
Setelah istirahat, dan bel berbunyi pertanda waktu istirahat telah usai, akhirnya mereka pun masuk ke kelas untuk mengikuti pelajaran berikutnya.
Setelah melewati beberapa pelajaran, akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu bagi para murid pun datang yaitu bel pulang sekolah berbunyi tertanda jam pelajaran sudah berakhir.
Pukul 01.00 siang lara murid pun berhamburan keluar kelas, ada yang langsung pulang, ada yang nongkrong dulu di kantin, ada pula yang sedang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler di sekolahnya.
Rion,Radit,Andri,Santi dan Amel pun berjalan pulang sekolah bareng terlihat mereka sedang asik mengobrol masalah tugas kelompok yang harus mereka kerjakan satu kelompok.
Kebetulan sekali Rion, Radit dan Andri satu kelompok ditambah dengan 2 orang cewek yaitu Santi dan Amel.
"Eh, besok kan hari libur gimana kalau kita kerjakan besok saja!" Tanya Radit kepada teman-temannya mengusulkan.
"Boleh deh jadi kita bisa mengerjakannya dari pagi". Balas Andri
"Nah kita mau mengerjakannya di rumah siapa nih!" Tanya Santi.
"Gimana kalau di rumah aku aja".kata Amel mengusulkan.
"Boleh deh sekalian kita juga pingin tahu rumah Amel". Balas Radit semangat.
"Alah bilang aja lo mau modus lihat cewek bening dikit aja gombal". Kata Santi
"Eh lo ngomong apa, sorry ya gue bukan cowok kayak gitu lagian emang bener pingin tahu saja rumah Amel dimana, kan gak ada salahnya temen-temennya pingin tahu". Kata Radit.
"Sudah-sudah kalian berdua jangan ribut". Kata Amel menengahi.
"Aduh Amel memang baik deh, anggun, cantik gak kayak yang di sebelah ni barbar". Kata Radit menjurus ke Santi yang ada di sebelahnya.
"Lo menghina gue ya". Tanya Santi emosi.
"Kalau iya kenapa, masalah buat lo". Balas Radit.
Saking kesalnya akhirnya Santi pun memukul kepala Radit pakai kipas yang kebetulan sedang dipegangnya.
*Plak...* (bayangin suara dipukul)..
__ADS_1
"Aduh sakit". Kata Radit sambil merintih kesakitan.
"Makanya jangan macam-macam ya lo ke gue, segitu aja sakit gue mukul gak kenceng-kenceng amat". Kata Santi kesal.
"Sudah-sudah gimana kalau kita diskusinya sambil duduk di kafe kecil dekat sekolah yu, sambil makan dan minum lah ya". Saran Andri.
"Boleh deh". Balas Rion.
Akhirnya mereka pun duduk di kafe tersebut dan segera memesan makanan maupun minuman mereka.
Mereka pun asik bincang-bincang masalah tugas kelompok mereka sambil menikmati makanan maupun minuman mereka.
Tidak dekat dengan tempat mereka di seberang jalan ada seorang anak kecil berseragam sekolah dasar yang ingin menyeberang jalan tetapi banyak kendaraan yang berlalu lalang dengan cepat.
Saat hendak anak kecil itu akan menyeberang tiba-tiba ada sebuah sepeda motor melaju kencang ke arah anak kecil tersebut anak kecil tersebut yang melihatnya pun kaget dan ketakutan, Rion yang melihatnya dari kejauhan pun segera bertindak, Rion akhirnya diam-diam berlari keluar tanpa sepengetahuan teman-temannya, setelah keluar dia mencari cara diam-diam dia mengeluarkan listrik tersebut dari tangannya dan mengarahkannya ke arah papan reklame yang kebetulan ada di seberang jalan lalu menembakinya ke papan reklame tersebut dan menjatuhkannya guna menghalangi anak itu tertabrak, untungnya jalan yang di seberang itu hanya satu jalur saja, jadi kendaraan yang melewatinya hanya satu arah saja.
Pengendara yang kaget ada papan reklame jatuh pun langsung menghentikan kendaraannya, anak kecil yang hampir tertabrak pun kaget begitu pula masyarakat yang kebetulan berlalu lalang dan melihat kejadian itu.
Dan akhirnya usaha Rion pun berhasil menghalangi pengendara motor itu agar tidak menabrak anak kecil itu. Akhirnya para masyarakat yang berlalu lalang itu pun langsung menghampiri anak kecil tersebut bahkan ada yang akan mengantar anak kecil tersebut pulang kerumahnya.
Rion pun bernafas lega.
Dan dia pun segera pergi ke kafe sebelum teman-temannya sadar dia tidak ada.
Radit yang aneh dengan bangku di sampingnya pun menengok ke bangku samping dan sadar Rion tidak ada tapi minumannya masih ada.
"Loh Rion kemana!" Tanya Radit kepada teman-temannya.
"Bukannya tadi denganmu ya". Balas Andri.
Tidak berapa lama Rion pun datang.
"Hai". Kata Rion.
"Lo kemana aja pergi gak bilang-bilang!"Tanya Radit.
__ADS_1
"Oh sorry aku tadi ke kamar mandi kebelet kencing hehehe ". Kata Rion sambil tertawa kecil.
Akhirnya Rion pun kembali duduk bersama teman-temannya. Amel yang melihat ke arah luar jendela kafe, melihat orang-orang berkerumun ramai.
"Eh itu ada apa ya?". Tanya Amel.
"Eh iya rame". Balas Santi
"Mungkin ada kecelakaan atau apa gitu". Jawab Andri sambil meminum minumannya.
"Sepertinya masalahnya sudah selesai tuh kerumunannya sudah bubar". Kata Radit.
Rion pun yang mendengarkannya hanya tersenyum diam.
Akhirnya diskusi pun di lanjutkan dan akhirnya mereka pun membayar pesanan mereka dan akan berlalu pulang kerumahnya.
Mereka pun keluar dari kafe.
"Eh besok kita cari bahan-bahannya dulu kan untuk tugas nah kita besok kumpul jam berapa nih?".Tanya Andri kepada teman-temannya.
"Gimana kalau pukul 9 di halte bus dekat sekolah supaya bareng-bareng". Kata Amel memberikan saran.
"Oke deh Mel, gue setuju sama lo". Balas Santi.
Akhirnya mereka semua pun setuju dengan ide Amel untuk kumpul di halte bus dekat sekolah pukul 09.00 pagi.
Dan mereka pun akhirnya berpamitan untuk pulang ke rumah masing-masing.
Santi dan Amel pulang menaiki taksi online.
Radit numpang memakai ke motor Andri karena arah rumahnya sama.
Andri selalu bawa motor ke sekolah.
Rion seperti biasa menunggu bus di halte sekolah.
__ADS_1
Akhirnya bus pun datang dan Rion pun menaiki bus tersebut untuk pulang ke rumahnya.
*Terimakasih bagi yang mau membaca novel saya ini, maaf bila ada kata-kata yang salah๐ jangan lupa vote ya๐*