriku." Peluk Reno gemas.Mengusak rambut panjang yang tergerai sedikit berantakan itu.


"Kalau manis, jangan melihat wanita lain."


"Belum Mas, tapi perutku lapar." Viona mengelus perutnya yang masih rata, seoalah ada bayi yang ada di dalamnya.


Reno tergelak, lalu mengajak Viona berdiri.


"Mandi dulu gih, kamu sudah selesai haid apa belum?" tanya Reno canggung.


"Hemm, masih ada flek sih tadi." Lirih Viona.


"Ya sudah, mandi gih, setelah itu kita makan di luar, gimana?"


"Aku boleh makan apa saja?". Tanya Viona dengan wajah berbinar. Keduanya masuk ke dalam kamar.


"Tentu saja."


"Yang mahal?"

__ADS_1


"Terserah tuan putri."


"Kamu, punya uang?" Ragu-ragu Viona bertanya, tak ingin menyakiti perasaan suaminya.


"Ada Sayang, jangan takut. Suamimu ini punya uang, kalo hanya membelikan kamu makan malam di restoran mewah, aku masih mampu." Reno tergelak, gemas sekali dia melihat tingkah istrinya, wajar saja dia bertanya seperti itu, karena yang dia tahu, suaminya hanya seorang montir bengkel.


"Ok, mandi dulu." Viona membuka lemari dan mencari baju ganti, karena dia masih memakai baju yang tadi pagi, sudah seharian melekat di tubuhnya, mungkin masih wangi, tapi Viona merasa tidak nyaman.


Reno memandang tubuh sang istri yang menghilang dari kamar, lalu merebahkan tubuhnya ke ranjang.


***


Viona tersenyum lega, saat mendapati celan* a dal*am yang dia pakai sudah bersih, tak ada noda sedikitpun. Itu berarti masa haidnya sudah selesai. Sesuai anjuran sang Mama, dia harus menyerahkan diri sepenuhnya kepada Reno.


Selama ini dia sudah begitu lama memendam hasrat ingin menyentuh dirinya. Dia sudah berlaku kejam dan tidak adil, memperlakukan Suaminya, yang nyata-nyata begitu mencintai nya dengan tulus.


Alex yang dia gadang-gadang dengan cintanya, nyata-nyata begitu brengsek. Hanya karena dia tidak mau di sentuh terlalu jauh, dengan tega malah mengkhianati dirinya.


Viona bersyukur, semua itu terjadi di saat mereka masih berpacaran, seandainya mereka menikah, mungkin yang ada di dalam benak Alex hanya masalah Sek*s saja.


Viona menyudahi mandi dan keramasnya, sesudah memakai piyama tidurnya yang berbahan satin, dengan bahu model tali spageti, dia segera keluar, tak ingin Reno terlalu lama menunggu.


Berganti Reno yang mandi, dan hanya butuh waktu sepuluh menit saja, dia sudah menyelesaikan mandinya. Reno Menatap heran pada sang istri yang sudah siap memakai mukena.


"Lho, katanya belum selesai?"


"Ternyata sudah, Mas. Makanya aku keramas tadi, biar bisa ikut Sholat."


"Ok, kita Sholat dulu ya?"


Keduanya menunaikan Sholat Maghrib dengan khusuk, dan tentu saja Reno yang menjadi Imam-nya. Selesai sholat, tak lupa memanjatkan doa kepada yang Maha Kuasa, agar senantiasa di beri kesehatan, umur yang panjang, rejeki yang berkah, Pernikahan yang langgeng hingga mereka menua nantinya.


*Bersambung ...


🌸

__ADS_1


🌸*


__ADS_2