
🌸
🌸
"Mas, nanti malam kita menginap di rumah Mama, Ya?" Kata Viona di pagi hari itu. Setelah mereka kembali berbaikan, dan saling memberi kehangatan, hubungan keduanya kembali menghangat.
Reno sedang membalik telor ceplok di atas teflon, saat tiba-tiba sang istri sudah membelitkan kedua tangannya di perutnya. Pria tampan itu tersenyum manis.
"Hey, sudah bangun?" Tangan kiri Reno mengelus lengan sang istri.
"Hemm, perutku lapar," Rengek Viona dengan manja. Menempelkan pipinya pada punggung sang Suami.
"Anak Papa sudah lapar, bentar ya Sayang, lima menit lagi." Kata Reno. Gegas menyelesaikan masakannya, karena sang istri sudah sangat kelaparan.
"Mas belum jawab." Viona kembali merengek, semakin mengeratkan pelukannya.
"Hah, apa Sayang?" Tanya Reno polos.
"Mas ih, nggak pernah perhatian kalo di ajak ngobrol."
"Iya Sayang, nanti malam kita menginap di rumah Mama ya, toh, besok kita libur kan?" Reno mematikan kompor, lalu meniriskan telor ceploknya.
"Mas, mana nasi gorengku." Viona melepaskan pelukannya, lalu duduk di kursi pada meja makan itu. Menyapukan pandangannya ke atas meja,
"Hari ini nasi goreng libur dulu ya ,Sayang. Sarapan yang bergizi mulai saat ini, demi baby kita ya?" Ucap Reno dengan lembut, tak mau berkata kasar kepada istrinya, karena mereka saja baru berbaikan.
"Hemm, padahal aku pengen sarapan nasi goreng setiap pagi." Bahu Viona melemas, pupus sudah harapan untuk bisa sarapan nasi goreng favorit, yang di masak dengan penuh cinta oleh suaminya.
"Besok aku buatin nasi goreng lagi." Janji Reni, tak ingin melihat wajah cantik istrinya kecewa.
__ADS_1
"Janji ya Mas "
"Iya, Sayang."
Keduanya memulai kegiatan sarapan mereka, Reno dengan sabar dan telaten melayani Viona. Kemanjaan sang istri jadi berkali lipat, sejak hamil. Tentu saja Reno senang, karena Viona tak canggung lagi untuk menggelayut kepadanya.
Setelah selesai, keduanya berangkat ke tempat kerja masing-masing, Viona ke butik dan Reno ke bengkel miliknya. Mereka juga sudah membawa baju ganti sekalian, untuk bisa langsung ke rumah Orang Tua Viona, begitu pulang kerja.
🌸🌸🌸
Viona dan Reno tiba di kediaman orang tua Viona pada jam empat sore. Setelah tahu sang istri hamil, Reno memang menyuruh sang istri untuk mengurangi jam kerjanya. Begitu juga dengan dirinya. Apalagi ini adalah pengalaman pertama dia mempunyai istri hamil.
Reno berusaha untuk melakukan yang terbaik buat sang istri dan calon anak mereka.
"Assalamualaikum, Ma." Viona segera memeluk tubuh sang Mama, begitu dia mendapatkan Mela yang sedang sibuk di dapur.
"Waalaikumsalam, kok nggak ngasih kabar kalo mau ke sini." Kata Mela riang, memeluk tubuh sang putri dengan penuh kerinduan. Sudut matanya kini berair. Kalau saja boleh meminta, dia sangat ingin sang putri dan menantunya tinggal di rumah mereka yang cukup besar.
"Kok nangis?"
"Mama kangen, sama Reno kan?"
"Iya lah Ma, memang sama siapa lagi." Mela mematikan kompor, dan menggiring Viona keluar dari dapur, area favoritnya di rumah ini. Mela bisa berjam-jam di dalam dapur, bila sedang memasak.
"Assalamualaikum, Ma." Reno yang sedang duduk santai di ruang keluarga berdiri, lalu mencium punggung tangan sang mertua, dengan takzim.
"Waalaikumsalam, gimana kabarnya nak Reno?" Tanya Mela ramah, dia ikut duduk di sofa, yang ada di seberang sang menantu, dan Viona tentu saja memilih duduk di sebelah Mela, sambil menggelayutinya dengan manja.
"Vio, masa udah nikah masih manja sama Mama sih?" Kata Mela, wanita itu merasa tak enak, karena Viona terus menempel kepadanya.
__ADS_1
"Biar saja, aku kangen sama Mama." Viona merebahkan kepalanya di bahu Mela.
"Dasar manja." Mela mengetuk pelan dahi Viona, membuat sang empunya cemberut.
"Mama, aku udah besar, sebentar lagi akan jadi Mama, masa masih di ketok aja keningnya." Ucap Viona tanpa sadar.
"Hah, sebentar-sebentar, coba ulangi lagi, apa tadi yang kamu ucapkan." Mela sontak memiringkan tubuhnya, hingga bisa menatap sang putri dengan leluasa.
"Kata-kata yang mana, Ma?" Tanya Viona menggoda, dia tahu sang Mama pasti sudah mendengar dengan jelas tadi ucapan yang dia lontarkan.
"Vio."
"Apa, Ma?"
"Sayang ... " Reno mengguman, tak sampai hati melihat mertuanya yang malah di jadikan obyek keusilan sang istri.
Viona meringis, lalu meraih tangan Mela, dan menuntun nya untuk memegang perutnya yang masih datar."Mama sebentar lagi akan jadi nenek gaul." Bisik Viona.
Mela seperti mendapat door prize hadiah utama, wajahnya berseri-seri dan penuh kebahagiaan. Sedetik kemudian memeluk tubuh Viona erat-erat.
"Makasih ya nak, ini adalah hadiah yang paling istimewa, jaga kandungan baik-baik ya, belajar menjadi ibu dan istri yang baik." Kata Mela, sambil mengelus punggung putrinya.
"Gimana dengan permintaan Mama dulu?" Tanya Mela, setelah pelukan mereka terlepas.
"Permintaan yang mana, Ma?" Viona mengernyitkan dahi heran.
"Kalian harus tinggal disini, kalo kamu hamil."
*bersambung ...
__ADS_1
🌸
🌸*