
Sesudah mereka istirahat dan meregangkan kaki mereka karena berkat lari pagi tadi, akhirnya bel istirahat sesungguhnya pun berbunyi dan akhirnya mereka bisa melanjutkan istirahat mereka.
Sedikit info pelajaran olahraga yang mereka jalani tadi pagi waktunya sampai jam istirahat mereka untuk khusus hari ini karena Pak Bagus meminta ijin pada guru pelajaran berikutnya agar murid-muridnya setelah lari pagi dapat langsung beristirahat penuh.
Akhirnya murid-murid di kelas Rion ada yang langsung istirahat ke kantin, ada yang masuk ke kelas dengan alasan mau tidur karena capek dan ngantuk, ada pula yang masih betah di lapangan.
"Hai bro mau ke kantin makan gak!". Ajak Radit kepada teman-temannya.
"Hayu bro setuju deh lapar nih". Kata Acep.
"Boleh saja". Kata Rion yang setuju dengan Acep.
"Kita ikut dong". Kata Santi
"Boleh tapi gapapa nih cuman kalian berdua ceweknya !". Tanya Radit.
"Gak masalah emang gak boleh cewek gabung sama cowok". Jawab Santi.
"Ya, boleh gue kan cuman nanya aja lo ko sewot sih". Ucap Radit.
"Terserah gue lah mulut-mulut punya gue". Kata Santi emosi.
"Sudah-sudah lebih baik ayo kita ke kantin". Ucap Andri menengahi sebelum ada keributan dan makin runyam.
Akhirnya mereka berenam pun pergi ke kantin sekolah. Di kantin tersedia berbagai makanan, jajanan hingga minuman anak-anak muda.
Mereka berenam pun akhirnya memesan makanan dan minuman mereka. Sambil pesanan mereka, mereka pun mengobrol kejadian tadi pagi.
"Eh iya bro kejadian pagi tadi ngeri bro". Kata Acep heboh.
"Iya tukang bangunannya gak lihat apa ada besi melayang, hampir aja tadi gak jadi jatuh ke kepala Santi, wah kalau jatuh auto lo benjol dan berdarah". Kata Radit sambil menunjuk Santi.
__ADS_1
"Iya gue juga bersyukur untung tuh besi gak nyampe kepala gue". Balas Santi.
"Eh tapi ngomong-ngomong kalian berdua sweet sekali tadi". Kata Selly yang membahas Radit memeluk Santi untuk menyelamatkannya.
"Sweet apanya biasa aja deh, aku cuman niat mau nolongin aja". Kata Radit malu.
"Iya nih Selly ada-ada aja emang sinetron apa?". Kata Santi menimpali sambil tersipu malu mengingat kejadian tadi pagi.
"Alah lo berdua jangan menyangkal dah". Kata Acep.
"Menyangkal apanya sih?" Kata Radit dan Santi barengan.
"Nah, nah barengan cieee". Ucap Acep menjahili mereka berdua.
Ucapan Acep membuat mereka berdua langsung merah pipinya.
"Sudah-sudah kasian Radit dan Santi tuh". Kata Andri menengahi.
"Eh tapi ngomong-ngomong kenapa tadi besinya gak jadi menimpa Radit dan Santi ya, malah kayak terpental gitu anehnya". Tanya Andri sambil berpikir.
"Eh bener juga ya heran gue juga, bisa kayak gitu". Ucap Acep menimpali perkataan Andri.
"Apa jangan-jangan ada hantunya ya, kan biasanya kalau ada tempat yang lagi dibangun suka ada penunggunya ya?"Tanya Radit kepada teman-temannya sambil menakut-nakuti teman-temannya.
"Alah mana ada hantu penunggu yang menyelamatkan manusia biasanya kan menakut-nakuti dan lagi pula itu kan waktu pagi menjelang siang bukan malam". Kata Andri.
"Gue kan hanya nebak doang siapa tahu hantunya baik". Kata Radit dengan pede sambil tersenyum.
Rion yang mendengarkannya hanya tersenyum saja mendengarkan apa yang dibicarakan teman-temannya itu.
"Eh tunggu dulu, aku tahu". Kata Selly dan mengagetkan teman-temannya karena suaranya yang keras tiba-tiba pula.
__ADS_1
"Astaga Sel lo jangan tiba-tiba bikin kaget napa, dan itu suara lo jangan keras-keras dong memalukan tahu dilihat sama seluruh penghuni kantin gara-gara suara lo". Kata Santi.
"Hehehe maaf". Ucap Selly meminta maaf
"Oh iya tadi lo mau bilang apa Sel, lo tahu sesuatu".Tanya Radit kepada Selly.
"Oh iya pas kejadian lari pagi tadi, pas Radit dan Santi hampir tertimpa besi bangunan, tiba-tiba saja aku melihat ke atas dan seperti ada sengatan listrik gitu ke arah besi itu dan membuat besinya terpental". Kata Selly.
"Yang bener". Tanya Acep.
"Bener ko". Balas Selly.
"Tapi siapa ya masa tiba-tiba ada hero gitu?". Tanya Radit sambil berpikir.
"Di zaman sekarang mana ada hero". Kata Santi.
"Siapa tahu kan, dia sengaja tidak memperlihatkan wujudnya dan sengatan listrik itu adalah salah satu kekuatannya". Kata Radit.
Rion hanya mendengarkan dan sesekali menyimak tentang obrolan teman-temannya itu hanya sedikit tersenyum.
"Alah lo halu ya". Tanya Andri kepada Radit.
"Gak kok siapa tahu ajakan, lo percaya sama gue kan Rion". Tanya Radit meminta dukungan.
"Ya siapa tahu memang beneran ada". Ucap Rion santai.
"Nah kan Rion setuju sama gue". Kata Radit bangga sambil merangkul Rion yang duduk disampingnya.
Saat mereka akan berdebat lagi tentang super hero, tiba-tiba makanan dan minuman yang mereka pesan pun datang. Dan akhirnya mereka pun memakan pesanan makanan mereka sesekali sambil melanjutkan obrolan yang tadi.
*Terimakasih bagi kalian yang mau membaca novel saya ini, semoga kalian suka jangan lupa vote ya* 😊🙏
__ADS_1