Bukan Suami Impian

Bukan Suami Impian
Gara-gara Alex


__ADS_3

🌸


🌸


Hari demi hari terus berlalu, rumah tangga Reno dan Viona semakin romantis dan juga bahagia. Apalagi setelah Reno berhasil meng unboxing sang istri, dia semakin mencintai Viona. Tiada hari tanpa menyentuh wanita cantik itu.


Tubuh Viona bagaikan candu, yang membuatnya selalu ketagihan, ingin selalu menyentuhnya. Begitu juga Viona, dia juga semakin mencintai Reno, yang sudah sangat baik dan sabar menghadapi semua sifat-sifat jeleknya.


Viona sedang sibuk mengecek keuangan butik di pagi menjelang siang itu. Saat itu sudah pukul 10.00. Suasana butik Viona bisa di bilang cukup ramai, karena memang kwalitas baju yang di jual di butik miliknya tidak bisa di ragukan lagi.


"Mbak ... " Rani menyembulkan kepalanya ke dalam, tapi gadis muda itu tidak masuk.


"Ada apa, Ran?" Viona memalingkan pandangannya sejenak ke arah pintu.


"Ada yang nyari."


"Siapa?" dahi Viona berkerenyit, karena dia tak merasa ada janji dengan seseorang.


"Laki-laki yang dulu pernah ke sini, Mbak."


"Laki-laki?"


"Namanya Alex, mbak."


"Suruh pergi saja, Ran. Aku nggak mau ketemu." Ketus Viona, dalam hati menggerutu, ada apa lagi dia ke sini, apa kurang jelas status yang aku katakan dulu.


"Sudah Mbak, tapi dia tetap pengen ketemu Mbak." Rani berkata.

__ADS_1


Viona mengehempaskan punggung ke belakang, kesal sekali dia rasanya.


Apa sih maunya, dulu masih pacaran, dia malah selingkuh, sekarang aku sudah nikah, dia malah ngejar terus. Monolog Viona dalam hati.


"Suruh dia masuk." Kata Viona akhirnya. Mau tak mau dia harus memberikan peringatan kepada Alex, agar menjauhinya. Viona tidak mau rumah tangga yang baru saja dia bina dengan Reno hancur, cuma gara-gara salah paham.


"Hallo Sayang." Alex masuk dengan percaya diri, dan menyapa dengan manis.


"Ada apa lagi?" tanya Viona tanpa basa-basi. Matanya bahkan tidak melirik Alex sama sekali, dia fokus dengan layar laptop yang ada di meja kerjanya.


"Aku merindukanmu ... " Alex menatap pilu pada wanita yang bahkan sudah tidak ingin menatap wajahnya sama sekali. Padahal dulu Viona sangat mencintai dirinya, dan dia yang sudah berbuat bodoh, tergoda bujuk rayu sahabat Viona sendiri.


Viona menggebrak meja, dan sontak membuat Alex kaget.


"Jangan bicara omong kosong, Alex." Viona menatap tajam pada Alex, seakan-akan ingin mencabik-cabik seluruh tubuh pria itu.


"Vio ... " Lirih Alex, menggigit bibir bawah, untuk menetralisir hatinya yang tiba-tiba berdenyut.


"Maafkan aku,Vio. Aku bodoh sudah menyia-nyiakan wanita baik seperti kamu, aku ... " Alex menunduk, rasanya tak rela membayangkan Viona sudah menjadi milik laki-laki lain.


"Aku sudah sejak lama memaafkan kamu, dan mulai sekarang benahi dirimu, jangan hanya memikirkan napsu saja, cari wanita yang benar-benar mencintai kamu dengan tulus." Viona menatap Alex yang terlihat begitu sedih dan menyesal.


"Apa masih ada, wanita yang begitu baik dan sempurna seperti kamu." Bisik Alex.


"Aku bukan wanita sempurna, Lex. Terbukti kamu masih bisa tergoda pesona wanita lain." Sindir Viona, dan rasa kesal berkelebat di dalam benaknya, saat mengingat pengkhianatnya dulu, dan yang membuatnya sesak, Alex berselingkuh dengan sahabat baik Viona sendiri.


Alex menunduk, tak mampu lagi beradu pandang dengan Viona, rasa bersalah begitu menghujam hatinya."Maaf."

__ADS_1


"Mulai sekarang, jangan temui aku lagi, karena antara kita sudah lama berakhir."


"Iya, aku janji tidak akan menggangu kamu lagi, tapi maukan kamu melakukan satu hal saja sebelum aku benar-benar pergi dari hidupmu?" Alex memandang Viona penuh harap, sebenarnya dia tak yakin, Viona mau menuruti keinginannya. Satu tahun menjalin hubungan dengan Viona, dia sudah hapal dan tahu sifat Viona seperti apa, dia tidak akan membiarkan dirinya di sentuh sembarangan.


"Kalo aku bisa, tentu akan aku lakukan Lex."


"Maukah kamu memelukku, untuk yang terakhir kali." kata Alex lirih, dan lebih mirip berguman.


Viona tersentak, dia menatap Alex tak percaya, bahkan dulu ketika masih bersama, Alex hanya dia ijinkan pegang tangan atau sekedar cium pipi, selain itu, Viona tidak mengizinkannya.


"Sebentar saja, Vio. Please." Mata elang Alex menatap penuh harap.


Viona menghela napas yang terasa berat, lalu memijit pelipisnya yang tiba-tiba berdenyut.


"Vio."


"Baiklah, ini untuk yang terakhir kali ya, pelukan sahabat."


Viona beranjak, dan mendekati Alex yang juga sudah berdiri, keduanya mematung beberapa detik, sebelum akhirnya Alex memeluk tubuh ramping Viona, memeluknya dengan erat, dan terisak.


Viona membeku, kedua tangan yang semula ingin balas memeluk tubuh kokoh Alex, kini terjuntai di samping tubuhnya. Matanya membelalak saat melihat sosok pria yang berdiri mematung di depan pintu.


Pria itu tengah menatap mereka dengan penuh luka, ada kilatan amarah dan juga cemburu yang terpancar dari mata elangnya. Viona bisa melihat, kedua tangannya tampak mengepal.


"Mas ... "


*bersambung ...

__ADS_1


🌸


🌸*


__ADS_2